kabar

Dibekuk pasukan loyalis Bin Salman tahun lalu, nasib anak Raja Abdullah belum diketahui

Pangeran Faisal bin Abdullah ditahan sejak 27 Maret 2020.

13 Agustus 2021 15:51

Sejak ditangkap oleh pasukan setia kepada Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman tahun lalu, pihak keluarga belum mengetahui nasib dari Pangeran Faisal bin Abdullah, putra dari mendiang Raja Abdullah bin Abdul Aziz. 

Seorang sumber dekat dengan Pangeran Faisal mengungkapkan kepada Business Insider, kerabat pangeran belum memperoleh informasi di mana dia ditagan, bagaimana kondisinya saat ini, dan apa alasan penahanannya. 

Namun sumber itu bilang Pangeran Faisal dibekuk karena memiliki hubungan dekat dengan Pangeran Ahmad bin Abdul Aziz, paman dari Bin Salman merupakan satu-satunya adik kandung dari Raja Salman bin Abdul Aziz. 

Pangeran Ahmad, dianggap calon kuat buat menggantikan Raja Salman, ditangkap bareng 20 pangeran senior lainnya, termasuk mantan Putera Mahkota Pangeran Muhammad bin Nayif, sedari 5 Maret 2020. 

Sedangkan Pangeran Faisal bin Abdullah diciduk sejak 27 Maret 2020. Padahal dia pernah ikut ditahan bareng lusinan pangeran dan konglomerat Saudi di Hotel Ritz Carlton, Ibu Kota Riyadh, di awal November 2017, dengan samaran kampanye antikorupsi. 

Pangeran Faisal dibebaskan tidak lama kemudian setelah bersedia menyerahkan sebagian hartanya atau fulus dalam jumlah sangat banyak kepada Bin Salman, seperti pangeran dan pejabat Saudi lainnya. 

Hilangnya Pangeran Faisal pertama kali dilansir oleh Human Rights Watch namun tidak ada rincian mengenai kasus ini. 

Orang dekat Pangeran Faisal itu mengatakan sang pangeran ditangkap di resor pertanian milik keluarga besarnya di Janadriyah, dekat Riyadh. Pasukan loyalis Bin Salman datang ke sana menuding Pangeran Faisal terinfeksi virus Covid-19, tapi tuduhan itu dibantah. 

Mereka kemudian menyuntikkan sesuatu ke tubuh Pangeran Faisal hingga dia tidak sadar, kemudian dibawa oleh pasukan loyalis Bin Salman itu. 

Sumber ini menambahkan ketika ditangkap, Pangeran Faisal sedang sendirian. Keadaannya makin mengenaskan lantaran Pangeran Faisal tengah terbelit banyak persoalan. "Dia sedang mengalami depresi, sakit jantung, dihantam kasus perceraian, dan masalah lainnya," katanya.

Buat mengkonsolidasikan kekuatannya, Bin Salman menangkapi orang-orang dipandang bisa menghalangi dirinya menjadi raja kedelapan Saudi, termasuk anggota keluarga kerajaan. 

 

 

Mantan pejabat intelijen Arab Saudi Saad al-Jabri saat diwawancarai dalam program 60 Minutes CBS News pada 24 Oktober 2021. (CBS News)

Saad al-Jabri: Bin Salman itu psikopat

"Kami pernah menyaksikan beragam penyiksaan dan kejahatan telah dilakukan oleh pembunuh ini," kata Al-Jabri.

Pangeran Turki bin Abdullah, putra ketujuh dari mendiang Raja Arab Saudi Abdullah bin Abdul Aziz. (Saudi Leaks)

Bin Salman tahan anak Raja Abdullah sejak 2017, pihak keluarga baru sekali menjenguk

Bin Salman juga berusaha merampas dana milik Yayasan Raja Abdullah senilai US$ 20-30 miliar. 

Mantan Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Nayif. (Arab News)

Disiksa dalam tahanan, mantan putera mahkota Saudi sudah susah untuk berjalan

Bin Nayif ditahan bareng 19 pangeran Saudi lainnya, termasuk adik dari Raja Salman, sejak Maret tahun lalu.

Jamal Khashoggi, pengkritik pemerintah Arab Saudi. (Twitter)

Jamal Khashoggi akui Saudi adalah penyebar ajaran Islam tidak toleran dan ekstrem

Khashoggi bilang, "Apakah negara saya (Arab Saudi) bertanggung jawab karena membiarkan dan bahkan mendukung radikalisme?" Ya dan mereka mesti bertanggung jawab atas hal itu."





comments powered by Disqus