kabar

Menteri informasi Libanon berhenti agar hubungan dengan Saudi membaik

Qardahi menyebut Al-Hutiyun membela diri dari agresi Saudi dan sekutunya.

04 Desember 2021 06:32

Menteri Informasi Libanon George Qardahi kemarin berhenti agar hubungan negaranya dengan Arab Saudi dan negara Arab Teluk lainnya membaik.

"Saya tidak akan terima dipakai sebagai alasan untuk merusak Libanon dan menyakiti warga Libanon di Arab Saudi dan negara Arab Teluk lainnya," kata Qardahi dalam jumpa pers di kantornya. "Kepentingan negara dan rakyat saya di atas kepentingan pribadi saya. Libanon lebih penting ketimbang George Qardahi dan kepentingan Libanon jauh lebih penting dibanding jabatan menteri."

Dia bilang Perdana Menteri Najib Mikati memberitahu dirinya, pengunduran dirinya akan membantu upaya Presiden Prancis Emmanuel Macron membahas isu ini dengan Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. Macron sedari kemarin melakukan kunjungan ke tiga negara Arab Teluk, yakni Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab (UEA).

Qardahi kurang dari tiga bulan menduduki posisi menteri informasi dalam pemerintahan Mikati. Dalam rekaman video wawancaranya Oktober lalu, sebulan sebelum dia ditunjuk menjadi menteri, Qardahi mengatakan milisi Al-Hutiyun di Yaman berperang untuk membela diri dan agresi pasukan Saudi dan sekutunya.

Dia menyebut perang itu tidak jelas tujuannya dan harus segera diakhiri.

Murka atas komentar Qardadi tentang Perang Yaman, Arab Saudi, Kuwait, Bahrain, dan UEA segera memulangkan duta besarnya. Saudi juga melarang impor semua produk dari Libanon, setelah larangans erupa diterapkan pada produk pertanian Libanon sejak April lalu.

Perang Yaman dimulai dengan agresi Saudi dan sekutunya sedari Maret 2015 telah menewaskan lebih dari 300 ribu orang. Perserikatan bangsa-Bangsa memperkirakan korban meninggal akan mencapai 377 ribu akhir tahun ini.

Juru bicara milisi Al-Hutiyun Brigadir Jenderal Yahya Sari. (Twitter)

Al-Hutiyun minta pertukaran tahanan antara awak kapal Rawabi dengan anggota mereka ditahan UEA

Sebelas awak ini, termasuk satu dari Indonesia, ditahan di sebuah hotel di Sanaa.

Kepulan asap membubung dari tiga tangki minyak meledak di Mussafah, Ibu Kota Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, setelah diserang oleh milisi Al-Hutiyun di Yaman, 17 Januari 2022 (Albalad.co/Supplied)

Serangan Al-Hutiyun ke Abu Dhabi tewaskan tiga orang

Ketiga korban meninggal adalah satu warga Pakistan dan dua orang India.

Kapal kargo Rawabi berbendera Uni Emirat Arab mengangkut peralatan militer Arab Saudi ditahan oleh milisi Al-Hutiyun di Pelabuhan Al-Hudaidah, Yaman. (Albalad.co/Supplied)

Milisi Al-Hutiyun tahan kapal kargo pengangkut peralatan militer Arab Saudi

Sadar keteteran menghadapi Al-Hutiyun, UEA menarik diri dari Perang Yaman sedari 2019 dan mulai berbaikan dengan Iran.





comments powered by Disqus