kabar

UEA batalkan rencana KTT Amerika-Israel-Arab

Pesertanya adalah para pejabat senior Amerika, Bin Zayid, Netanyahu, dan kepala negara dari Bahrain, Sudan, dan Maroko. 

19 Maret 2021 08:15

Uni Emirat Arab (UEA) membatalkan rencana menggelar konferensi tingkat tinggi (KTT) Amerika Serikat-Israel-Arab dijadwalkan bulan depan, seperti dilansir surat kabar Yediot Ahronot asal Israel kemarin. 

Keputusan itu diambil oleh Putera Mahkota Abu Dhabi sekaligus pemimpin de facto UEA Syekh Muhammad bin Zayid an-Nahyan. Dia marah lantara Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berusaha memanfaatkan negara Arab Teluk itu untuk kepentingan politiknya menjelang pemilihan umum. 

KTT itu tadinya akan dilangsungkan di Ibu Kota Abu Dhabi, UEA. Pesertanya adalah para pejabat senior Amerika, Bin Zayid, Netanyahu, dan kepala negara dari Bahrain, Sudan, dan Maroko. 

Sekarang belum diketahui kapan KTT Amerika-Israel-Arab itu bakal dilaksanakan. 

Empat negara Arab - UEA, Bahrain, Sudan, dan Maroko - tahun lalu sepakat membina hubungan diplomatik dengan Israel. 

 

Duta Besar Uni Emirat Arab (UEA) untuk Israel Muhammad al-Khaja (kanan) bareng Presiden Israel Isaac Herzog menggunting pita pada peresmian Kedutaan Besar UEA di Ibu Kota Tel Aviv, Israel, 14 Juli 2021. (Twitter/@AmbAlKhaja)

Bennett dan Bin Zayid sepakat buat bertemu

Ini percakapan telepon pertama antara kedua pemimpin itu.

Duta Besar Uni Emirat Arab (UEA) untuk Israel Muhammad al-Khaja (kanan) bareng Presiden Israel Isaac Herzog menggunting pita pada peresmian Kedutaan Besar UEA di Ibu Kota Tel Aviv, Israel, 14 Juli 2021. (Twitter/@AmbAlKhaja)

UEA resmikan kedutaannya di Tel Aviv

Kosovo menyusul pada 1 Februari tahun ini dan membuka kedutaannya di Yerusalem sebulan kemudian. 

Undangan acara peresmian Kedutaan Besar Uni Emirat Arab di Ibu Kota Tel Aviv, Israel, pada 14 Juli 2021. (Albalad.co/Supplied)

UEA akan resmikan kedutaannya di Tel Aviv Rabu pekan ini

Presiden Israel Isaac Herzog dijadwalkan hadir dalam peresmian itu. 

Menteri Luar Negeri Israel Yair Lapid (kanan) saat meresmikan Konsulat Jenderal Israel di Dubai, Uni Emirat Arab, 30 Juni 2021. (Shlomi Amsalem/GPO)

Lima ribu warga Israel dapat kewarganegaraan UEA

Para pengguna Twitter mencemaskan kalau makin banyak orang Israel menjadi warga UEA bisa mengancam identitasnya sebagai negara Arab dan islami. 





comments powered by Disqus