kisah

Haji selfie

Berfoto selfie dalam momen seperti itu layaknya pelancong di tempat wisata.

05 Oktober 2014 17:20

Tangan kanan Yusuf Ali sambil memegang kamera sudah terangkat. Tangan kirinya memeluk ayahnya di salah satu tempat paling suci bagi umat Islam. Dalam hitungan detik momen itu terekam menjadi sebuah foto.

Pelaksanaan haji tahun ini menjadi haji paling dibanjiri orang-orang narsis berfoto selfie. Ribuan jamaah berfoto narsis dalam tiap tahap berhaji, mulai saat tawaf mengelilingi Kabah, wukuf di padang Arafah, hingga melempar jumrah di Mina.

Bagi sebagian orang, berfoto selfie saat berhaji dan berumrah menjadi salah satu cara berkomunikasi dengan kerabat atau teman di tanah air. "Saya berfoto selfie berlatar Kabah untuk saya unggah di Facebook sehingga keluarga dan teman saya bisa melihat saya," kata Mehmet Dawud, pelajar asal Turki. "Itu cara baru kita berkomunikasi, jadi tidak perlu menelepon."

Yang lain beralasan sebagai kenangan dan untuk berbagi pengalaman. "Haji kerap menjadi sesuatu sangat serius bagi orang-orang tua. Berfoto selfie membuat haji kian keren," ujar Amir Makruf, arsitek dari Mesir berusia 30 tahun.

Ali, 24 tahun, jamaah asal Kuwait, mengiyakan. "Ini adalah haji pertama saya. Jadi penting bagi saya mendokumentasikan semua momen selama berhaji," ujarnya.

Pandemi selfie selama berhaji atau berumrah ini telah menimbulkan kontroversi. "(Berhaji) adalah saat untuk mendekatkan diri kepada Allah dan memurnikan jiwa saya. #hajjselfies seharusnya tidak berfoto selfie," tulis pengguna Twitter bernama Kahwaa.

Ulama dari Jeddah Syekh Asim al-Hakim mengakui fotografi masih menjadi perdebatan di kalangan ulama lantaran tidak ada dasar hukumnya dalam Islam. Namun dia mengingat Nabi Muhammad berpesan berhaji itu bukan untuk dipamerkan. "Jadi berfoto selfie atau merekam video bertentangan dengan keinginan nabi kita," tuturnya.

Semua orang boleh berbeda pandangan. Tapi perlu diingat, berhaji atau berumrah itu adalah ibadah sakral dan mesti dilakukan dengan khusyuk. Berfoto selfie dalam momen seperti itu layaknya pelancong di tempat wisata.

Pendeta Zani memimpin misa pertama saat gereja Evangelis pertama di Kota Kobani, utara Suriah, diresmikan pada September 2018. (Kurdistan 24)

Ganti Tuhan di Kobani

"Setelah perang dengan ISIS, orang-orang mencari keyakinan tepat, mereka menjauhkan diri dari Islam," kata Umar Firas, pendiri gereja Evangelis di Kobani.

Satu keluarga miskin di Kota Gaza bepergian menggunakan gerobak keledai, 22 Otober 2012. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Palestina Baru versi Trump

Jika Hamas dan Jihad Islam, dua kelompok pejuang Palestina di Gaza, menolak meneken kesepakatan damai versi Trump, Israel dengan sokongan penuh Amerika akan memerangi Hamas dan Jihad Islam.

Paket makanan dibagikan kepada rakyat Mesir memilih amandemen konstitusi dalam referendum digelar selama 20-22 April 2019. (Twitter)

Intimidasi demi Sisi

Pejabat keamanan memaksa para pemilik toko, pebisnis, pengusaha restoran, dan keluarga-keluarga terpandang memajang spanduk menyokong referendum.

Buku Son of Hamas karya Musab Hasan Yusuf, putra dari pemimpin senior Hamas di Tepi Barat, Syekh Hasan Yusuf. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Putra Hamas dalam dekapan Yesus

Musab adalah putra dari pemimpin senior Hamas di Tepi barat, Syekh Hasan Yusuf. Dia pernah menjadi infrman Israel selama 1997-2007.





comments powered by Disqus

Rubrik kisah Terbaru

Ganti Tuhan di Kobani

"Setelah perang dengan ISIS, orang-orang mencari keyakinan tepat, mereka menjauhkan diri dari Islam," kata Umar Firas, pendiri gereja Evangelis di Kobani.

27 Mei 2019
Intimidasi demi Sisi
26 April 2019
Bertemu pemuka Yahudi
04 Maret 2019

TERSOHOR