kabar

Iran bebaskan kapal tanker Korea Selatan setelah ditahan selama tiga bulan

Iran membebaskan dua kru asal Indonesia awal Februari lalu.

09 April 2021 12:53

Pemerintah Iran hari ini melepas kapal tanker minyak MT Hankook Chemi asal Korea Selatan beserta nahkoda dan 12 awaknya, setelah ditahan sekitar tiga bulan karena dituduh menyebabkan polusi laut. 

Kementerian Luar Negeri Korea Selatan menyebutkan Hankook Chemi telah meninggalkan Pelabuhan Bandar Abbas sekitar pukul enam pagi (jam 08:30 waktu Jakarta)., seperti dilansir kantor berita Yonhap

Pihak berwenang Iran awal Februari lalu membebaskan dua kru Hankook Chemi asal Indonesia, yakni Aji Winursito dan Muhammad Amin. "Keputusan pembebasan awak kapal tanker itu, kecuali kapten kapal, berdasarkan alasan kemanusiaan," kata Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Ibu Kota Teheran melalui siaran pers diterima Albalad.co.

Pembebasan Hankook Chemi terjadi di tengah spekulasi Teheran dan orea sudah sepakat untuk mencairkan fulus milik Iran sebesar US$ 7 miliar dibekukan di Korea Selatan atas dasar sanksi Amerika Serikat. 

 

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Arab News)

Bin Salman kucilkan satu suku karena tolak proyek Kota Neom

"Tidak ada Internet, tidak ada saluran komunikasi," kata Alia.

Kedutaan Besar Arab Saudi di Ibh Kota Damaskus, Suriah. (NPA)

Saudi segera buka lagi kedutaannya di Damaskus

Kepala badan intelijen Saudi bertemu bos intelijen Suriah di Damaskus Senin lalu.

Menteri Keuangan Qatar Ali Syarif al-Imadi pada 6 Mei 2021 diberhentikan atas tuduhan korupsi. Dia sudah menduduki jabatan itu sejak 2013. (Gulf Business)

Qatar perintahkan tangkap menteri keuangan atas tuduhan korupsi

Emir Qatar telah memberhentikan Al-Imadi dari jabatannya.

Yair Lapid, kandidat kuat perdana menteri Israel dari Partai Yesh Atid. (Times of Israel/Courtesy)

Yair Lapid diberi kesempatan bentuk pemerintahan sekaligus singkirkan Netanyahu

"Ini akan menjadi pemerintahan sayap kiri berbahaya, kombinasi mematikan antara ketidakmampuan dan ketiadaan tanggung jawab," ujar Netanyahu.





comments powered by Disqus