kabar

Israel tangkap empat warganya karena menjadi informan Iran

Empat perempuan Yahudi imigran asal Iran direkrut lewat facebook. Mereka diminta mengirim foto beragam tempat di Israel, termasuk Kedutaan Besar Amerika.

14 Januari 2022 19:05

Shin Bet (dinas rahasia dalam negeri Israel) telah menangkap lima warga negara Zionis itu karena menjadi informan bagi seorang agen intelijen Iran. Mereka terdiri dari empat perempuan dan satu lelaki merupakan suami dari salah seorang wanita itu.

Kasus ini sudah masuk ke Pengadilan Distrik Yerusalem pekan lalu setelah Shin Bet merampungkan penyelidikannya. Kabar penangkapan kelima warga Israel ini, semua adalah imigran Yahudi asal Iran, baru boleh dipublikasikan kemarin. Namun pengadilan memerintahkan nama kelima terdakwa ini tidak boleh ditulis media.

Keempat perempuan ini diduga telah mengirim foto-foto beragam lokasi di Israel atas permintaan agen negara Mullah memakai nama Rambod Namdar itu. Mereka dibayar ribuan dolar Amerika Serikat.

Mereka didakwa menjalin kontak dengan agen intelijen asing dengan ancaman hukuman masing-masing paling lama 15 tahun penjara. Tiga dari keempat perempuan itu juga didakwa memberikan informasi bisa membahayakan keamanan Israel, dengan ancaman hukuman maksimum tiga tahun penjara.

Sedangkan sopir taksi, suami dari salah satu perempuan ini, didakwa mengantarkan istrinya ke salah satu tempat untuk dipotret.

Kelima terdakwa ini mengaku tidak mengetahui pria mereka kenal melalui Facebook itu adalah agen intelijen Iran. Mereka menegaskan tidak berniat membahayakan keamanan Israel.

Dua dari dari kelima terdakwa ditahan sejak November tahun lalu. Kelima tersangka ini diinterogasi di kantor Shin begt dan dilarang bertemu pengacara mereka hingga sepuluh hari setelah ditahan.

Dalam surat dakwaan disebutkan Namdar mengaku muslim ingin mempelajari Yudaisme atau kontraktor Yahudi tinggal di Iran. Dia berkenalan dengan keempat perempuan Israel itu melalui grup Facebook berisi imigran Yahudi asal Iran. Dia mendorong anak-anak lelaki dari keempat perempuan Israel itu mendaftar menjadi tentara di bagian tertentu, seperti intelijen dan angkatan laut.

Para interogator Shin Bet bilang keempat perempuan ini tetap bekerja untuk Namdar meski mereka tahu atau paling tidak curiga pria itu adalah intel Iran.

Keempat perempuan menjadi informan Iran ini masing berumur 47 tahun tinggal di Beit Shemesh, 47 tahun menetap di Kfar Saba, 50 tahun bermukim di Yerusalem, dan 50 tahun dari Holon.

Dua hari keempat wanita itu sudah bertahun-tahun menjadi informan bagi Namdar. Salah satunya sempat bertemu kurir Namdar di Turki. Suami dari salah satu mereka, berprofesi sebagai sopir taksi dan berumur setengah abad, mengantar istrinya untuk memotret Kedutaan Besar Amerika Serikat di Ibu Kota Tel Aviv.

Kamera tersembunyi

Dalam salah satu kasus, Namdar meminta informannya, perempuan berusia 47 tahun tinggal di Beit Shemesh, untuk memasang kamera pengintai di rumahnya, tempat dia membuka praktek pijat kesehatan. Dia merupakan informan utama bagi Namdar.

Tugasnya adalah menawarkan layanan pijat kepada Keti Shitrit, anggota Knesset (parlemen Israel) dari Partai Likud. Dia mengenal Keti saat bekerja di balai kota.

Namdar kemudian memerintahkan informannya itu untuk berhubungan lebih erat dengan keti dan bahkan membelikan hadiah di hari pertama pertemuan mereka. Rencananya keduanya bakal bertemu pada April 2020 tapi dibatalkan lantaran pandemi virus Covid-19.

Perempuan ini kemudian mengirim rekaman obrolan telepon dengan Keti ke Namdar. Intel Iran ini lantas memaksa informannya itu menjadwal ulang pertemuan dengan Keti.

"Shitrit lantas secara spontan menolak tawaran terdakwa," seperti ditulis dalam surat dakwaan.

Wanita ini juga diminta mengirim denah kantor wali kota Bei Shemesh, merekam video upacara putranya saat selesai wajib militer, dan memotret dokumen-dokumen ketentara anak lelakinya itu.

Pada Mei 2018, Namdar menyuruh informannya itu memotret gedung Kedutaan Besar Amerika Serikat di kawasan Armona, Yerusalem. Dia datang bareng putranya, namun jepretan urung dilakukan lantaran penjaga keamanan kedutaan mencurigai mereka.

Ketika berlibur di Turki, seorang kurir asing memberi dia kota berisi uang US$ 3 ribu. Uang itu diberikan di sebuah toko dekat dengan hotel tempat dia menginap. Dia juga diminta memotret dirinya saat pencoblosan, terminal bus Tel Aviv, kantor polisi, dan taman dekat terminal bus itu.

Tahun lalu, informan ini diperintahkan memotret parade tahunan kaum LGBT di Ibu Kota Tel Aviv. Dia batal melaksanakan tugas itu karena kasus Covid-19 di Israel sedang meningkat. Perempuan itu juga disuruh memotret restoran khas Persia bernama Ba Ba Joon di Yerusalem.

Juru bicara milisi Al-Hutiyun Brigadir Jenderal Yahya Sari. (Twitter)

Al-Hutiyun minta pertukaran tahanan antara awak kapal Rawabi dengan anggota mereka ditahan UEA

Sebelas awak ini, termasuk satu dari Indonesia, ditahan di sebuah hotel di Sanaa.

Pasien jantung dan paru di Sheba Medical Center, rumah sakit terbaik di Israel dan kedua di dunia, pada 30 Desember 2021 menerima suntikan dsis keempat vaksin Covid-19. (Sheba Medical Center buat Abalad.co)

Delegasi Indonesia dikabarkan melawat ke Israel untuk belajar penanganan pandemi Covid-19

Juru bicara Satuan Tugas Covid-19 Nadia Tarmizi membantah kabar ini.

Kepulan asap membubung dari tiga tangki minyak meledak di Mussafah, Ibu Kota Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, setelah diserang oleh milisi Al-Hutiyun di Yaman, 17 Januari 2022 (Albalad.co/Supplied)

Serangan Al-Hutiyun ke Abu Dhabi tewaskan tiga orang

Ketiga korban meninggal adalah satu warga Pakistan dan dua orang India.

Menteri Agama Yaqut Cholil Qaumas saat mengunjungi Masjid Nabawi di Kota Madinah, Arab Saudi, 24 November 2021. (haramainsharifain.com)

Kasus Covid-19 di Arab Saudi masih lima ribuan per hari

Gegara meningkatnya kasus Covid-19, Saudi dua kali menutup haji bagi jamaah luar negeri, yakni pada 2020 dan 2021.





comments powered by Disqus