kabar

Pengiriman mahasiswa Indonesia ke Israel tertunda gegara pandemi Covid-19

Program dengan AICAT ini telah berlangsung sejak 2014. Mahasiswa-mahasiswa Indonesia dikirim ke sana belajar pertanian selama sepuluh bulan dengan pola satu hari di kelas dan lima hari magang bekerja di lahan pertanian.

07 Juli 2021 05:40

Pengiriman mahasiswa Indonesia untuk berlajar pertanian di Arava International Center for Agricultural Training (AICAT) di Israel tertunda gegara pandemi Covid-19 masih membekap dunia.

"Kami masih belum tahu apakah tahun ini bisa mengirim mahasiswa untuk belajar di AICAT," kata Costa, koordinator mahasiswa Indonesia di Israel, kepada Albalad.co melalui telepon WhatsApp beberapa hari lalu. Meski begitu, dia bilang proses seleksi seperti biasa, sudah selesai Maret lalu.

Dihubungi terpisah lewat pesan WhatsApp, seorang pengusaha berdarah Tionghoa merupakan inisiator dari program pengiriman mahasiswa Indonesia ke AICAT, mengakui sampai saat ini belum diketahui apakah tahun ini bisa mengirim mahasiswa Indonesia ke sana. "Kuotanya belum diketahui," ujarnya.

Sila baca: Kami butuh dukungan pengusaha untuk praktekkan ilmu pertanian kami pelajari di Israel

Program dengan AICAT ini telah berlangsung sejak 2014. Mahasiswa-mahasiswa Indonesia dikirim ke sana belajar pertanian selama sepuluh bulan dengan pola satu hari di kelas dan lima hari magang bekerja di lahan pertanian.

Di AICAT saban tahun terdapat seribuan pelajar dari berbagai negara, seperti dari Afrika dan Pasifik. AICAT berlokasi di wilayah Arava, antara Laut Mati dan Laut Merah di selatan Israel.

Wisuda mahasiswa Indonesia belajar pertanian di Israel pada 20 Mei 2021. (Albalad.co)

Kami butuh dukungan pengusaha untuk praktekkan ilmu pertanian kami pelajari di Israel

Belajar ilmu pertanian di Israel berarti belajar menyayangi tanaman kita.

Rombongan 41 mahasiswa Indonesia di Bandar Udara Ben Gurion di Ibu Kota Tel Aviv, Israel, pada Juni 2021 jelang kepulangan ke Indonesia. (Albalad.co)

Rombongan mahasiswa Indonesia selesai belajar di Israel telah tiba di Jakarta

Mereka termasuk dalam 81 mahasiswa Indonesia belajar pertanian di Arava International Center for Agricultural Training (AICAT) untuk periode 2019-2020.

Sebanyak 41 mahasiswa Indonesia pada 8 Juni 2021 menjalani tes PCR sebelum terbang meninggalkan Israel pada 10 Juni 2021. Mereka kembali ke tanah air setelah belajar pertanian di kampus AICAT di selatan Israel. (Albalad.co)

Belajar bertani di negara Zionis

Sayangnya tidak ada keterlibatan pemerintah Indonesia. Alhasil, setiap lulusan AICAT tidak tersalurkan ilmu dan pengalamannya.

Sebanyak 60 mahasiswa Indonesia belajar pertanian di Israel diwisuda pada 20 Mei 2021. (Albalad.co)

44 mahasiswa Indonesia tersisa tinggalkan Israel Kamis pekan depan

Sebanyak 60 orang ini bagian dari 81 mahasiswa Indonesia belajar pertanian di Israel buat periode 2019-2020. 





comments powered by Disqus