kabar

Keponakan Raja Salman divonis hukuman mati karena rencanakan kudeta

Pangeran Fahad bin Turki dan putranya dibekuk dalam kampanye antikorupsi dilancarkan oleh Bin Salman.

30 Juni 2021 07:37

Sebuah pengadilan militer di Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi, telah memvonis Letnan Jenderal Pangeran Fahad bin Turki bin Abdul Aziz dengan hukuman mati. Dia didakwa berencana menggulingkan pamannya, Raja Salman bin Abdul Aziz, dan Putera Mahkota Pangeran Muhammad bin Salman, seperti dilansir the Institute for Gulf Affairs Ahad pekan lalu.

Lembaga kajian berkantor di Ibu Kota Washington DC, Amerika Serikat, ini mendapat informasi dari seorang kerabat Pangeran Fahad bin Turki menolak ditulis identitasnya. Sumber itu bilang dia diberitahu oleh seorang mantan pejabat senior di Riyadh tentang hukuman mati bagi Pangeran Fahad bin Turki melalui pesan singkat.

Pangeran Fahad bin Turki ditangkap bareng putranya, Pangeran Abdul Aziz bin Fahad, pada Sepetmber tahun lalu. Tidak lama kemudian, Pangeran Fahad bin Turki dicopot dari jabatannya sebagai komandan pasukan koalisi untuk Perang Yaman, dan anaknya dipecat dari posisi wakil gubernur Prvinsi Al-Jauf.

Keduanya dibekuk dalam kampanye antikorupsi dilancarkan oleh Bin Salman.

Sila baca:

Bin Salman tangkap dua pangeran Saudi dengan tuduhan korupsi

Berebut takhta negara Kabah

the Institute for Gulf Affairs mengaku memperoleh lusinan dokumen rahasia Saudi menyebutkan secara rinci pemberian lahan kepada empat anak Pangeran fahad bin Turki, buat membangun seratus rumah di Riyadh.

Bocoran dokumen dari Kementerian kehakiman Arab Saudi menyatakan hampir satu kilometer persegi tanah di Riyadh telah diberikan kepada empat anak Pangeran Fahad bin Turki pada 2014, semasa kakek mereka, Raja Abdullah bin Abdul Aziz memerintah.

Pangeran Fahad bin Turki menikah dengan Puteri Abir, anak perempuan dari mendiang Raja Abdullah.

Sumber itu mengungkapkan Puteri Abir sudah pindah menetap di Skotlandia sebelum suami dan putranya itu ditangkap. Dia menambahkan penangkapan terhadap Pangeran Fahad bin Turki dan anaknya merupakan upaya Bin Salman untuk merampas fulus mereka.

Puteri Abir memang dikenal spertajir. Dia memiliki beragam perusahaan dengan aset miliaran dolar Amerika Serikat di seluruh dunia.

Pangeran Fahad bin Turki, 62 tahun ditunjuk untuk memimpin pasukan koalisi dalam Perang Yaman sejak Februari 2018. Dia pernah menjabat panglima angkatan darat dan memimpin pasukan khusus.

Pangeran Fahad bin Turki bergabung dengan militer pada 1983. Dia pernah menjalani pendidikan militer di the US Army Field Artillery School, Fort Benning, Georgia, Amerika, pada 1984.

 

 

Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz mengadakan pembicaraan dengan Menteri Luar Negeri Inggris Dominic Raab di  istananya di Ibu Kota Riyadh. Itulah kali terakhir Raja Salman menerima lawatan tamu asing di Riyadh. (SPA)

Di manakah Raja Salman?

Ketidakhadiran Raja Salman di Riyadh sampai sekarang, menurut the Guardian, menjadi bukti Bin Salman sekarang adalah penguasa baru Saudi.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Arab News)

Bin Salman tangkap dua pangeran Saudi dengan tuduhan korupsi

Raja Salman telah memecat komandan pasukan koalisi di Yaman Letnan Jenderal Pangeran Fahad bin Turki bin Abdul Aziz dan putranya, Wakil Gubernur Provinsi Al-Jauf Pangeran Abdul Aziz bin Fahad bin Turki, dari jabatannya.

Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz mendarat di Bandar Udara Halim Perdanakusuma pada 1 Maret 2017. Dia disambut oleh Presiden Joko Widodo. (Dokumentasi Albalad.co)

Raja Salman tidak pernah muncul di depan publik sejak dua hari sebelum Idul Adha

"Rekaman video Raja Salman meninggalkan rumah sakit pada hari Arafah adalah kunjungan sebelumnya ke dokter spesialis," kata sumber Albalad.co

Mahyor Jenderal Abdul Aziz Badah al-Fagham, pengawal prubadi Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz. (Courtesy: Bandar al-Galud)

Raja Salman dikabarkan meninggal

Tenaga medis diisolasi agar tidak membocorkan informasi mengenai keadaan Raja Salman sebenarnya. 





comments powered by Disqus