kabar

Al-Hutiyun minta pertukaran tahanan antara awak kapal Rawabi dengan anggota mereka ditahan UEA

Sebelas awak ini, termasuk satu dari Indonesia, ditahan di sebuah hotel di Sanaa.

18 Januari 2022 06:09

Proses pembebasan sebelas awak kapal Rawabi (Rwabee), termasuk satu warga Indonesia, ditahan milisi Al-Hutiyun di Pelabuhan Hudaidah, Yaman, sejak 2 Januari lalu makin rumit. Sebab kelompok bersenjata sokongan Iran ini meminta pertukaran tahanan.

"Mereka (Al-Hutiyun) meminta kesebelas anak buah kapal itu ditukar dengan anggota mereka ditahan Uni Emirat Arab (UEA)," kata sumber Albalad.co mengetahui upaya pembebasan itu. Dia menambahkan Al-Hutiyun tidak mau membebaskan awak kapal Rawabi satu-satu sesuai asal negara mereka. 

Namun dia memastikan Al-Hutiyun tidak menuntut uang tebusan. "Kesebelas awak itu dalam keadaan baik dan ditahan di sebuah hotel di Sanaa (ibu kota Yaman)," ujarnya.

Sila baca: Satu awak asal Indonesia ikut ditahan bareng kapal Rawabi oleh milisi Al-Hutiyun di Yaman

Upaya pelepasan sebelas awak kapal kargo berbendera UEA itu kelihatannya bakal makin susah lantaran kemarin Al-Hutiyun menyerang negara Arab Teluk itu. Serangan ini menyebabkan ledakan tiga tangki minyak di Abu Dhabi sehingga menewaskan tiga orang - satu warga Pakistan dan dua orang India - serta melukai enam orang lainnya.

Melalui Twitter hari ini, juru bicara Al-Hutiyun Brigadir Jenderal Yahya Sari mengungkapkan serangan ini dilancarkan dengan lima peluru kendali balistik dan pengebom nirawak dalam jumlah banyak. "Serbuan itu menyasar bandar udara di Di Dubai dan Abu Dhabi, kilang minyak Mussafah, serta sejumlah fasilitas penting dan strategis lainnya di UEA," ujarnya. "Operasi berhasil mengenai target."

Yahya menambahkan Al-Hutiyun memperingatkan negara mana saya terlibat dalam pasukan koalisi Arab Saudi dalam Perang Yaman akan menjadi sasaran serangan balasan.

Sejak 2019, Al-Hutiyun rutin menyerang beberapa target strategis di Arab Saudi, termasuk bandar udara di Jazan, Abha, dan Najran, pangkalan udara di Khamis Musyaith, serta fasilitas milik Saudi Aramco di Jeddah.

Sila baca: Bin Salman takluk di negeri Saba

Pasukan koalisi Saudi sudah memerangi Al-Hutiyun sejak Maret 2015 namun belum berhasil melumpuhkan milisi Syiah itu.

Kapal Rwabee berbendera Uni Emirat Arab ditahan oleh milisi Al-Hutiyun di Yaman sejak 2 Januari 2022 karena membawa peralatan militer Arab Saudi untuk perang di Yaman. (Twitter)

Al-Hutiyun bebaskan sebelas awak kapal Rwabee ditahan sejak Januari

Termasuk satu awak asal Indonesia bernama Surya Hidayat Pratama.

Serangan peluru kendali balistik dilancarkan oleh milisi Al-Hutiyun di Yaman ke arah Jazan, Arab Saudi, pada 24 Desember 2021 menewaskan dua orang, yakni satu warga Saudi dan seorang ekspatriat dari Yaman. (SPA)

Al-Hutiyun bebaskan awak kapal asal Indonesia ditahan sejak Januari

SHP dalam penerbangan dari Sanaa menuju Muskat. Tidak ada komitmen politik atau tebusan dalam proses pembebasannya.

Depot bahan bakar milik Saudi Aramco di Kota Jeddah, Arab Saudi, terbakar akibat serangan milisi Al-Hutiyun dari Yaman pada 25 Maret 2022. (Twitter)

Perdana menteri Israel ikut sedih Arab Saudi sering diserang oleh Al-Hutiyun

Hubungan Saudi-Israel kian mesra dan terbuka sejak Bin Salman menjadi putera mahkota.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Saudi Gazette)

Beda nasib antara Roman Abramovich dengan Bin Salman

Bin Salman memerintahkan membombardir Al-Hutiyun, kelompok bersenjata sokongan Iran, tidak pernah dikenai sanksi. Barat pun tidak memberlakukan hukuman dan mengucilkan Saudi.





comments powered by Disqus