kabar

Cara Bennett keluar dari bayang-bayang Netanyahu

Bennett juga belum bisa keluar dari gaya Netanyahu pada isu Palestina. 

15 Juni 2021 22:21

Selama 12 tahun berurutan berkuasa, 2009-12 Juni 2021 membuat apa yang telah dilakukan da  prestasi diukir Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu seolah menjadi patokan bagi para penggantinya, termasuk Naftali Bennett menjabat sejak Ahad pekan lalu. 

Terdapat empat isu dari lusinan program pemerintahan bakal dikendalikan Bennett dan Yair Lapid bergantian mempunyai kesamaan dengan kebijakan Netanyahu, yakni nuklir Iran, Palestina, pembebasan empat warga Israel dari sekapan Hamas, dan normalisasi dengan negara-negara Arab dan berpenduduk mayoritas muslim. 

Dalam isu Iran, Bennett sudah menyatakan bakal melanjutkan gaya Netanyahu. Dia menegaskan kembali pada kesepakatan nuklir dicapai di Ibu Kota Wina, Austria, pada 2015 merupakan kesalahan. "Israel bukan bagian dari pihak itu dan memiliki kebebasan bertindak untuk mencegah Iran memproduksi senjata nuklir," kata Bennett dalam pidatonya di Knesset (parlemen Israel) di hari pelantikannya. 

Bennett juga belum bisa keluar dari gaya Netanyahu pada isu Palestina. Pemerintahannya tetap mengizinkan pawai bendera di Yerusalem Timur untuk merayakan penyatuan Yerusalem Barat dan Timur, meski bisa memicu perang lagi. 

Bennett telah pula memperingatkan Hamas: kalau berani menembakkan roket ke wilayah Israel, negara Zionis tidak segan membalas dengan keras. Persis perang terbaru terjadi pada 10-20 Mei. 

Mirip Netanyahu, program Bennett tidak menyebut tentang dimulainya kembali perundingan dengan Palestina, mandek sedari negosiasi di Annapolis, Amerika Serikat. pada 2008.

Bennett bahkan menyokong proposal damai versi Trump, yaitu memajukan perekonomian dan kesejahteraan rakyat Palestina di Tepi Barat dan Jalur tanpa harus ada negara Palestina. 

Bennett juga mendorong lebih banyak lagi para imigran Yahudi dari seluruh dunia untuk datang dan menetap di Israel. Dia pernah bilang mendukung aneksasi 60 persen wilayah Tepi Barat. 

Berkaitan isu empat sandera Israel, Bennett berjanji untuk membebaskan dua mayat bernama Hadar Goldin dan Shaul Oron, serta Avera Mengitsu dan Hisyam as-Sayyid dari tangan Hamas. 

Bennett baru bisa dikatakan lepas dari bayang-bayang Netanyahu kalau mampu membebaskan mereka. 

Pemimpin Hamas di Jalur Gaza Yahya Sinwar sudah mengatakan siap menukar tahanan dengan Israel. Dia mengisyaratkan Hamas akan menuntut 1.111 tahanan Hamas dalam penjara-penjara Israel dilepas. 

Ketika kedua pihak sepakat bertukar tawanan pada 2011, satu serdadu Israel bernama Kopral Gilad Shalit ditukar dengan 1.027 tahanan Hamas, termasuk Yahya Sinwar. 

Buat isu normalisasi, Bennett harus mampu menggaet negara Arab atau muslim untuk membina hubungan diplomatik dengan negara Zionis itu. Atau mengajak negara lain membuka kedutaan besarnya di Yerusalem. 

Terkait isu ini, prestasi Netanyahu jempolan. Tahun lalu, hanya dalam empat bulan, pemimpin Partai Likud dapat membujuk Uni Emirat Arab, Bahrain, Sudan, dan Maroko buat menjalin relasi resmi dengan Israel. 

Tren positif ini berlanjut dengan Kosovo pada 1 Februari lalu. Bahkan Kosovo akhirnya menjadi negara muslim pertama mempunyai kedutaan di Yerusalem, diresmikan Maret tahun ini. 

Sebelumnya, Netanyahu sukses mengajak Amerika, disusul Guatemala, untuk memindahkan kedutaan dari Ibu Kota Tel Aviv ke Yerusalem pada pertengahan Mei 2018. 

 

Duta Besar Uni Emirat Arab (UEA) untuk Israel Muhammad al-Khaja (kanan) bareng Presiden Israel Isaac Herzog menggunting pita pada peresmian Kedutaan Besar UEA di Ibu Kota Tel Aviv, Israel, 14 Juli 2021. (Twitter/@AmbAlKhaja)

Bennett dan Bin Zayid sepakat buat bertemu

Ini percakapan telepon pertama antara kedua pemimpin itu.

Menteri Luar Negeri Israel Yair Lapid. (Twitter/@yairlapid)

Menteri luar negeri Israel akan melawat ke Maroko

Sehabis itu, Nasir Burithah bakal melakoni kunjungan balasan ke Israel.

Perdana Menteri Israel Naftali Bennett, baru dilantik pada 13 Juni 2021, di ruang kerjanya. (Amos Ben Gershom/GPO)

Perdana menteri Israel bertemu raja Yordania secara rahasia pekan lalu

Bennett menawarkan tambahan pasokan air kepada Raja Abdullah.

Menteri Luar Negeri Israel Yair Lapid saat membuka papan nama Konsulat Jenderal Israel di Kota Dubai, Uni Emirat Arab, 30 Juni 2021. (Shlomi Amsalem/GPO)

Lapid: Israel ingin menjalin hubungan diplomatik dengan Arab Saudi

Lapid melawat dua hari ke UEA buat meresmikan Kedutaan Israel di Abu Dhabi dan konsulatnya di Dubai.





comments powered by Disqus