kabar

Ulama Saudi hilang sejak April 2016 dipaksa berlutut di hadapan Bin Salman

Sulaiman ad-Duwasy ditangkap gegara cuitan dianggap menyindir Bin Salman. Dia mendekam dalam penjara di istana Bin Salman.

07 April 2021 22:54

Ulama Arab Saudi Sulaiman ad-Duwaisy tidak diketahui kabarnya sampai sekarang setelah ditangkap pasukan Skuad Macan milik Putera Mahkota Pangeran Muhammad bin Salman pada 22 April 2016.

Dia ditangkap di Kota Makkah lantaran serangkaian cuitannya di Twitter dianggap mengkritik calon raja Saudi kedelapan itu. Dia kemudian dibawa ke penjara di Istana Al-Khuzama kepunyaan Bin Salman di Ibu Kota Riyadh, seperti dilansir MENA Rights Group, kelompok pemantau hak asasi manusia di Arab Saudi.

Sulaiman menulis di akun Twitternya malam sebelum dibekuk. Dia memperingatkan bahaya akan terjadi kalau orang tua memberikan keistimewaan berlebihan kepada putranya tanpa pengawasan tepat dan tanggung jawab. Besoknya sekitar jam sembilan pagi, Duwaisy meninggalkan tempatnya menginap di kawasan Ar-Rawabi, Makkah.

Ketika sedang menelepon temannya, pembicaraan terhenti tiba-tiba. Sejak saat itu tidak ada lagi kabar mengenai lelaki 53 tahun ini.

Menurut seorang saksi, di hari Duwaisy ditangkap, dengan kondisi kedua tangan diborgol, dia dibawa ke kantor Bin Salman dalam Istana Al-Khuzama. "Bin Salman memaksa Duwaisy berlutut dan mulai memukuli wajah dan pinggang Duwaisy hingga darah keluar dari mulut dan akhirnya dia pingsan," tulis MENA Rights Group.

Saksi itu bilang Bin Salman marah atas cuitan Duwaisy menyindir dirinya.

Beberapa pekan kemudian, pihak keluarga melihat nama Duwaisy ada dalam situs polisi rahasia (Al-Mabahith). Duwaisy menjadi tersangka dalam kasus membahayakan keamanan negara. Keluarga kemudian mendatangi kantor Kementerian Dalam Negeri pada 3 Mei 2016 dan memperlihatkan tangkapan layar dari situs Al-Mabahith menunjukkan ada nama Duwaisy di situ.

Inforrmasi itu disampaikan pula kepada Kepala Keamanan Negara di Kementerian Dalam negeri Abdul Aziz al-Huwairani. Dia membantah tangkapan layar itu dan meminta pihak keluar mengecek lagi. "Setelah diperiksa kembali, nama Duwaisy sudah dihapus dari situ Al-Mabahith," kata MENA Rights Group.

Pada 2018, mantan rekan Duwaisy di tahanan memberitahu keluarga, Duwaisy mendekam dalam penjara di istana Bin Salman. Mereka diinterogasi dan disiksa oleh Mahir al-Mutrib dan Saud al-Qahtani, dua orang dekat Bin Salman terlibat dalam pembunuhan kolumnis surat kabar the Washington Post, Jamal Khashoggi, di kantor Konsulat Jenderal Saudi di Kota istanbul, Turki, 2 Oktober 2018.

Di tahun itu pula, Duwaisy menghubungi keluarganya menggunakan nomor telepon Amerika Serikat dalam waktu kurang dari semenit. Dia bilang dia sedang berada di Turki. Empat bulan berselang, dia menelepon lagi memakai nomor sama. Dia memberitahu berada di Suriah dan telah bergabung dengan ISIS (Negara Islam Irak dan Suriah), serta akan segera melakukan operasi militer.

Pihak keluarga kaget dan meminta bantuan mantan menteri Dalam Negeri Pangeran Ahmad bin Abdul Aziz. Adik dari Raja Salman bin Abdul Aziz ini lalu memberitahu Duwaisy dua kali menelepon itu dari Riyadh, bukan berada di Suriah. Keluarga lantas meminta bantuan Pangeran Abdul Aziz bin Saud bin Nayif untuk mengetahui lokasi keberadaan Duwaisy namun tidak memperoleh hasil.

 

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman dengan binatang hasil buruannya. (Twitter)

Setelah luncurkan program tanam sepuluh miliar pohon, muncul foto Bin Salman dengan binatang hasil buruan

Perburuan itu bagian dari liburan keluarga Bin Salman, namun tidak disebutkan lokasi pelesiran keluarga Bin Salman itu.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Arab News)

Bin Salman berambisi tanam sepuluh miliar pohon di Saudi

Saudi dan negara Arab lainnya berencana menanam 40 miliar pohon di seluruh Timur Tengah.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Arab News)

Bin Salman tangkap mantu Raja Abdullah atas tuduhan rencanakan kudeta

Sejak menjabat putera mahkota, Bin Salman getol menangkapi kerabatnya dianggap sangat berpengaruh dan bisa mengganjal ambisinya menuju singgasana. Keluarga mendiang Raja Fahad dan Raja Abdullah termasuk menjadi sasaran.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Saudi Gazette)

Bin Salman bersedia bertemu Netanyahu di Abu Dhabi hari ini

"MBS (Muhammad bin Salman) siap buat bertemu Bibi (nama panggilan Netanyahu)," kata seorang sumber terpercaya di UEA.





comments powered by Disqus

Rubrik kabar Terbaru

Iran puji sikap Indonesia soal isu nuklir Iran

Total perdagangan kedua negara tahun lalu meningkat 52 persen, yaitu mencapai US$ 215 juta dari nilai tahun 2019 sebesar US$ 141,60 juta.

20 April 2021

TERSOHOR