kabar

Lima ribu warga Israel dapat kewarganegaraan UEA

Para pengguna Twitter mencemaskan kalau makin banyak orang Israel menjadi warga UEA bisa mengancam identitasnya sebagai negara Arab dan islami. 

02 Juli 2021 21:45

Dalam tiga bulan terakhir, April-Juni, sekitar lima ribu warga Israel telah mendapatkan kewarganegaraan Uni Emirat Arab (UEA), seperti dilansir situs berita berbahasa Arab Emirates Leaks kemarin. 

Sejumlah sumber terpercaya mengungkapkan kepada Emirates Leaks, mereka telah membaca dokumen menunjukkan ribuan warga Israel memperoleh paspor negara Arab Teluk itu dengan samaran berinvestasi, kebanyakan di Abu Dhabi dan Dubai. 

Sesuai aturan baru, warga asing dari seluruh dunia ingin memperoleh kewarganegaraan UEA tidak perlu melepas kewarganegaraan asal. Mereka bisa berpaspor UEA adalah investor, dokter, ilmuwan, seniman, pemikir, atau orang memiliki bakat istimewa. 

"Dengan paspor UEA, orang-orang dari negara Zionis itu bisa melawat ke negara-negara Arab dan Teluk lainnya tanpa perlu visa," kata beberapa sumber itu.

Februari lalu, surat kabar Haaretz menulis berdasarkan Perjanjian Ibrahim diteken antara UEA dan Israel tahun lalu, orang berpaspor Israel memang berpeluang menjadi warga UEA. Kesempatan kian terbuka lebar setelah UEA mengubah undang-undang kewarganegaraannya. 

Banyak pihak telah memperingatkan kemudahan orang asing menjadi warga UEA berbahaya bagi kondisi demografis UEA di masa depan. 

Akademisi bernama Abdul Khaliq Abdullah menyoroti ratusan warga asing baru mendapat paspor UEA tidak bisa berbahasa Arab dan non-muslim. "Orang-orang ini tidak mengenal kebiasaan, tradisi, dan nilai-nilai warga Emirati," ujar Abdul Khaliq melalui Twitter. "Kita juga tidak tahu seberapa setia mereka terhadap negara ini."

Para pengguna Twitter mencemaskan kalau makin banyak orang Israel menjadi warga UEA bisa mengancam identitasnya sebagai negara Arab dan islami. 

Dihubungi Albalad.co melalui pesan WhatsApp, juru bicara Kementerian Luar Negeri Israel Lior Haiat membantah kabar lima ribu warganya sudah berpaspor UEA. "Itu tidak benar," ucapnya. 

Dia mengaku tidak mengetahui apakah ada orang Israel mengajukan permohonan untuk menjadi warga UEA. 

 

 

 

Duta Besar Uni Emirat Arab (UEA) untuk Israel Muhammad al-Khaja (kanan) bareng Presiden Israel Isaac Herzog menggunting pita pada peresmian Kedutaan Besar UEA di Ibu Kota Tel Aviv, Israel, 14 Juli 2021. (Twitter/@AmbAlKhaja)

Bennett dan Bin Zayid sepakat buat bertemu

Ini percakapan telepon pertama antara kedua pemimpin itu.

Duta Besar Uni Emirat Arab (UEA) untuk Israel Muhammad al-Khaja (kanan) bareng Presiden Israel Isaac Herzog menggunting pita pada peresmian Kedutaan Besar UEA di Ibu Kota Tel Aviv, Israel, 14 Juli 2021. (Twitter/@AmbAlKhaja)

UEA resmikan kedutaannya di Tel Aviv

Kosovo menyusul pada 1 Februari tahun ini dan membuka kedutaannya di Yerusalem sebulan kemudian. 

Undangan acara peresmian Kedutaan Besar Uni Emirat Arab di Ibu Kota Tel Aviv, Israel, pada 14 Juli 2021. (Albalad.co/Supplied)

UEA akan resmikan kedutaannya di Tel Aviv Rabu pekan ini

Presiden Israel Isaac Herzog dijadwalkan hadir dalam peresmian itu. 

Menteri Luar Negeri Israel Yair Lapid bareng Menteri Kebudayaan Uni Emirat Arab Nurah al-Kaabi menggunting pita tanda peresmian Kedutaan Besar Israel di Ibu Kota Abu Dhabi, 29 Juni 2021. (Twitter/@yairlapid)

Menteri luar negeri Israel dan menteri kebudayaan UEA resmikan Kedutaan Israel di Abu Dhabi

Menurut Nurah al-Kaabi, menjalin relasi resmi dengan Israel banyak manfaatnya.





comments powered by Disqus