kabar

Paus Fransiskus bertemu pemimpin Syiah paling berpengaruh di Irak

Pertemuan itu berlangsung di dalam rumah sewa sederhana Sistani di Kota Najaf. Paus Fransiskus harus mencopot sepatunya sebelum memasuki kediaman tuan rumah.

06 Maret 2021 20:10

Pemimpin Takhta Suci Vatikan Paus Fransiskus hari ini bertemu pemimpin Syiah Paling berpengaruh di Irak, Ayatullah Ali as-Sistani. Pertemuan itu berlangsung di dalam rumah sewa sederhana Sistani di Kota Najaf, selatan Irak.

Selain Karbala - terdapat kubur Imam Husain bin Ali (cucu Nabi Muhammad), Najaf juga kota paling dikeramatkan kaum Syiah global lantaran di sana ada makam Imam Ali bin Abi Thalib (sepupu sekaligus mantu Nabi Muhammad).

Pertemuan kedua pemimpin agama ini berlangsung selama 45 menit. Paus Fransiskus harus mencopot sepatunya sebelum memasuki kediaman tuan rumah. Paus Fransiskus dan Sistani duduk di atas sofa bentuk L berwarna biru. Agenda keduanya berlangsung tertutup bagi pers.

Melalui keterangan tertulis dilansir kantornya, Sistani menekankan pentingnya beragam upaya mengkonsolidasikan nilai-nilai harmoni, hidup berdampingan secara damia, dan solidaritas di semua masyarakat.

Paus Fransiskus berterima kasih kepada Sistani karena menyerukan kepada warga Syiah di Irak untuk melindungi kaum minoritas, termasuk penganut Nasrani.

Butuh perundingan berbulan-bulan untuk mencapai kesepakatan agar Paus Fransiskus bisa bertemu Sistani saat lawatannya ke Irak.

"Kami merasa bangga atas kunjungan Paus Fransiskus," kata Muhammad Ali Bahr a;-Ulum, ulama senuor di Najaf. "Kami berterima kasih kepada pihak-pihak menyebabkan pertemuan keduanya terwujud."

Setibanya, di Najaf, Paus Fransiskus (86 tahun) disambut berbagai poster memperlihatkan fotonya dan Sistani (90 tahun) dengan ucapan Imam Ali: "Manusia itu bersaudara karena seagama atau kesetaraan dalam kemanusiaan."

Sebagian besar dari sekitar 200 juta pemeluk Syiah di dunia merupakan pengikut Sistani. "Dia adalah pemimpin agama dengan kewenangan moral tinggi," ujar Kardinal Miguel Angel Ayuso Guixot, Kepala Dewan Kepausan Urusan Dialog Antaragama sekaligus ahli Islam.

Sistani belajar agama sejak berumur lima tahun dan mencapai pangkat Ayatullah pada 1990-an. Dia pindah dari Iran ke Najaf pada 1952 dan menjalani tahanan rumah bertahun-tahun semasa Presiden Saddam Husain berkuasa. Dia bebas setelah invasi Amerika Serikat pada 2003 menumbangkan Saddam.

Pengaruhnya pun makin luas. Pada 2019, Sistani mendukung para demonstran menuntut perbaikan layanan publik dan mengecam campur tangan asing terhadap urusan dalam negeri Irak.

Sistani memiliki hubungan rumit dengan negeri kelahirannya, Iran. Di negara Mullah itu terdapat Qom, kota pusat teologi Syiah.

Kalau Sistani secara tegas memisahkan antara agama dan politik. Sedangkan pemimpin tertinggi Iran Ayatullah Ali Khamenei merupakan pemimpin politik sekaligus agama.

Profesor Eitan Mor sedang memeriksa ginjal baru saja diambil dari dalam tubuh perempuan Israel bernama Shani Markowitz Manshar. Ginjal ini akan ditanamkan ke dalam badan pasien warga Uni Emirat Arab di Abu Dhabi. Operasi pengangkatan ginjal milik Shani berlangsung pada 28 Juli 2021 di Rumah Sakit Sheba Medical Center, Ramat Gan, Israel. (Naama Frank Azriel)

Perempuan Israel sumbang ginjalnya buat warga UEA

Ini menjadi transplantasi ginjal pertama antara warga dari kedua negara itu.

Seorang lelaki Arab Saudi bermasker saat tiba di Bandar Udara Internasional Raja Khalid di Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi. (The National)

Nekat ke Indonesia, warga Saudi diancam tidak bisa ke luar negeri selama tiga tahun

Terdapat 13 negara, termasuk Indonesia, dilarang untuk dikunjungi oleh warga Saudi.

Pernikahan putri dari Nawar as-Sahili, politikus dari Partai Hizbullah di Ibu Kota Beirut, Libanon, Juli 2021. (Screengrab)

Pesta pernikahan putri politikus Hizbullah digelar secara mewah saat ekonomi Libanon ambruk

Harga bahan pangan meroket 700 persen dan lebih dari 50 persen rakyat Libanon hidup di bawah garis kemiskinan. Pakaian sudah menjadi barang mewah. 





comments powered by Disqus