kabar

Bin Salman ingin Saudi dan Iran menjalin hubungan baik dan istimewa

Bin Salman beberapa tahun lalu sesumbar ingin menciptakan perang di Iran. Sebaliknya, perang dilancarkan negara Kabah itu terhadap milisi Al-Hutiyun di Yaman sokongan Iran telah menyebabkan Saudi keteteran.

29 April 2021 05:33

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman menekankan negaranya ingin menjalin hubungan baik dan istimewa dengan musuh bebyutannya Iran.

"Iran adalah negara tetangga dan kami ingin membina hubungan baik dan istimewa dengan Iran," kata Bin Salman dalam wawancara khusus dengan stasiun televisi Al-Arabiya disiarkan Selasa lalu. Karena itu, dia berharap Iran dan Timur Tengah terus tumbuh dan tambah sejahtera.

Bin Salman menambahkan Saudi terus bekerjasama dengan negara mitranya di kawasan dan global untuk mencari solusi damai dengan negeri Mullah itu.

Pernyataan Bin Salman ini berbanding terbalik dengan komentarnya beberapa tahun lalu, sesumbar ingin menciptakan perang di Iran. Sebaliknya, perang dilancarkan negara Kabah itu terhadap milisi Al-Hutiyun di Yaman sokongan Iran sejak Maret 2015 telah menyebabkan Saudi keteteran. Hampir saban hari, peluru kendali dan pengebom nirawak Al-Hutiyun menyasar target-target vital Saudi seperti kilang, pelabuhan minyak, pangkalan militer, dan bandar udara di Riyadh, Jeddah, Khamis Musyaith, Najran, Abha, dan Jazan.

Sila baca: Bin Salman takluk di negeri Saba

Komentar Bin Salman ini muncul saat Saudi-Iran sedang menggelar perundingan rahasia dengan Irak sebagai mediator. Dialog antara kedua negara itu terjadi di Baghdad pada 9 April lalu dan rencananya akan berlanjut dengan pertemuan kedua juga bulan ini.

Namun Bin Salman tidak menyebutkan mengenai perundingan rahasia dengan Iran itu.

Hubungan diplomatik kedua negara terputus sejak 2016 setelah demonstran anti-Saudi merusak dan membakar Kedutaan Besar Saudi di Ibu Kota Teheran dan Konsulat Jenderal Saudi di Kota Masyhad. Unjuk rasa oleh masyarakat Iran ini memprotes hukuman pancung terhadap ulama Syiah di Saudi, Syekh Muhammad Nimr an-Nimr. 

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Arab News)

Melepas Saudi dari belenggu Wahabi

"Ketika kita berkomitmen pada satu paham atau ulama saja, ini berarti kita mendewakan manusia," ujar Bin Salman.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman dan pamannya, Pangeran Ahmad bin Abdul Aziz. (Middle East Eye)

Bin Salman bebaskan pamannya dari tahanan

Di kalangan keluarga Bani Saud, Pangeran Ahmad dipandang lebih pantas menjadi raja Saudi berikutnya.

Keluarga kerajaan Yordania, termasuk Raja Abdullah bin Husain dan saudara tirinya, Pangeran Hamzah bin Husain, pada 11 April 2021, berziarah ke makam keluar di kompleks istana Raghdan di Ibu Kota Amman, Yordania. (Jordan's Royal Court)

Bin Salman diduga dukung rencana Israel untuk gulingkan raja Abdullah

Bin Salman dijanjikan mendapat kewenangan untuk mengurus situs-situs agama di Yerusalem, selama ini dipegang oleh Yordania.

Bocah perempuan pedagang belalang di Kota Tua, Sanaa, Yaman. (Middle East Eye/Nasih Syakir)

Saudi benarkan serangan Al-Hutiyun sebabkan kebakaran di sebuah universitas

Saudi belum memberikan konfirmasi soal serangan Al-Hutiyun menyebabkan hancurnya kilang minyak Saudi Aramco di Kota Jeddah. 





comments powered by Disqus

Rubrik kabar Terbaru

Dua pejabat Masjid Nabawi dicopot karena salat subuh telat 45 menit

Setelah peristiwa itu, Syekh Sudais memerintahkan kehadiran dua imam dan tiga muazin saban kali salat wajib berjamaah dilakukan di Masjid Al-Haram dan Masjid Nabawi. 

14 Juni 2021

TERSOHOR