kabar

Melepas Saudi dari belenggu Wahabi

"Ketika kita berkomitmen pada satu paham atau ulama saja, ini berarti kita mendewakan manusia," ujar Bin Salman.

12 Juni 2021 06:51

Arab Saudi telah menjadi pendukung paham Wahabi selama berpuluh-puluh tahun. Namun dalam wawancara khusus dengan stasiun televisi Al-Arabiya April lalu, Putera Mahkota Pangeran Muhammad bin Salman mengisyaratkan negara Kabah itu ingin melepaskan diri dari belenggu Wahabi, aliran Islam dominan di sana.

Bin Salman menegaskan orang-orang Saudi tidak boleh mengidolakan atau taklid kepada satu ulama saja, bahkan terhadap Muhammad bin Abdul Wahab, pendiri paham Wahabi.

Dia menambahkan interpretasi terhadap teks-teks Al-Quran harus dinamis sejalan dengan perkembangan zaman. "Sama dengan pemahaman atas sunnah-sunnah nabi Muhammad dan semua fatwa mesti dilihat kontes waktu, tempat, dan cara pandang ketika sunnah dan fatwa itu dikeluarkan," kata Bin Salman.

Menurut Bin Salman, Saudi harus melenyapkan paham-paham beragama ekstrem untuk menggaet modal asing, mendatangkan para pelancong luar negeri, menciptakan lapangan, meningkatkan pertumbuhan ekonomi, dan mengurangi pengangguran.

"Ketika kita berkomitmen pada satu paham atau ulama saja, ini berarti kita mendewakan manusia," ujar Bin Salman.

Bin Salman juga pernah mengakui ajaran Wahabi itu keliru.

Sila baca: Anak Raja Salman akui Islam versi Wahabi keliru

Pernyataan tegas Bin Salman dalam wawancara dua bulan ini menandai pergeseran di Arab Saudi, di mana Wahabi menjadi komponen utama dalam konstitusi dan politik sejak kerajaan ini dibentuk pada 1932.

Selama puluhan tahun, Saudi menghabiskan triliunan rupiah untuk menyebarluaskan paham Wahabi ke negara-negara muslim moderat. Raja Fahad bin Abdul Aziz menggelontorkan US$ 75 miliar untuk menyiarakan ajaran Wahabi selama berkuasa pada 1975-1982. Anggaran sebanyak itu telah dipakai untuk untuk membangun 200 kampus, 210 pusat egiatan Islam, 1.500 masjid, dan dua ribu madrasah.

Namun Saudi sejak Bin Salman menjadi putera mahkota mulai putar haluan. Mereka ingin mengubah reputasinya sebagai penyokong Islam ultra-konservatif. Melalui Visi 2030, Bin Salman ingin mengubah Saudi menjadi negara industri. Polisi-polisi syariah dilarang menangkap orang sembarangan karena dianggap tidak mematuhi aturan berkapaian islami.

Alhasil, hal-hal tabu dalam tradisi dan budaya warga Saudi diperlonggar. Bioskop boleh beroerasi setelah dilarang selama 35 tahun. Kepada stasiun televisi CBS News pada 2018, Bin Salman mengatakan perempuan Saudi tidak wajib bercadar. "Keputusannya diserahkan kepada kaum hawa untuk menentukan pakaian sopan dan terhormat seperti apa ingin mereka kenakan," tuturnya.

Pengadilan Tinggi di Ibu Kota Riyadh pada 2018, mengeluarkan putusan perempuan Saudi tidak wajib bercadar, cukup berjilbab saja. Namun akhirnya terdapat beberapa perempuan Saudi nekat tidak berjilbab di tempat umum.

Kaum hawa Saudi sejak Juni 2017 boleh menyetir mobil dan mengeendarai sepeda motor. mereka juga bisa berolahraga di luar rumah, termasuk bersepeda. Larangan menonton pertandingan sepak bola di stadion bagi kaum hawa, juga dicabut. Konser musik dan kafe sekarang menjadi tempat lazim bagi perempuan dan lelaki Saudi bisa berbaur.  

 

Abdurrahim bin Ahmad Mahmud al-Huwaiti, lelaki dari Suku Huwaitat dibunuh pasukan keamanan Arab Saudi pada 16 April 2020 karena menolak rumahnya digusur untuk proyek Neom. (Video screencapture)

Bin Salman putus sambungan Internet di 30 desa Suku Huwaitat sejak enam bulan lalu

Aktivis dari Suku Huwaitat berencana menggugat Bin Salman di pengadilan Inggris dan Amerika Serikat.

Dokumen kerajaan memperlihatkan daftar 23 jabatan Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Said bin Nasir al-Ghamdi)

Sebagai penguasa Saudi, Raja Salman punya tujuh jabatan dan Bin Salman 23 jabatan

Bin Salman, di samping menjadi putera mahkota, juga menjabat wakil presiden dewan menteri, wakil presiden dewan militer, presiden dewan keluarga kerajaan, menteri pertahanan.

Mantan Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Nayif. (Arab News)

Disiksa dalam tahanan, mantan putera mahkota Saudi sudah susah untuk berjalan

Bin Nayif ditahan bareng 19 pangeran Saudi lainnya, termasuk adik dari Raja Salman, sejak Maret tahun lalu.

Jamal Khashoggi, pengkritik pemerintah Arab Saudi. (Twitter)

Jamal Khashoggi akui Saudi adalah penyebar ajaran Islam tidak toleran dan ekstrem

Khashoggi bilang, "Apakah negara saya (Arab Saudi) bertanggung jawab karena membiarkan dan bahkan mendukung radikalisme?" Ya dan mereka mesti bertanggung jawab atas hal itu."





comments powered by Disqus