kabar

Iran penjarakan orang Yahudi karena pernah tinggal di Israel

Pria Yahudi ini divonis sepuluh tahun penjara sepulang dari Israel dan mendekam dalam Penjara Evin di Teheran.

07 Maret 2021 20:43

Iran memenjarakan seorang warganya keturunan Yahudi karena pernah tinggal di Israel. Rahasia ini diungkapkan Xiyue Wang, sarjana lulusan Universitas Princeton, Amerika Serikat, pernah mendekam di Penjara Evin di Ibu Kota Teheran selama 2016-2019.

Di dalam Penjara Evin itulah Wang bertemu lelaki Yahudi itu. Wang menyebut pria Yahudi ini divonis sepuluh tahun penjara sepulang dari Israel. "Orang Iran berdarah Yahudi itu menetap lima atau enam tahun di Israel. Dia pulang ke Iran karena tidak suka Israel," katanya kepada surat kabar the Jerusalem Post Kamis lalu.

Hukum berlaku di Iran menyatakan mengunjungi negara Zionis itu adalah sebuah kejahatan. Siapa saja pernah ke sana akan dipenjara.

Namun Wang tidak mengetahui nama pria Yahudi bertubuh tinggi besar itu. Dia sangat menutup diri dan tidak mau bercerita banyak kepada Wang.

The Jerusalem Post berusaha mencari dengan menggunakan bahasa Persia mengenai tahanan politik berdarah Yahudi di Iran tapi tidak ada satu pun laporan media atau sumber lain menyebutkan mengenal hal itu.

Profesor Eitan Mor sedang memeriksa ginjal baru saja diambil dari dalam tubuh perempuan Israel bernama Shani Markowitz Manshar. Ginjal ini akan ditanamkan ke dalam badan pasien warga Uni Emirat Arab di Abu Dhabi. Operasi pengangkatan ginjal milik Shani berlangsung pada 28 Juli 2021 di Rumah Sakit Sheba Medical Center, Ramat Gan, Israel. (Naama Frank Azriel)

Perempuan Israel sumbang ginjalnya buat warga UEA

Ini menjadi transplantasi ginjal pertama antara warga dari kedua negara itu.

Seorang lelaki Arab Saudi bermasker saat tiba di Bandar Udara Internasional Raja Khalid di Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi. (The National)

Nekat ke Indonesia, warga Saudi diancam tidak bisa ke luar negeri selama tiga tahun

Terdapat 13 negara, termasuk Indonesia, dilarang untuk dikunjungi oleh warga Saudi.

Pernikahan putri dari Nawar as-Sahili, politikus dari Partai Hizbullah di Ibu Kota Beirut, Libanon, Juli 2021. (Screengrab)

Pesta pernikahan putri politikus Hizbullah digelar secara mewah saat ekonomi Libanon ambruk

Harga bahan pangan meroket 700 persen dan lebih dari 50 persen rakyat Libanon hidup di bawah garis kemiskinan. Pakaian sudah menjadi barang mewah. 





comments powered by Disqus