kabar

Saudi ancam Indonesia jika tidak tolak resolusi untuk selidiki kejahatan perang di Yaman

Saudi akan mempersulit warga Indonesia berhaji dan berumrah kalau tidak menolak resolusi itu.

01 Desember 2021 20:57

Arab Saudi mengancam akan mempersulit warga Indonesia untuk berhaji dan berumrah jika pemerintah Indonesia tidak menolak rancangan resolusi Dewan Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk memperpanjang misi investigasi kejahatan perang dilakoni semua pihak di Yaman. 

Hal ini diungkap oleh para pejabat politik dan diplomatik, serta aktivis mengetahui lobi-lobi dilakukan negara Kabah itu kepada the Guardian.

Ancaman itu dilakukan Saudi saat warga Indonesia memang dilarang berkunjung dan berumrah sedari awal Februari lalu. Baru hari ini larangan itu dicabut.

Saudi juga menjanjikan kepada Togo, dua bulan lalu mengumumkan akan membuka Kedutaan Besar di Ibu Kota Riyadh, sokongan dana untuk menangani terorisme.

Hasilnya, Indonesia dan Togo menolak. Sedangkan tahun lalu, kedua negara ini abstain. 

Dalam pemungutan suara pada 7 Oktober lalu, 21 negara menolak, 18 mendukung, tujuh lainnya abstain. Pada voting tahun lalu, 22 negara mendukung, 12 negara menolak, dan 12 lainnya abstain.  

Direktur Human Rights Watch John Fisher membenarkan Saudi dan sekutunya memakai ancaman dan insentif terhadap negara anggota Dewan HAM PBB untuk mengakhiri penyelidikan kejahatan perang di Yaman. 

Dia menyebut kalahnya mandat oleh Saudi terlibat dalam Perang Yaman merupakan sebuah parodi. "Itu pukulan telak bagi akuntabilitas di Yaman dan Dewan HAM secara keseluruhan," kata Fisher. 

Dewan HAM PBB membentuk tim penyelidik kejahatan perang di Yaman pada 2017. 

Menanggapi laporan the Guardian itu, juru bicara Kementerian Luar Negeri Teuku Faizasyah menegaskan tidak logis argumentasinya. "Arab Saudi tidak buka akses umrah akibat kasus infeksi Covid-19, antara lain varian delta di Indonesia pernah tinggi," ujarnya kepada Albalad.co melalui pesan WhatsApp malam ini. "Belakangan dibolehkan karena kondisi membaik dan pengaturan teknisnya juga baru disepakati."

Hingga kabar ini dilansir, Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia Isam Abid ats-Tsaqafi belum berkomentar. 

Saudi memimpin pasukan koalisi telah berperang dengan milisi Syiah Al-Hutiyun dukungan Iran di Yaman sejak Maret 2015. Kedua pihak diyakini melakukan kejahatan dalam perang sudah membunuh lebih dari seratus ribu warga sipil itu. 

Juru bicara milisi Al-Hutiyun Brigadir Jenderal Yahya Sari. (Twitter)

Al-Hutiyun minta pertukaran tahanan antara awak kapal Rawabi dengan anggota mereka ditahan UEA

Sebelas awak ini, termasuk satu dari Indonesia, ditahan di sebuah hotel di Sanaa.

Kepulan asap membubung dari tiga tangki minyak meledak di Mussafah, Ibu Kota Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, setelah diserang oleh milisi Al-Hutiyun di Yaman, 17 Januari 2022 (Albalad.co/Supplied)

Serangan Al-Hutiyun ke Abu Dhabi tewaskan tiga orang

Ketiga korban meninggal adalah satu warga Pakistan dan dua orang India.

Kapal kargo Rawabi berbendera Uni Emirat Arab mengangkut peralatan militer Arab Saudi ditahan oleh milisi Al-Hutiyun di Pelabuhan Al-Hudaidah, Yaman. (Albalad.co/Supplied)

Milisi Al-Hutiyun tahan kapal kargo pengangkut peralatan militer Arab Saudi

Sadar keteteran menghadapi Al-Hutiyun, UEA menarik diri dari Perang Yaman sedari 2019 dan mulai berbaikan dengan Iran.





comments powered by Disqus