kabar

Penyerang imam Masjid Al-Haram sedang berkhotbah ternyata warga Saudi

Penyerang itu mengaku sebagai Imam Mahdi.

26 Mei 2021 07:25

Lelaki berusaha menyerang imam Masjid Al-Haram di Kota Makkah sedang berkhotbah Jumat pekan lalu ternyata warga Arab Saudi. 

Pria tidak disebutkan namanya ini berumur 40 tahun, seperti dilansir surat kabarAl-Watan. Lelaki itu sekarang ditahan untuk diperiksa. 

Namun upaya penyerangan itu tidak mengganggu Syekh Bandar Balila tengah berkhotbah. Sebab aparat keamanan Masjid Al-Haram bernama Muhammad az-Zahrani dengan cekatan berhasil menangkap lelaki bersenjatakan tongkat itu. 

Pria berpakaian ihram ini mengaku sebagai Imam Mahdi. 

Zahrani dielu-elukan seperti pahlawan lantaran kesigapannya menghentikan orang ingin menyerang Syekh Bandar.

Maret lalu, seorang lelaki berpakaian ihram dengan pisau ditangan ditangkap di lantai satu area tawaf. Dia berkeliling sambil memuji ISIS. 

Namun sampai sekarang kepolisian Makkah tidak merilis nama dan asal pria itu, juga motifnya. 

Dua jamaah umrah pada 7 April 2022 berkelahi di Masjid Al-Haram, Kota Makkah, Arab Saudi. (Screengrab)

Dua jamaah umrah berkelahi di Masjid Al-Haram

Polisi tidak membuka identitas kedua jamaah umrah berantem itu dan asal negara mereka.

Presiden Dewan pengurus Dua Masjid Suci di Arab Saudi Syekh Abdurrahman as-Sudais. (Haramain Sharifain)

Jamaah bisa itikaf lagi di Masjid Al-Haram dan Masjid Nabawi

Riyadh juga mengizinkan semua warga asing tidak divaksinasi Covid-19 untuk berkunjung menggunakan visa apa saja.

Syekh Saleh bin Muhammad at-Talib, imam sekaligus khatib Masjid Al-Haram di Kota Makkah, Arab Saudi, telah dibebaskan dari penjara setelah ditahan sejak Agustus 2018. (Twitter)

Saudi bebaskan imam Masjid Al-Haram dari penjara

Syekh Saleh at-Talib ditahan sejak Agustus 2018 tanpa proses peradilan.

Aktivis Uighur Setiwaldi Abdukadir ditangkap pada 28 Oktober 2021 di Masjid Al-Haram, Kota Makkah, Arab Saudi. (Fahad al-Ghofaili)

Aktivis Uighur ditangkap di Masjid Al-Haram

Saudi mendukung Cina soal kebijakan menindas etnis Uighur dan minoritas muslim lainnya di Xinjiang.





comments powered by Disqus