kabar

Cendekiawan Syiah asal Libanon dapat kewarganegaraan Arab Saudi

"Saya bersumpah atas nama Allah Maha Kuasa, saya akan bekerja dengan jujur dan yakin untuk melayani negara saya, Kerajaan Arab Saudi," ujar Muhammad al-Husaini.

17 November 2021 21:48

Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz pekan lalu memutuskan memberikan kewarganegaraan kepada 27 cendekiawan muslim asing, baik Sunni atau Syiah. Salah satunya adalah ulama Syiah moderat dari Libanon, Muhammad al-Husaini.

"Mendapatkan hibah status kewarganegaraan Saudi adalah sebuah kehormatan sekaligus kebanggaan membentuk ketaatan, kesetiaan, dan rasa memiliki," kata Al-Husaini, seperti dilansir Russia Today berbahasa Arab.

Sekretaris Jenderal Dewan Arab Islam di Libanon ini memuji Visi 2030 diluncurkan oleh Putera Mahkota Pangeran Muhammad bin Salman.

Melalui akun Twitternya Senin lalu, Al-Husaini bersumpah setia terhadap Arab Saudi dan pemimpinnya. "Saya bersumpah atas nama Allah Maha Kuasa, saya akan bekerja dengan jujur dan yakin untuk melayani negara saya, Kerajaan Arab Saudi," ujarnya.

Al-Husaini kerap menyerukan moderasi Islam dan menegaskan pentingnya untuk tidak mempolitisasi komunitas Syiah di Libanon dan mengaitkan mereka dengan partai politik tertentu.

 

Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz mengadakan pembicaraan dengan Menteri Luar Negeri Inggris Dominic Raab di  istananya di Ibu Kota Riyadh. Itulah kali terakhir Raja Salman menerima lawatan tamu asing di Riyadh. (SPA)

Di manakah Raja Salman?

Ketidakhadiran Raja Salman di Riyadh sampai sekarang, menurut the Guardian, menjadi bukti Bin Salman sekarang adalah penguasa baru Saudi.

Dokumen kerajaan memperlihatkan daftar 23 jabatan Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Said bin Nasir al-Ghamdi)

Sebagai penguasa Saudi, Raja Salman punya tujuh jabatan dan Bin Salman 23 jabatan

Bin Salman, di samping menjadi putera mahkota, juga menjabat wakil presiden dewan menteri, wakil presiden dewan militer, presiden dewan keluarga kerajaan, menteri pertahanan.

Mantan komandan pasukan koalisi untuk Perang Yaman Letnan Jenderal Pangeran Fahad bin Turki bin Abdul Aziz. (Arab News)

Keponakan Raja Salman divonis hukuman mati karena rencanakan kudeta

Pangeran Fahad bin Turki dan putranya dibekuk dalam kampanye antikorupsi dilancarkan oleh Bin Salman.

Mahyor Jenderal Abdul Aziz Badah al-Fagham, pengawal prubadi Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz. (Courtesy: Bandar al-Galud)

Netanyahu dan Bin Salman sepakat Raja Salman penghalang normalisasi hubungan Saudi-Israel

Kerjasama Saudi-Israel untuk menghadapi Iran dan di bidang perdagangan bakal meningkat.





comments powered by Disqus