kabar

Warga Israel tidak wajib memakai masker mulai 18 April

Kebijakan ini berlaku empat bulan setelah vaksinasi berjalan.

16 April 2021 12:35

Menteri Kesehatan Israel Yuli Edelstein kemarin mengumumkan warga negara Zionis itu tidak diwajibkan lagi memakai masker ketika berada di luar rumah. Kebijakan itu berlaku mulai Ahad pekan ini (18 April). 

Dia telah memerintahkan Direktur Jenderal Kementerian Kesehatan Chezy Levy untuk menandatangani surat keputusan masker tidak lagi harus digunakan. Edelstein menjelaskan tidak wajib bermasker ini menjadi bukri peogram vaksinasi di Israel.

Meski begitu kewajiban mengenakan masker masih berlaku saat berada di ruang--ruang publik tertutup.

"Masker dipakai untuk melindungi kita dari virus corona," kata Edelstein. "Setelah para pakar menilai masker tidak dibutuhkan lagi tempat terbuka, saya memutuskan untuk tidak mewajibkan lagi memakai masker."

Israel menjadi negara proses vaksinasi Covid-19 tercepat di dunia. Negara Bintang Daud telah memulai vaksinasi sedari Desember tahun lalu menggunakan vaksin Pfizer. 

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Arab News)

Bin Salman kucilkan satu suku karena tolak proyek Kota Neom

"Tidak ada Internet, tidak ada saluran komunikasi," kata Alia.

Kedutaan Besar Arab Saudi di Ibh Kota Damaskus, Suriah. (NPA)

Saudi segera buka lagi kedutaannya di Damaskus

Kepala badan intelijen Saudi bertemu bos intelijen Suriah di Damaskus Senin lalu.

Menteri Keuangan Qatar Ali Syarif al-Imadi pada 6 Mei 2021 diberhentikan atas tuduhan korupsi. Dia sudah menduduki jabatan itu sejak 2013. (Gulf Business)

Qatar perintahkan tangkap menteri keuangan atas tuduhan korupsi

Emir Qatar telah memberhentikan Al-Imadi dari jabatannya.

Yair Lapid, kandidat kuat perdana menteri Israel dari Partai Yesh Atid. (Times of Israel/Courtesy)

Yair Lapid diberi kesempatan bentuk pemerintahan sekaligus singkirkan Netanyahu

"Ini akan menjadi pemerintahan sayap kiri berbahaya, kombinasi mematikan antara ketidakmampuan dan ketiadaan tanggung jawab," ujar Netanyahu.





comments powered by Disqus