kabar

Disiksa dalam tahanan, mantan putera mahkota Saudi sudah susah untuk berjalan

Bin Nayif ditahan bareng 19 pangeran Saudi lainnya, termasuk adik dari Raja Salman, sejak Maret tahun lalu.

11 Juli 2021 11:43

Keadaan mantan Putera Mahkota Arab Saudi ditahan oleh adik sepupunya, Putera Mahkota Pangeran Muhammad bin Salman menyedihkan. Menurut dua sumber mengetahui kondisinya namun menlak ditulis namanya mengungkapkan bobot 22,7 kilogram dan tidak dapat berjalan tanpa dibantu.

Pangeran berumur 62 tahun itu menderita luka serius di kedua kakinya lantaran sering dipukuli. Obat penghilang arasa nyeri juga sudah tidak berikan kepada Bin Nayif.

"Dia tidak dibolehkan keluar dan terkurung dalam ruang tahanannya," kata salah satu sumber kepada stasiun televisi NBC News akhir bulan lalu. Sepanjang hari, dia tidak melihat siapapun dan tidak diberi akes untuk bertemu dokter pribadi atau pengacaranya."

Perlakuan buruk terhadap keponakan dari Raja Salman bin Abdul Aziz itu pertama kali ditulis oleh surat kabar the Sunday Times Maret lalu.

Bin Nayif ditahan atas perintah Bin Salman sejak Maret tahun lalu bareng sekitar 19 pangeran Saudi lainnya, termasuk Pangeran Ahmad bin Abdul Aziz merupakan adik dari Raja Salman. Anak kesayangan Raja Salman ini menganggap keduanya sebagai penghalang bagi dirinya untuk duduk di singgasana engara Kabah itu.

Bin Nayif ditahan tanpa dakwaan atau melalui proses peradilan. Seorang sumber bilang ada bukti dia disekap di dalam sebuah kantor pemerintahterletak bersebelahan dengan Istana Al-Yamamah tempat tinggal Raja Salman, di Ibu Kota Riyadh.

Tidak jelas apakah pemerintahan Presiden Amerika Serikat Joe Biden campur tangan diam-diam terhadap nasib Bin Salman. Tapi kondisi penahanannya mulai membaik baru-baru ini. Kerabatnya telah diizinkan buat menjenguk.

Mantan kepala badan intelijen Saudi itu adalah sekutu dekat Amerika sejak lama ketika negara adikuasa itu melancarkan perang global terhadap jaringan Al-Qaidah, dipimpin Usamah Bin Ladin, warga saudi berdarah Yaman tewas disergap pasukan elite Amerika di Kota Abbottabad, Pakista, awal Mei 2011.

Bin Nayif lolos dari empat kali usaha pembunuhan, termasuk dari seorang pengebom bunuh diri pada 2009. Dia menyamar ingin menyerahkan diris ecara langsung kepada Bin Nayif. Dia duduk seruangan dengan sasaran. Bom itu disembunyikan di dalam dubur pelaku dan diledakkan dari jarak jauh. Bin Nayif selamat dan hanya mengalami cedera ringan.

Menanggapi permintaan wawancara oleh NBC News, seorang juru bicara Kedutaan Besar Arab Saudi di Ibu Kota Washington DC menolak berkomentar.

Presiden Biden memang belum berbicara tentang Bin Nayif secara terbuka. Tapi laporan tahunan hak asasi manusia di seluruh dunia 2020 dirilis Departemen Luar negeri Amerika menyebutkan Washington DC prihatin dengan keadaan Bin Nayif: keberadaannya tidak diketahui hingga lima bulan setelah ditangkap dan dkter pribadinya dilarang menengok.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Arab News)

Dibekuk pasukan loyalis Bin Salman tahun lalu, nasib anak Raja Abdullah belum diketahui

Pangeran Faisal bin Abdullah ditahan sejak 27 Maret 2020.

Pangeran Turki bin Abdullah, putra ketujuh dari mendiang Raja Arab Saudi Abdullah bin Abdul Aziz. (Saudi Leaks)

Bin Salman tahan anak Raja Abdullah sejak 2017, pihak keluarga baru sekali menjenguk

Bin Salman juga berusaha merampas dana milik Yayasan Raja Abdullah senilai US$ 20-30 miliar. 

Jamal Khashoggi, pengkritik pemerintah Arab Saudi. (Twitter)

Jamal Khashoggi akui Saudi adalah penyebar ajaran Islam tidak toleran dan ekstrem

Khashoggi bilang, "Apakah negara saya (Arab Saudi) bertanggung jawab karena membiarkan dan bahkan mendukung radikalisme?" Ya dan mereka mesti bertanggung jawab atas hal itu."

Mantan Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Nayif. (Arab News)

Mantan putera mahkota Saudi kesakitan dan jadi kurus dalam penjara

Pihak keluarga dan dokter pribadi juga dilarang membesuk Bin Nayif.





comments powered by Disqus