kabar

Pangeran Saudi divonis dua tahun penjara dan denda Rp 382 juta karena palsukan ijazah

Dalam putusan lainnya, seorang mayor jenderal dihukum penjara delapan tahun dan denda Rp 611 juta.

28 Mei 2021 19:10

Pengadilan pidana di Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi, baru-baru ini menjatuhkan vonis penjara dua tahun dan denda seratus ribu riyal (kini setara Rp 382,3 juta) kepada seorang pangeran karena terbukti memalsukan ijazah untuk mendapatkan jabatan di pemerintahan.

Untuk kasus serupa, menurut seorang sumber, satu perwira militer Saudi dihukum penjara 1,5 tahun dan denda 50 ribu riyal (Rp 191,1 juta). Sedangkan seorang ekspatriat dari negara Arab membantu keduanya memperoleh ijazah palsu dikenai penjara setahun dan denda 20 ribu riyal. (Rp 76,5 juta).

Dalam putusan lainnya, seorang mayor jenderal dihukum penjara delapan tahun dan denda 160 ribu riyal (Rp 611,7 juta).

Ketiga orang itu termasuk dalam sejumlah terdakwa kasus korupsi ditangani oleh Komisi Pemberantasan Korupsi Arab Saudi (Naziha).

 

Arab Saudi (Wikipedia)

Pangeran Saudi akui punya bar dalam rumahnya

Pangeran Khalid bin Bandar menikahi perempuan Inggris bernama Lucy Caroline Cuthbert pada 2011.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Arab News)

Arab Saudi masih tahan selusin pangeran di Penjara Al-Hayar

Mereka menolak menyerahkan sebagian harta mereka sebagai syarat pembebasan.

Rekaman video menunjukkan seorang pangeran Arab Saudi menyerang dua polisi di Kota Madinah, 14 Juni 2018. (Media Sosial)

Pangeran Arab Saudi pukuli dua polisi di Madinah

Polisi sudah menangkap keempat tersangka.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Arab News)

Trump sokong penangkapan atas para pangeran di Arab Saudi

Sikap Trump berubah mendukung Pangeran Muhammad bin Salman setelah menerima fulus.





comments powered by Disqus