kabar

Iran bebaskan lelaki Yahudi dipenjara karena pernah tinggal di Israel

Sudah tiga warga Iran berdarah Yahudi ditahan karena pernah melawat ke negara Zionis itu.

28 Maret 2021 06:26

Iran membebaskan sementara lelaki Yahudi bernama Nurullah Shemian dari Penjara Evin di Ibu Kota Teheran, seperti dilansir situs the Human Rights Activists News Agency (HRANA) berbahasa Persia Selasa lalu.

Pria berumur 65 tahun itu dipenjara lantaran pernah tinggal di Israel selama enam tahun.

"Nurullah Shemian merupakan orang Yahudi ketiga ditahan karena alasan serupa," kata Marjan Keypur Greenblatt kepada the Jerusalem Post. Dia merupakan warga Iran tinggal di Amerika Serikat dan mendirikan the Alliance for Rihgts of All Minorities.

Di Iran, mengunjungi Israel merupakan tindakan pidana dan pelakunya bisa dipenjara. Mei tahun lalu, negara Mullah itu memperberat sanksi bagi siapa saja wara Iran ketahuan menjalin kontak dengan orang Israel.

Pada Januari tahun ini, Iran membebaskan perempuan Yahudi bernama Farahnaz Kohan, ditahan dalam Penjara Evin lantaran melawat ke Israel. Perempuan berusia setengah abad ini ditangkap setelah memberitahu dirinya pernah berkunjung ke negara Bintang Daud itu.

Desember tahun lalu, Iran juga melepas pria Yahudi bernama Masyallah Pesar Kohan, ditahan sejak 2017 karena mengunjungi kerabatnya di Israel.

 

Abdurrahim bin Ahmad Mahmud al-Huwaiti, lelaki dari Suku Huwaitat dibunuh pasukan keamanan Arab Saudi pada 16 April 2020 karena menolak rumahnya digusur untuk proyek Neom. (Video screencapture)

Bin Salman putus sambungan Internet di 30 desa Suku Huwaitat sejak enam bulan lalu

Aktivis dari Suku Huwaitat berencana menggugat Bin Salman di pengadilan Inggris dan Amerika Serikat.

Pemimpin tertinggi Iran Ayatullah Ali Khamenei pada 23 Juli 2021 menerima suntikan dosis kedua vaksin Covid-19 Barakat, merupakan produksi dalam negeri. (Twitter/khamenei.ir)

Khamenei minta masalah kelangkaan air di Khuzestan segera diselesaikan

Khamenei memuji penduduk Khuzestan sebagai orang-orang sangat setia kepada Iran.

Duta Besar Uni Emirat Arab (UEA) untuk Israel Muhammad al-Khaja (kanan) bareng Presiden Israel Isaac Herzog menggunting pita pada peresmian Kedutaan Besar UEA di Ibu Kota Tel Aviv, Israel, 14 Juli 2021. (Twitter/@AmbAlKhaja)

Bennett dan Bin Zayid sepakat buat bertemu

Ini percakapan telepon pertama antara kedua pemimpin itu.





comments powered by Disqus