kabar

Bin Salman tahan anak Raja Abdullah sejak 2017, pihak keluarga baru sekali menjenguk

Bin Salman juga berusaha merampas dana milik Yayasan Raja Abdullah senilai US$ 20-30 miliar. 

31 Juli 2021 21:32

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman telah menahan Pangeran Turki bin Abdullah, putra dari mendiang Raja Abdullah bin Abdul Aziz, sejak awal November 2017 namun keluarganya baru sekali diizinkan menjenguk. 

Beberapa kerabatnya bilang kepada Saudi Leaks, Bin Salman membolehkan keluarga menengok Pangeran Turki Februari lalu, ketika kesehatannya memburuk. Sehabis itu, mereka tidak pernah diberi kesempatan menjenguk. 

Keluarga mencemaskan kondisi Pangeran Turki. Mereka juga tidak mengetahui di mana putra ketujuh dari almarhum Raja Abdullah itu ditahan. 

Ketika Pangeran Turki ditangkap bareng sejumlah pangeran, konglomerat, pejabat, dan perwira militer atas sangkaan korupsi, mereka ditempatkan di Hotel Ritz Carlton di Ibu Kota Riyadh. 

Secara keseluruhan terdapat 201 tahanan, termasuk Pangeran Al-Walid bin Talal dan Bakr Bin Ladin, pemilik perusahaan kontruksi terbesar di Saudi bernama Saudi Binladin Group, akhirnya diambil alih pemerintah Saudi.

Sejak ditahan di Ritz Carlton hingga  Februari tahun ini, pihak keluarga baru sekali diizinkan menjenguk Pangeran Turki. Dia dituding terlibat korupsi dalam proyek kereta metro Riyadh. 

Selain Pangeran Turki, 48 tahun, Bin Salman juga membekuk dua anak mendiang Raja Abdullah lainnya, pengusaha Pangeran Khalid bin Abdullah dan mantan Menteri Garda Nasional Pangeran Mutaib bin Abdullah. 

Kepala staf Pangeran Turki, Jenderal Ali al-Qahtani, juga ditahan dan meninggal secara misterius dalam penjara. 

Enam hari setelah Raja Salman bin Abdul Aziz naik takhta pada Januari 2015, Pangeran Turki dicopot dari jabatan gubernur Provinsi Riyadh. 

Pangeran Turki juga seorang pilot pesawat tempur. 

Bin Salman juga berusaha merampas dana milik Yayasan Raja Abdullah senilai US$ 20-30 miliar. 

Untuk mengamankan jalannya menuju singgasana, Bin Salman menangkapi para pangeran berpengaruh dari keluarga mendiang Raja Fahad, Raja Abdullah, dan Pangeran Talal bin Abdul Aziz. 

Sejak Maret tahun lalu, Bin Salman menahan sekitar 20 pangeran, termasuk eks Putera Mahkota Pangeran Muhammad bin Nayif dan Pangeran Ahmad bin Abdul Aziz, adik dari Raja Salman. 

 

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Arab News)

Dibekuk pasukan loyalis Bin Salman tahun lalu, nasib anak Raja Abdullah belum diketahui

Pangeran Faisal bin Abdullah ditahan sejak 27 Maret 2020.

Mantan Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Nayif. (Arab News)

Disiksa dalam tahanan, mantan putera mahkota Saudi sudah susah untuk berjalan

Bin Nayif ditahan bareng 19 pangeran Saudi lainnya, termasuk adik dari Raja Salman, sejak Maret tahun lalu.

Jamal Khashoggi, pengkritik pemerintah Arab Saudi. (Twitter)

Jamal Khashoggi akui Saudi adalah penyebar ajaran Islam tidak toleran dan ekstrem

Khashoggi bilang, "Apakah negara saya (Arab Saudi) bertanggung jawab karena membiarkan dan bahkan mendukung radikalisme?" Ya dan mereka mesti bertanggung jawab atas hal itu."

Mantan komandan pasukan koalisi untuk Perang Yaman Letnan Jenderal Pangeran Fahad bin Turki bin Abdul Aziz. (Arab News)

Keponakan Raja Salman divonis hukuman mati karena rencanakan kudeta

Pangeran Fahad bin Turki dan putranya dibekuk dalam kampanye antikorupsi dilancarkan oleh Bin Salman.





comments powered by Disqus