kabar

Dua negara Arab pertama ucapkan selamat kepada pemerintahan baru Israel

UEA bareng Bahrain, Sudan, dan Maroko tahun lalu sepakat membina hubungan diplomatik dengan Israel di bawah kerangka Perjanjian Ibrahim. 

16 Juni 2021 09:40

Bahrain dan Uni Emirat Arab menjadi dua negara Arab pertama menyampaikan selamat atas pemerintahan baru Israel. Ucapan itu mereka sampaikan Senin lalu atau sehari setelah kabinet Perdana Menteri Naftali Bennett dilantik. 

Bennett akan bergantian dengan Yair Lapid memimpin negara Zionis untuk empat tahun mendatang setelah berhasil mendepak Benjamin Netanyahu, berkuasa selama 12 tahun terakhir dan merupakan perdana menteri terlama sepanjang sejarah Israel. Bennett bakal menjadi perdana menteri hingga Agustus 2023, kemudian dilanjutkan oleh Lapid sampai November 2025. 

Putera Mahkota Bahrain Syekh Salman bin Isa bin Hamad al-Khalifah berharap pemerintahan Bennett bakal sukses dalam tugasnya. "Untuk memperkuat pembangunan, stabilitas, dan perdamaian di kawasan serta dunia," kata Syekh Salman melalui keterangan tertulis, seperti dilansir kantor berita resmi Bahrain News Agency.

Sedangkan Menteri Luar Negeri Uni Emirat Arab (UEA) Syekh Abdullah bin Zayid an-Nahyan menelepon Menteri Luar Negeri Israel Yair Lapid. "Keduanya membahas kerjasama bilateral dan kelanjutan dari Perjanjian Ibrahim," ujar Kementerian Luar Negeri UEA lewat Twitter. 

Lapid mengaku girang bisa berbicara dengan Syekh Zayid. Dia berharap bisa membangun kerjasama erat dan unik sehingga bermanfaat bagi kedua negara serta Timur Tengah. 

UEA bareng Bahrain, Sudan, dan Maroko tahun lalu sepakat membina hubungan diplomatik dengan Israel di bawah kerangka Perjanjian Ibrahim. 

 

 

Duta Besar Uni Emirat Arab (UEA) untuk Israel Muhammad al-Khaja (kanan) bareng Presiden Israel Isaac Herzog menggunting pita pada peresmian Kedutaan Besar UEA di Ibu Kota Tel Aviv, Israel, 14 Juli 2021. (Twitter/@AmbAlKhaja)

Bennett dan Bin Zayid sepakat buat bertemu

Ini percakapan telepon pertama antara kedua pemimpin itu.

Duta Besar Uni Emirat Arab (UEA) untuk Israel Muhammad al-Khaja (kanan) bareng Presiden Israel Isaac Herzog menggunting pita pada peresmian Kedutaan Besar UEA di Ibu Kota Tel Aviv, Israel, 14 Juli 2021. (Twitter/@AmbAlKhaja)

UEA resmikan kedutaannya di Tel Aviv

Kosovo menyusul pada 1 Februari tahun ini dan membuka kedutaannya di Yerusalem sebulan kemudian. 

Undangan acara peresmian Kedutaan Besar Uni Emirat Arab di Ibu Kota Tel Aviv, Israel, pada 14 Juli 2021. (Albalad.co/Supplied)

UEA akan resmikan kedutaannya di Tel Aviv Rabu pekan ini

Presiden Israel Isaac Herzog dijadwalkan hadir dalam peresmian itu. 

Menteri Luar Negeri Israel Yair Lapid (kanan) saat meresmikan Konsulat Jenderal Israel di Dubai, Uni Emirat Arab, 30 Juni 2021. (Shlomi Amsalem/GPO)

Lima ribu warga Israel dapat kewarganegaraan UEA

Para pengguna Twitter mencemaskan kalau makin banyak orang Israel menjadi warga UEA bisa mengancam identitasnya sebagai negara Arab dan islami. 





comments powered by Disqus