kabar

Sudah setahun tidak ada kabar soal putri Raja Saudi dari dalam penjara

Puteri Basmah dan anak perempuannya ditahan sejak Februari 2019.

16 Juli 2021 07:12

Pihak keluarga mencemaskan kesehatan dan keadaan Puteri Basmah binti Saud, anak bungsu dari mendiang Raja Arab Saudi Saud bin Abdul Aziz, ditahan sejak akhir Februari 2019. Dia kini mendekam dalam Penjara Al-Hayir, khusus bagi tahanan politik dan terorisme, terletak di pinggiran Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi.

Seorang sumber dekat keluarga Puteri Basmah bilang kepada Middle East Eye, komunikasi antara anggota kerabat dan perempuan 57 tahun itu sudah terputus sejak Mei tahun lalu, ketika dia melalui Twitter memohon kebebasan kepada Raja Salman bin Abdul Aziz dan Putera Mahkota Pangeran Muhammad bin Salman.

"Kami tidak dapat menghubungi dia lagi, kami tidak bisa berbicara dengan dia lagi...tapi kami tahu dia membutuhkan perawatan serius," kata sumber itu.

Apa penyakit diderita Puteri Basmah belum jelas, namun dia sempat menjalani operasi sebelum ditangkap.

Sila baca:

Diculik dari apartemen di Jeddah

Rintihan dari dalam penjara

Henri Estramant, teman sekaligus penasihat hukum keluarga, mengungkapkan Puteri Basmah sudah tidak mendapat penanganan medis dan obat-obatan sedari ditahan dua tahun lalu. "Dia pernah dirawat di Swiss, lima tahun lalu, karena sakit jantung," ujarnya kepada Middle East Eye.

Puteri Basmah dibekuk bareng anak perempuannya, Suhud asy-Syarif, dari rumahnya di Kota Jeddah. Namun sampai sekarang, kata Estramant, tidak ada dakwaan dikenakan terhadap keduanya.

Puteri Basmah memang dikenal vokal. Dia pernah mengusulkan Saudi diubah menjadi monarki konstitusional bukan absolut seperti saat ini. Dia juga mengkritik keberadaan polisi syariah serta isu perempuan dan hak asasi manusia di negara Kabah itu, termasuk, tentang Perang Yaman.

 

 

Mantan Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Nayif. (Arab News)

Disiksa dalam tahanan, mantan putera mahkota Saudi sudah susah untuk berjalan

Bin Nayif ditahan bareng 19 pangeran Saudi lainnya, termasuk adik dari Raja Salman, sejak Maret tahun lalu.

Jamal Khashoggi, pengkritik pemerintah Arab Saudi. (Twitter)

Jamal Khashoggi akui Saudi adalah penyebar ajaran Islam tidak toleran dan ekstrem

Khashoggi bilang, "Apakah negara saya (Arab Saudi) bertanggung jawab karena membiarkan dan bahkan mendukung radikalisme?" Ya dan mereka mesti bertanggung jawab atas hal itu."

Mantan komandan pasukan koalisi untuk Perang Yaman Letnan Jenderal Pangeran Fahad bin Turki bin Abdul Aziz. (Arab News)

Keponakan Raja Salman divonis hukuman mati karena rencanakan kudeta

Pangeran Fahad bin Turki dan putranya dibekuk dalam kampanye antikorupsi dilancarkan oleh Bin Salman.

Jamal Khashoggi, pengkritik pemerintah Arab Saudi. (Twitter)

Empat dari 15 agen Saudi pembunuh Khashoggi jalani pelatihan paramiliter di Amerika

Mereka menjalani pelatihan pada 2017. Dua dari keempat agen Saudi itu pernah mengikuti pelatihan serupa di Tier 1 Group dari Oktober 2014 hingga Januari 2015.





comments powered by Disqus