kabar

Al-Hutiyun usir 13 warga Yahudi dari Yaman

Mereka pindah ke Kairo. Sekarang tersisa enam orang Yahudi saja tinggal di Yaman.

01 April 2021 14:49

Milisi Al-Hutiyun telah mengusir 13 warga Yahudi, merupakan penduduk Ibu Kota Sanaa, dari Yaman, seperti dilansir surat kabar Asharq al-Awsat Ahad lalu. Alhasil, warga Yahudi asli Yaman kini jumlahnya tinggal enam orang saja.

Sebanyak 13 orang Yahudi itu berasal dari tiga keluarga. Mereka bersedia pergi meninggalkan kampung halaman sebagai syarat Al-Hutiyun sokongan Iran membebaskan Levi Salim Marhabi dari penjara.

Seorang pejabat mengetahui pengusiran ini mengungkapkan kepada surat kabar the Times of Israel, 13 warga Yahudi tadinya ditawarkan untuk pindah menetap di Israel tapi mereka menolak. Tadinya mereka ingin tinggal di Uni Emirat Arab (UEA).

"Mereka mencapai kesepakatan dengan pimpinan Al-Hutiyun untuk pindah ke Kairo," kata pejabat menolak disebut namanya itu. "Mereka memiliki kerabat di sana."

Beberapa keluarga Yahudi telah pindah bermukim di UEA. Mereka mendapat sokongan dana dalam jumlah besar, termasuk diberi rumah.

Sebelum Israel berdiri, terdapat sekitar 50 ribu warga Yaman berdarah Yahudi. Jumlah mereka melorot drastis setelah pada 1949-1950, Israel memindahkan hampir 49 ribu orang Yahudi dari negara negeri Saba itu.

Keenam orang Yahudi masih tinggal di Yaman, termasuk Levi Salim Marhabi, memilih tetap bertahan meski dengan alasan keamanan, Israel membujuk agar mereka menetap di negara Zionis itu.

Pasukan intelijen Al-Hutiyun menangkap Marhabi pada 2016 setelah dia diduga menyelundupkan selembar gulungan Torah langka terbuat dari kulit rusa dan 17 orang Yahudi keluar dari Yaman menuju Israel. Al-Hutiyun menyebutkan Trah diyakini berumur paling tidak 500 tahun itu merupakan artefak nasional.

F160321HZGPO01-640x400

Sebanyak 17 emigran Yahudi dan gulungan Torah dari Yaman ini mendapat sambutan positif dari Israel, termasuk Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.

Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi. (Arabian Business)

Amerika peringatkan warganya untuk tidak kunjungi Arab Saudi

Departemen Luar Negeri Amerika menegaskan serbuan peluru kendali dan pengebom nirawak Al-Hutiyun merupakan ancaman serius.

Universitas Jazan di Arab  Saudi terbakar akibat serangan milisi Al-Hutiyun pada 15 April 2021. (Twitter)

Kampus di Arab Saudi terbakar akibat serangan peluru kendali Al-Hutiyun

Hampir saban hari, Al-Hutiyun menargetkan lokasi strategis dan vital di Riyadh, Jeddah, Jazan, Abha, Najran, dan Khamis Musyaith. 

Grafiti menentang perang di Yaman. (Middle East Monitor)

Keteteran hadapi serbuan Al-Hutiyun, Saudi tawarkan perdamaian

Selama enam tahun palagan itu, Saudi belum mampu mengusir Al-Hutiyun dari Sanaa. 

Suasana di luar bandar Udara Raja Abdul Aziz di Kota Jeddah, Arab Saudi, Juni 2017. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Al-Hutiyun serang bandar udara di Jeddah sehingga berhenti beroperasi dua jam

Dalam sembilan hari terakhir, Al-Hutiyun menyerang bandar-bandar udara di Saudi. 





comments powered by Disqus