kisah

Cerai pada pandangan pertama

"Kamu bukan gadis saya ingin nikahi. Kamu bukan perempuan saya bayangkan," kata Anis.

31 Desember 2014 07:24

Malam itu mestinya menjadi malam paling berbahagia bagi pasangan Anis dan Maryam, bukan nama sebenarnya. Tapi yang terjadi sebaliknya.

Pernikahan mereka bubar di malam resepsi, seperti dilansir surat kabar Okaz bulan lalu. Tragedi ini terjadi di Kota Madinah, Arab Saudi.

Ceritanya begini. Pengantin itu menikah karena dijodohkan orang tua mereka. Parahnya lagi, keduanya tidak pernah saling bertemu muka atau sekadar melihat rupa masing-masing melalui foto. Inilah pemicunya.

Seperti kebiasaan di negara-negara Arab, saat akad nikah pengantin lelaki mengucapkan ijab kabul di depan wali perempuan tanpa didampingi calon istrinya. Mempelai perempuan berada di kamar pengantin.

Nah inilah yang terjadi terhadap pengantin baru Anis dan Maryam. Ketika sesi pemotretan, Maryam membuka cadarnya untuk pertama kali di depan suaminya itu. Anis tidak pernah melihat wajah sang istri tentu deg-degan dan berharap parasnya cantik memenuhi selera.

Namun kebalikannya. Waktu menatap rupa Maryam buat perdana, Anis kecewa. Maryam tidak semenawan bayangannya. Dia emosi dan langsung menceraikan istrinya itu meski belum menikmati malam pertama.

"Kamu bukan gadis saya ingin nikahi. Kamu bukan perempuan saya bayangkan," kata Anis dengan nada sungguh kecewa sekaligus marah. "Maafkan saya tapi saya menceraikan kamu."

Maryam tertegun dan langsung jatuh berurai air mata. Para tamu bergegas mendekati dan menghibur dia.

Kelakuan bejat Anis itu menundang kecaman di media sosial. Afra menuding tindakan Anis menceraikan Maryam di malam resepsi sangat tidak bertanggung jawab. Dia berharap Allah bakal mengganti Maryam dengan suami baru jauh lebih baik ketimbang Anis.

"Dia mestinya menghargai kecantian karakter bukan wajah," kata Afra seperti dikutip Gulf News. "Sayangnya, banyak orang muda sekarang lebih tertarik hanya pada masalah penampilan dibanding sikap dan moral."

Abu Nas juga mengkritik Anis. "Dia bukan laki-kali cukup dewasa untuk bertanggung jawab. Dia bukan pria sejati dan tidak punya perasaan," ujarnya.

Khalid, pengguna media sosial lainnya, menilai ada kesalahan dalam perjodohan itu. Pihak keluarga biasanya bakal mempertemukan kedua calon pengantin agar tidak terjadi kesalahpahaman. "Jika keduanya saling menerima, rencana pernikahan bisa dilanjutkan. Bila tidak, mereka bisa mencari pasangan lain," tuturnya. "Tapi menunggu hingga malam pernikahan itu keliru."

Tidak seperti pengalaman sebagian orang. Anis bukan jatuh cinta pada pandangan pertama, tapi bercerai pada pandangan perdana.

Foto raksasa mendiang Imam Khomeini tergantung di tembok sebuah bangunan dekat rumahnya di kawasan elite Jamaran di utara Ibu Kota Teheran, Iran, 31 Mei 2016. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Fulus Kabah goyang Mullah

Pada 2012, Amerika menghapus MEK dari daftar organisasi teroris lantaran ingin menggunakan kelompok ini untuk membikin Iran tidak stabil.

Rahaf Muhamnad al-Qunun, 18 tahun, gadis asal Arab Saudi kabur dari keluarganya dan ingin meminta suaka ke Australia. (Twitter)

Harap Rahaf

"Hidup di Arab Saudi seperti tinggal dalam penjara. Saya tidak bisa membikin keputusan sendiri," ujar Rahaf. "Bahkan soal rambut pun saya tidak boleh memutuskan sendiri."

Nura, bukan nama sebenarnya, menjadi cacat akibat serangan udara pasukan koalisi Arab Saudi di Yaman pada 2015. (Save the Children)

Sentuhan Zionis dalam Perang Yaman

Israel secara rahasia menjual senjata dan amunisi kepada Arab Saudi, termasuk bom fosfor merupakan senjata terlarang.

Gadis-gadis Timur Tengah. (Twitter)

Mencari cinta di negara Kabah

Bagi muda-mudi di Arab Saudi, Snapchat menjadi patokan keseriusan dalam menjalin hubungan.





comments powered by Disqus

Rubrik kisah Terbaru

Fulus Kabah goyang Mullah

Pada 2012, Amerika menghapus MEK dari daftar organisasi teroris lantaran ingin menggunakan kelompok ini untuk membikin Iran tidak stabil.

16 Januari 2019
Harap Rahaf
07 Januari 2019

TERSOHOR