kabar

Biden bertemu direktur Mossad di Washington DC

Pertemuan itu dirahasiakan dan Gedung Putih belum mengeluarkan pernyataan.

02 Mei 2021 22:31

Presiden Amerika Serikat Joe Biden Jumat lalu bertemu Direktur Mossad (dinas rahasia luar negeri Israel) Yossi Cohen. Pertemuan itu, menurut seorang sumber kepada Axios, membahas isu nuklir Iran.

Namun Gedung Putih tetap merahasiakan pertemuan Biden-Cohen ini dan tidak mengeluarkan pernyataan. Gedung Putih juga tidak menanggapi ketika ditanya tentang pertemuan itu.

Biden berbicara dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu melalui telepon pada Jumat pagi mengenai musibah di Gunung Meron menewaskan 45 peziarah dan melukai 150 orang lainnya dalam perayaan api unggun suci aatau Lag Baomer. Tidak diketahui apakah pertemuan Biden dengan Cohen berlangsung sebelum atau sehabis pembicaraan Biden dan Netanyahu.

Seorang sumber mengungkapkan pertemuan Biden-Cohen tidak direncanakan dan baru diatur tidak lama sebelum terjadi ketika Cihen sedang berada di Washington DC. Netanyahu memang mengirim Cihen untuk membahas isu nuklir Iran.

Israel tidak setuju kalau Amerika sampai kembali ke kesepakatan nuklir Iran 2015 dicapai di Wina. Negara Zionis ini meyakini Iran sedang mengembangkan bm nuklir.

Eyal Hulata, mantan pejabat Mossad akan menjabat penasihat keamanan nasional Israel mulai 15 Agustus 2021. (Courtesy)

Kabinet Israel setujui penunjukan Eyal Hulata sebagai penasihat keamanan nasional

Hulata termasuk dari sedikit pejabat Israel mendukung kesepakatan soal nuklir Iran. 

Gudang tempat penyimpanan dokumen rahasia program nuklir Iran di kawasan Shorabad, selatan Ibu Kota Teheran, Iran, dicuri oleh sekitar 20 agen Mossad pada 31 Januari 2018. (Peime Minister's Office)

Mossad dan pengkhianatan di negara Mullah

Mantan Direktur Mossad Yossi Cohen untuk pertama kali bercerita bagaimana para agennya berhasil mencuri berton-ton dokumen nuklir Iran dari gudang penyimpanan di Teheran.

Kiri ke kanan: pemimpin Hizbullah Hasan Nasrallah, Ali Akbar Muhtasyamipur (ulama Syiah Iran merupakan salah satu pendiri Hizbullah), dan pemimpin Hamas Khalid Misyaal dalam sebuah acara. (Twitter)

Pendiri Hizbullah lolos dari upaya pembunuhan Mossad wafat karena Covid-19

Mossad pada 1984 berusaha menghabisi Muhtasyamipur lewat bom buku. Dia selamat namun kehilangan tangan kanan dan dua jemari kirinya.

Kiri ke kanan: mantan Direktur Mossad (dinas rahasia luar negeri Israel), bos baru Mossad David Barnea, dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dalam acara pelantikan Barnea pada 1 Juni 2021. (Koby Gideon/GPO)

Bos baru Mossad akan lanjutkan misi bunuh ilmuwan dan serang fasilitas nuklir Iran

"Ancaman terbesar terhadap kami adalah ancaman nyata dari upaya Iran untuk mempersenjatai dirinya dengan senjata nuklir," ujar Netanyahu. 





comments powered by Disqus