kabar

Buat pertama kali, Saudi umumkan nama pelaku pelecehan seksual ke publik

Bin Salman sejak 2018 tidak mewajibkan perempuan Saudi berabaya dan berjilbab.

13 Januari 2022 16:39

Arab Saudi untuk pertama kali mengumumkan identitas pelaku pelecehan seksual melalui surat kabar setelah divonis oleh pengadilan. 

Pelaku pelecehan seksual perdana diumumkan ke publik itu bernama Yasir Muslim al-Arawi. Pengadilan Kota Madinah telah menjatuhkan hukuman delapan bulan penjara dan denda lima ribu riyal terhadap Yasir. 

Atas perintah pengadilan, identitas Yasir beserta vonis dia terima kemudian diterbitkan di Okaz, surat kabar milik swasta. "Al-Arawi terbukti bersalah menyentuh korban dari belakang dan melecehkan dengan lisan," tulis Okaz. 

Saudi mulai menetapkan pelecehan seksual sebagai tindak pidana pada 2018, ketika negara Kabah ini membuka keran kebebasan untuk kaum hawa. 

Melalui Visi 2030, Putera Mahkota Pangeran Muhammad bin Salman membolehkan perempuan Saudi menyetir mobil dan mengendarai sepeda motor, bekerja dan bepergian tanpa muhrim, menonton pertandingan olahraga di stadion, menghadiri konser musik, menonton film di bioskop, dan tidak berabaya serta berjilbab. 

Perempuan berumur 18 tahun ke atas juga diizinkan tinggal terpisah dari orang tua. 

 

Sebuah tim sepak bola perempuan di Arab Saudi sedang berlatih. Liga bla pertama bagi kaum hawa di Saudi akan digelar mulai 22 November 2021. (Saudi Gazette)

Saudi izinkan perempuan jadi sopir taksi

Saudi pada Juni 2018 mengizinkan kaum hawa Saudi menyetir mobil dan mengendarai sepeda motor.  

Perempuan Saudi. (Saudi Gazette)

Perempuan Saudi boleh ganti nama tanpa izin muhrim

Tahun lalu, Saudi mengizinkan perempuan berumur 18 tahun ke atas memiliki paspor tanpa izin muhrimnya.

Ilustrasi perempuan Arab sedang berbicara di telepon seluler. (Arab News)

Perempuan Saudi dilarang bekerja karena bercadar

Bin Salman membolehkan kaum hawa di negara Kabah itu tidak berabaya di tempat umum.





comments powered by Disqus