kabar

Pemerintah resmikan nama tol layang Syekh Muhammad bin Zayid

UEA juga nenjadi salah satu investor terbesar di Indonesia, terutama di sektor infrastruktur.

13 April 2021 08:45

Pemerintah melalui Kementerian Sekretaris Negara kemarin resmi menamai Tol Layang Jakarta-Cikampek menjadi Jalan Layang Syekh Muhammad bin Zayid, merujuk pada nama putera mahkota Abu Dhabi sekaligus pemimpin de facto Uni Emirat Arab (UEA)

Hadir dalam peresmian perubahan nama itu adalah Menteri Sekretaris Negara Pratikno dan Duta Besar UEA untuk Indonesia Abdullah Salim Ubaud adh-Dhahiri.

Pratikno menjelasan alasan pemerintah mengubah nama jalan tol layang itu buat menghirmati UEA telah menjalin hubungan diplomatik selama 45 tahun dengan Indonesia. UEA juga nenjadi salah satu investor terbesar di Indonesia, terutama di sektor infrastruktur.

"Ini juga merupakan penghormatan kepada bangsa Indonesia diberikan oleh pemerintah UEA, khususnya Syekh Muhammad bin Zayid," kata Pratikno. "Jadi itulah latar belakang dari perubahan nama ini."

Presiden Joko Widodo juga menjadi nama jalan di Ibu Kota Abu Dhabi.

 

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Arab News)

Bin Salman kucilkan satu suku karena tolak proyek Kota Neom

"Tidak ada Internet, tidak ada saluran komunikasi," kata Alia.

Kedutaan Besar Arab Saudi di Ibh Kota Damaskus, Suriah. (NPA)

Saudi segera buka lagi kedutaannya di Damaskus

Kepala badan intelijen Saudi bertemu bos intelijen Suriah di Damaskus Senin lalu.

Menteri Keuangan Qatar Ali Syarif al-Imadi pada 6 Mei 2021 diberhentikan atas tuduhan korupsi. Dia sudah menduduki jabatan itu sejak 2013. (Gulf Business)

Qatar perintahkan tangkap menteri keuangan atas tuduhan korupsi

Emir Qatar telah memberhentikan Al-Imadi dari jabatannya.

Yair Lapid, kandidat kuat perdana menteri Israel dari Partai Yesh Atid. (Times of Israel/Courtesy)

Yair Lapid diberi kesempatan bentuk pemerintahan sekaligus singkirkan Netanyahu

"Ini akan menjadi pemerintahan sayap kiri berbahaya, kombinasi mematikan antara ketidakmampuan dan ketiadaan tanggung jawab," ujar Netanyahu.





comments powered by Disqus