kabar

Yordania akui larang pesawat akan angkut Netanyahu ingin ke UEA

Israel mencaplok Yerusalem Timur sekaligus Al-Aqsa setelah menang dalam Perang Enam Hari pada Juni 1967.

14 Maret 2021 06:48

Menteri Luar Negeri Yordania Aiman Safadi mengakui pemerintahnya memang melarang jet pribadi akan mengangkut Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menuju Uni Emirat Arab (UEA) melintasi wilayah udaranya Kamis lalu. Inilah menjadi alasan pemimpin Partai Likud itu batal melawat ke negara Arab Teluk itu.

Safadi menegaskan kebijakan Amman itu merupakan balasan lantaran Israel sehari sebelumnya tidak mengizinkan Putera Mahkota Yordania Pangeran Husain bin Abdullah mengunjungi kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur, Palestina, untuk memperingati Isra Miraj Nabi Muhammad.

"Anda (Israel) mengingkari sebuah perjanjian dengan Yordania, Anda menghalangi kunjungan ziarah, Anda menciptakan syarat-syarat menyebabkan lawatan di hari suci tidak mungkin dilakukan lalu Anda berharap datang ke Yordania dan terbang melintasi Yordania? Ayolah serius," kata Safadi dalam wawancara khusus dengan stasiun televisi CNN Jumat lalu.

Israel menuding Pangeran Husain membawa rombongan lebih besar dan lebih lengkap persenjataannya ketimbang kesepakatan dicapai. Dia sudah berada di perlintasan Allenby akhirnya kembali ke Amman.

Safadi menekankan larangan Israel bagi calon raja Yordania itu buat memperingati Isra Miraj di Al-Aqsa merupakan tindakan tidak dapat diterima. "Kami benar-benar tidak senang dan marah atas kejadian itu," ujar Safadi.

Berdasarkan perjanjian damai ditandatangani kedua negara pada 1994, Israel mengakui Yordania sebagai pengurus Al-Aqsa. Kaum Yahudi juga mengakui Al-Aqsa sebagai tempat suci mereka.

Israel mencaplok Yerusalem Timur sekaligus Al-Aqsa setelah menang dalam Perang Enam Hari pada Juni 1967.

 

Perdana Menteri Israel Naftali Bennett, baru dilantik pada 13 Juni 2021, di ruang kerjanya. (Amos Ben Gershom/GPO)

Perdana menteri Israel bertemu raja Yordania secara rahasia pekan lalu

Bennett menawarkan tambahan pasokan air kepada Raja Abdullah.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu saat memimpin rapat kabinet keamanan di markas militer di Ibu Kota Tel Aviv pada 10 September 2019, sehari setelah serangan roket dari Gaza terjadi saat dia sedang berkampanye di Kota Ashdod. (Ariel Hermoni/Defense Ministry)

Netanyahu perintahkan stafnya hancurkan banyak dokumen di kantornya beberapa jam sebelum lengser

Sesuai aturan hukum berlaku, semua dokumen kerja itu tidak boleh dihancurkan satu pun dan akan disimpan dalam arsip negara.

Perdana Menteri Israel Naftali Bennett, baru dilantik pada 13 Juni 2021, di ruang kerjanya. (Amos Ben Gershom/GPO)

Cara Bennett keluar dari bayang-bayang Netanyahu

Bennett juga belum bisa keluar dari gaya Netanyahu pada isu Palestina. 

Seorang warga Palestina pada Mei 2021 salat di halaman Masjid Al-Aqsa. (Telegram/Maydan al-Quddus)

Bin Salman berambisi rebut kewenangan urus Al-Aqsa dari Yordania

Bagian lain dari proposal damai Trump adalah mengupayakan normalisasi hubungan Israel dengan negara-negara Arab dan muslim, termasuk Arab Saudi. 





comments powered by Disqus