kabar

Kasus Covid-19 di Arab Saudi tembus angka lima ribuan sehari

Jumlah kasus terbanyak terjadi di Riyadh (117.873 orang), kemudian Jeddah (63.124 orang), Makkah (51.075 orang), dan Madinah (27.492 orang).

12 Januari 2022 18:22

Arab Saudi hari ini mencatat rekor tertinggi kasus Covid-19 yakni, 5.362 penderita baru atau tertinggi sejak pandemi Covid-19 tiba di negara Kabah itu Maret 2020.

Data dari Kementerian Kesehatan Arab Saudi menunjukkan dari 5.362 kasus Covid-19 itu, terbanyak di Ibu Kota Riyadh (1.492 orang). Disusul Jeddah (961 orang), Makkah (436 orang), dan Madinah (273 orang).

Dalam dua hari sebelumnya, jumlah kasus Covid-19 di Saudi masih empat ribuannya, yakni 4.778 dan 4.652.

Sampai hari ini sudah 593.545 orang terinfeksi Covid-19, termasuk 8.899 orang wafat. Jumlah kasus terbanyak terjadi di Riyadh (117.873 orang), kemudian Jeddah (63.124 orang), Makkah (51.075 orang), dan Madinah (27.492 orang).

Terus melonjaknya kasus Covid-19 di negeri Dua Kota Suci itu terjadi tiga bulan menjelang Ramadan.

 

Menteri Agama Yaqut Cholil Qaumas saat mengunjungi Masjid Nabawi di Kota Madinah, Arab Saudi, 24 November 2021. (haramainsharifain.com)

Kasus Covid-19 di Arab Saudi masih lima ribuan per hari

Gegara meningkatnya kasus Covid-19, Saudi dua kali menutup haji bagi jamaah luar negeri, yakni pada 2020 dan 2021.

Kabah di Kota Makkah, Arab Saudi. (Arab News)

Hari ini terdapat 5.477 kasus Covid-19 di Arab Saudi

Kota dengan jumlah kasus terbanyak adalah Riyadh (124.042 orang), Jeddah (66.894 orang), Makkah (52.799 orang), dan Madinah (28.437 orang).

Suasana di sekitar mataf (tempat betawaf) pada 15 Januari 2022. (Haramain Sharifain)

Kasus harian Covid-19 di Arab Saudi masih di angka lima ribuan

Melonjaknya kasus Covid-19 di Saudi ini terjadi tiga bulan menjelang Ramadan.

Suasana jamaah bertawaf di Kabah pada Juni 2018. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Kasus Covid-19 di Saudi terus naik, hari ini ada 5.628 penderita

Alhasil, kasus harian Covid-19 di negara Kabah itu dalam tiga hari terakhir sudah di angka lima ribuan.





comments powered by Disqus