kabar

Iran larang warganya kunjungi Afghanistan

Pertempuran antara Taliban dan pasukan pemerintah Afghanistan dalam beberapa hari terakhir untuk memperebutkan tiga ibu kota provinsi, yakni Kandahar (Provinsi Kandahar), Herat (Provinsi Herat), dan Lasykargah (Provinsi Helmand).

01 Agustus 2021 15:01

Pemerintah Iran melalui kedutaan besarnya di Ibu Kota Kabul, Afghanistan, hari ini mengeluarkan larangan berkunjung bagi warganya ke negara Asia Tengah itu karena situasi keamanan mencemaskan.

Perebutan wilayah telah membuat perang makin sengit antara Taliban dengan pasukan pemerintah Afghanistan setelah pasukan koalisi dipimpin Amerika Serikat mulai meninggalkan negeri ini sedari awal Mei lalu.

"Jika ada kebutuhan mendesak untuk melakukan perjalanan ke Afghanistan, mereka dapat melakukan perjalanan ke Kabul hanya untuk waktu terbatas dengan jaminan penerbangan kembali, serta sebelum ya berkoordinasi dengan pihak kedutaan," kata Kedutaan Iran di Kabul melalui situs resminya.

Sedangkan untuk warga Iran tinggal dan bekerja di Afghanistan, kecuali di Kabul, disarankan untuk segera meninggalkan negara itu.

Pertempuran antara Taliban dan pasukan pemerintah Afghanistan dalam beberapa hari terakhir untuk memperebutkan tiga ibu kota provinsi, yakni Kandahar (Provinsi Kandahar), Herat (Provinsi Herat), dan Lasykargah (Provinsi Helmand).

Wakil Perdana Menteri Pertama Afghanistan Mullah Abdul Ghani Baradar menerima delegasi Kirgistan di Ibu Kota Kabul, 23 September 2021. (Albalad.co/Supplied)

Organisasi kemanusiaan dan dua konglomerat Israel evakuasi warga Afghanistan

Lusinan perempuan Afghanistan ini kemudian dikirim ke Uni Emirat Arab untuk ditampung sementara, sebelum bisa pindah menetap di Kanada. 

Mantan Kepala Staf Angkatan Darat Afghanistan Jenderal Bismillah Muhammadi Khan (kiri) dan Jenderal Syarif Yaftali pindah ke Tajikistan setelah diusir dari Uni Emirat Arab. (Albalad.co/Supplied)

UEA usir dua jenderal Afghanistan

Bismillah Khan dan Yaftali bergabung dengan eks Wakil Presiden Amrullah Saleh dan Ahmad Masud Junior lebih dulu pindah ke Tajikistan. 

Wakil Perdana Menteri Pertama Afghanistan Mullah Abdul Ghani Baradar saat berada di Kota Kandahar membantah berita bohong menyebutkan dirinya luka atau tewas karena berkonflik dengan kelompok Haqqani di Ibu Kota Kabul. (Albalad.co/Supplied)

Dua pentolan Taliban pro-Iran akhirnya masuk pemerintahan baru Afghanistan

Hasan Ghiasi, beretnis Hazara, dipilih menjadi Wakil Menteri Kesehatan.

Wakil Pemimpin Taliban Urusan Politik Mullah Abdul Ghani Baradar ketika bertamu ke kediaman resmi Wakil Presiden Muhammad Jusuf Kalla di Jakarta, Juli 2019. (Dokumentasi Albalad.co)

Mantan kepala intelijen Saudi bertemu dua pejabat Taliban

Relasi kedua pihak putus setelah Taliban menolak mengekstradisi pendiri jaringan Al-Qaidah Usamah Bin Ladin merupakan warga Saudi.





comments powered by Disqus