kabar

Tidak lolos pencalonan presiden, Ahmadinejad diminta bungkam

Ahmadinejad melawan dan bilang situasi ekonomi dan keamanan Iran saat ini mengerikan.

26 Mei 2021 21:23

Setelah dinyatakan tidak lolos dalam pencalonan presiden, mantan Presiden Iran Mahmud Ahmadinejad diminta untuk bungkam dan tidak mengkritik kondisi negara Mullah itu saat ini.

Ahmadinejad, dua kali menjabat presiden pada 2005-2009 dan 2009-2013, mengungkapkan Senin malam lalu kepala keamanan IRGC (Korps Garda Revolusi Islam) Jenderal Husain Najat menelepon ke rumahnya di timur Ibu Kota Teheran. Dia memberitahu Ahmadinejad dicoret dari pencalonan dan diminta untuk diam dan bekerjasama.

Namun lelaki 65 tahun ini melawan. Dia bilang kalau partisipasi pemilih rendah maka akan berdampak luas secara domestik dan internasional. "Situasi Iran sekarang benar-benar mengerikan," kata Ahmadinejad, merujuk pada kondisi ekonomi dan keamanan negeri Persia itu.

Hanya ada tujuh kandidat akan bertarung dalam pemilihan presiden pada 18 Juni. Selain Ahmadinejad, yang tidak lolos juga adalah mantan Ketua Parlemen Ali Larijani dan Wakil Presiden Ishaq Jahangiri.

Ahmadinejad sudah menyatakan kalau didiskualifikasi, dirinya tidak akan menggunakan hak pilih. Ini menjadi sinyal kepada para pendukungnya agar memboikot pesta demokrasi empat tahunan itu. Padahal dalam sejumlah survei, insinyur sekaligus guru ini dinyatakan bakal terpilih lagi untuk ketiga kali.

ahmadi.fars__1

Najat mengatakan kepada Ahmadinejad, pihaknya tidak berminat menangkapi para penyokong politikus terkenal dengan pernyataan keras anti-Israel;nya itu selama menjabat, yakni Israel mesti dihapus dari peta dunia dan Israel adalah tumor harus dilenyapkan.

Sejak Senin malam itu pula, aparat keamanan menempatkan banyak kamera pengawas di sekitar lingkungan tempat tinggal Ahmadinejad. Rumahnya pun sudah dijaga oleh pasukan antihuru hara.

Keputusan untuk meloloskan atau menggugurkan bakal calon presiden dan anggota parlemen dilakukan oleh Dewan Pelindung, lembaga negara beranggotakan masing-masing enam ulama senior Syiah dan pengacara. Institusi ini berada di bawah pengawasan pemimpin tertinggi Iran Ayatullah Ali Khamenei.

 

 

Sebuah poster mengajak para pemilih menggunakan hak pilih mereka dalam pemilihan presiden digelar pada 18 Juni 2021, dipasang di tepi jalan di Ibu Kota Teheran, Iran. (Iran International)

Segelap masa lalu presiden baru Iran

Hasil ini seolah pesan Raisi bakal menggantikan Khamenei sebagai pemimpin tertinggi Iran selanjutnya.

Pemimpin tertinggi Iran Ayatullah Ali Khamenei dan Ibrahim Raisi, baru menang pemilihan presiden Iran digelar pada 18 Juni 2021. (Twitter)

Seruan boikot oleh Ahmadinejad sukses, jumlah pemilih Iran tidak sampai 50 persen

"Siapapun menang dalam pemilihan presiden ini nantinya akan mengatakan dia tidak dapat memperbaiki persoalan ekonomi karena campur tangan orang-orang berpengaruh," kata warga Teheran bernama Ali Husaini.

Ibrahim Raisi, presiden terpilih Iran dari hasil pemilihan umum digelar pada 18 Juni 2021, ketika bertemu pemimpin Hizbullah Hasan Nasrallah di Libanon pada 2018. (Twitter)

Ibrahim Raisi terpilih sebagai presiden baru Iran

Jumlah pemilih menggunakan hak pilihnya dalam pemilihan presiden kali ini terendah sejak Republik Islam Iran dibentuk pada 1979, yakni 48,8 persen.

Mantan Presiden Iran Mahmud Ahmadinejad. (commons.wikimedia.org)

Cari sokongan buat jadi presiden, Ahmadinejad temui putra Khamenei

Para pendukung Ahmadinejad getol berkampanye agar Mujtaba bisa menggantikan ayahnya menjadi pemimpin tertinggi Iran.





comments powered by Disqus