kabar

Amerika berlakukan sanksi atas lima warga Indonesia karena danai ISIS

Dari kelima orang itu, hanya Rudi dan Ari diketahui masih berada di Indonesia. Sedangkan Dandi dan Dini berada di Kayseri (Turki), serta Dahlia di Idlib (Suriah).

13 Mei 2022 19:02

OFAC (Kantor Kontrol Aset Asing Departemen Keuangan Amerika Serikat) telah menjatuhkan sanksi kepada lima warga Indonesia karena menjadi fasilitator dalam pendanaan bagi milisi ISIS (Negara Islam Irak dan Suriah).

Dalam siaran persnya Senin lalu, OFAC menyebutkan kelima warga Indonesia tersebut adalah Muhammad Dandi Adhiguna, Rudi Heryadi, Ari Kardian, Dini Ramadhani, dan Dwi Dahlia Susanti. Dari kelima orang itu, hanya Rudi dan Ari diketahui masih berada di Indonesia. Sedangkan Dandi dan Dini berada di Kayseri (Turki), serta Dahlia di Idlib (Suriah).

Dandi merupakan lelaki kelahiran Gresik, Jawa Timur, 30 Juli 1996. Rudi adalah pria kelahiran Cirebn, Jawa Barat, 21 September 1973. Ari adalah pria kelahiran Tasikmalaya, Jawa Barat, 16 Februari 1990. Dini merupakan perempuan kelahiran 10 Maret 1993. Dahlia adalah wanita kelahiran 28 Juli 1976.

OFAC menjelaskan kelima warga Indonesia itu berperan penting dalam membantu warga Indonesia ingin berperang bareng ISIS di Suriah dan negara lain terdapat basis ISIS. Jaringan ini juga memfasilitasi pengiriman uang bagi keluarga anggota ISIS berada di kamp-kamp di timur laut Suriah, dengan mengumpulkan dana di Indonesia dan Turki.

Sebagian dari dana dikirim itu untuk mennyelundupkan anak-anak keluar dari kamp ke daerah-daerah dikuasai ISIS di Suriah.

OFAC mencontohkan para pendukung ISIS di kamp Al-Haul di utara Suriah menerima tranfer dana hingga US$ 20 ribu saban bulan melalui hawala, sistem transfer informal. Sebagian besar fulus itu berasal dari luar Suriah atau dikirim lewat negara-negara tetangga, seperti Turki.

Sejak 2019, ISIS menyelundupkan keluarga anggota ISIS dari kamp Al-Haul untuk dipindahkan ke basis-basis ISIS di tiga provinsi di Suriah, yakni Raqqah, Dair az-Zur, dan Raqqah.

Menurut OFAC, Dahlia sudah menjadi fasilitator pendanaan ISIS sedari 2017. Dia telah membantu banyak anggota ISIS lewat dana ditransfer dari Indonesia, Turki, dan Suriah. Dia akhir 2017, dia membantu suaminya mengirim duit hampir US$ 4 ribu dan persenjataan ke seorang pemimpin ISIS di Suriah. Dia mengalihkan US$ 500 dari jumlah uang itu untuk menyokong pendukung ISIS dalam jaringannya sendiri.

Awal tahun lalu, Dahlia memfasilitasi pengiriman fulus dari Indonesia ke Suriah untuk membantu keluarga ISIS berada di kamp-kamp pengungsi di Suriah.

Sedangkan Dandi berperan membantu Dahlia dala hal keuangan dan operasional. Dia mengajari pula Dahlia bagaimana cara menggunakan rekening banknya. Dia akhir tahun lalu, Dandi telah mengisi formulir untuk bergabung dengan ISIS dan sudah dikirim kepada Dahlia di Idlib.

Dini juga ikut membantu Dahlia dalam hal pendanaan bagi ISIS.

Dalam jumpa pers mingguan di kantornya di Jakarta kemarin, Direktur Hak Asasi Manusia Kementerian Luar Negeri Achsanul Habib menjelaskan penerapan sanksi terhadap kelima warga Indonesia itu merupakan tindakan sepihak dan berlaku hanya di wilayah yurisdiksi Amerika.

Dia menambahkan sanksi diberlakukan itu berupa pembekuan aset dan larangan bagi mereka untuk memasuki wilayah Amerika. "Dalam konteks ini, Indonesia biasanya tidak ikut patuh pada sanksi unilateral. Kita akan mengikuti apa yang dilakukan PBB," katanya.

Menurut Achsanul, pemerintah Indonesia hanya akan mematuhi sanksi dikeluarkan oleh Perserikatan bangsa-Bangsa, seperti resolusi Dewan Keamanan nomor 1267 dan 1373. Karena itu, pemerintah Indonesia cuma akan mematuhi sanksi terhadap kelima warga Indonesia itu bila mereka masuk dalam daftar sanksi terduga teroris dan organisasi terlarang dikeluarkan oleh Dewan Keamanan PBB.

Dia menjelaskan jika kelima warga Indonesia itu tidak masuk dalam daftar sanksi oleh PBB, maka pemerintah akan menjalani proses di dalam negeri sesuai hukum berlaku.

Kepala Divisi Hubungan Kemasyarakatan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) Inspektur Jenderal Dedi Prasetyo menjelaskan Rudi Heryadi dan Ari Kardian adalah mantan narapidana kasus terorisme. Rudi pada 2019 divonis tiga tahun enam bulan dan baru bebas dari penjara. Dia diatngkap dan diadili karena statusnya sebagai deportan dari Suriah.

Sedangkan Ari dua kali menjalani hukuman masing-masing tiga tahun karena berperan memberangkatkan orang untuk berperang bareng ISIS di Suriah.

Persiapan anggota ISIS (Negara Islam Irak dan Suriah) di Sinai sebelum menyerang tentara Mesir di Terusan Suez. (Albalad.co/Supplied)

Dalam sepekan, serangan ISIS tewaskan 17 tentara Mesir

ISIS mengklaim bertanggung jawab dalam dua serangan itu.

Para pengikut ISIS di Irak berbaiat kepada pemimpin baru ISIS Abu al-Hasan al-Hasyimi al-Quraisyi. (ISIS)

ISIS serukan kepada pendukungnya di Israel untuk lancarkan serangan lagi

"Yerusalem hanya bisa dibebaskan melalui khilafah," ujar Abu Umar al-Muhajir.

Panglima Angkatan Bersenjata Israel (Israel Defense Force) Letnan Jenderal Aviv Kochavi. (IDF)

200 warga Israel menjadi pendukung ISIS

Beberapa lusin warga Israel keturunan Arab sudah pergi ke Suriah, Irak, dan Sinai (Mesir) untuk bergabung dengan ISIS.

Abu Hanif, warga Indonesia anggota ISKP, ditangkap oleh Taliban di Distrik Darzab, Provinsi Jauzan, Afghanistan, pada 2018. (Screencapture video)

Satu anggota ISIS asal Indonesia mendekam dalam penjara di Kabul

Taliban sudah menangkap delapan anggota ISIS asal Indonesia.





comments powered by Disqus

Rubrik kabar Terbaru

Hizbullah kehilangan suara mayoritas di parlemen

Perolehan kursi Kubu Independen melonjak sepuluh menjadi 16. Blok Masyarakat Sipil atau Oposisi juga sama: meningkat sebelas kursi menjadi 12.

18 Mei 2022

TERSOHOR