kabar

Di Arab Saudi, keluarkan seseorang dari anggota grup WhatsApp bisa dipenjara

Kamis lalu, banyak warga Saudi menutup grup WhatsApp.

20 November 2021 13:57

Kehebohan meletup di Arab Saudi setelah seorang penasihat hukum bernama Ahmad Ajab Senin lalu mengatakan kepada surat kabar Makkah, admin grup WhatsApp bisa dipenjara dan dikenai denda kalau mengeluarkan seorang anggota grup.

Dia bilang kalau orang dikeluarkan itu tidak senang, maka dia bisa melapor ke polisi berdasarkan undang-undang anti kejahatan siber. Salah satu pasalnya menyatakan orang mempermalukan dan melukai orang lain melalui alat-alat teknologi informasi bisa didenda dan dipenjara.

Karena itu, Ajab menjelaskan jika orang dieluarkan dari grup WhatsApp melapor kepada pihak berwenang, admin grup WhatsApp bersangkutan dapat dipenjara setahun dan denda 500 ribu riyal. "Mengeluarkan orang dari grup WhatsApp bisa merusak moral dan akhirnya menunrunkan nilai dari orang itu dan melecehkan posisinya," katanya.

Gegara komentar Ajab ini, Al-Watan melaporkan Kamis lalu banyak warga Saudi menutup grup WhatsApp. Tapi pengacara Fawaz ad-Dakhil bilang interpretasi Ajab keliru dan berlebihan. Beleid anti kejahatan siber berlaku di Saudi tidak dapat diterapkan pada tindakan mengeluarkan orang dari grup WhatsApp.

 

Menteri Informasi Libanon George Qardahi mundur pada 3 Desember 2021. (Middle East in 24)

Menteri informasi Libanon berhenti agar hubungan dengan Saudi membaik

Qardahi menyebut Al-Hutiyun membela diri dari agresi Saudi dan sekutunya.

Nura, bukan nama sebenarnya, menjadi cacat akibat serangan udara pasukan koalisi Arab Saudi di Yaman pada 2015. (Save the Children)

Duta besar Saudi bantah negaranya ancam Indonesia untuk tolak resolusi soal perang Yaman

"Hubungan antara Saudi dan Indonesia kukuh dan tidak berdasarkan ancaman atau ketidaksepakatan," kata Isam Abid.

Grafiti menentang perang di Yaman. (Middle East Monitor)

Saudi ancam Indonesia jika tidak tolak resolusi untuk selidiki kejahatan perang di Yaman

Saudi akan mempersulit warga Indonesia berhaji dan berumrah kalau tidak menolak resolusi itu.

Rabbi Yaakov Yisrael Herzog asal Israel merayakan hari kedua Hanukkah di Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi, 29 November 2021. (Rabbi Yaakov Yisrael Herzog)

Rabbi asal Israel rayakan Hanukkah di Arab Saudi

Rabbi Yaakov mengklaim dirinya adalah kepala rabbi di Arab Saudi.





comments powered by Disqus