kisah

Bersama ISIS bela Qaddafi

ISIS di Sirte dianggap bukan ancaman karena sebagian besar anggotanya para loyalis Qaddafi.

11 Maret 2015 02:57

Bangunan di Kota Sirte itu tadinya kebanggaan mendiang pemimpin Libya Kolonel Muammar al-Qaddafi. Di sanalah dia biasa menggelar pertemuan dengan para pemimpin dunia.

Tapi kini, gedung bernama Uagadugu ini ditutupi bendera jihadis berwarna hitam dan putih. Patung peraga di toko-toko pakaian perempuan dicat hitam sehingga kelihatan lebih sopan. Tempat-tempat pangkas rambut di sekitar situ ditutup.

Sirte, kota kelahiran sekaligus kematian Qaddafi, sekarang menjadi salah satu markas utama Ansar Syariah, kelompok telah berbaiat kepada ISIS (Negara Islam Irak dan Suriah). Sekelompok kecil milisi Islam radikal ini telah membangun kekuatan di kota berjarak sekitar 483 kilometer dari garis pantai Italia itu.

"Ketika tiba di sini jumlah mereka sedikit," kata warga setempat mengaku bernama Milad. Dia menolak menyebut identitas aslinya karena takut. "Tapi kemudian banyak penduduk Sirte bergabung. Mereka melihat ISIS sebagai satu-satunya cara meraih kekuasaan setelah zaman Qaddafi."

Gedung Uagadugu sekarang menjadi markas besar ISIS. Para penembak jitu ditempatkan di atas bangunan menyaksikan Toyota Hillux ditumpangi dua wartawan surat kabar the Telegraph melesat melewati gedung itu. "Mereka tidak bakal menembak sebab mereka takut kepada kami," ujar komandan Libya Dawn seraya menginjak pedal gas dalam-dalam.

ISIS telah menguasai sebagian besar wilayah timur Sirte sejak dua bulan lalu. Distrik dua dan tujuh, pertahanan terakhir Qaddafi pada 2011, kini jadi wilayah terlarang untuk dilewati.

Ketika pemberontakan meletup, Sirte luluh lantak akibat serangan udara pasukan NATO (Organisasi Pakta Pertahanan Atlantik Utara). Setelah pemimpin mereka wafat dan kota mereka hancur, orang-orang Sirte membenci para pemimpin baru Libya. "Hampir semua penduduk Sirte menyokong Qaddafi," tutur Milad. "Setelah perang berakhir, mereka berupaya menjauh dari rezim baru Libya. Mereka berlagak biasa saja dan menjalani hidup normal."

Di antara mereka menyebut orang-orang sekarang berkuasa di Libya sebagai tikus. Selepas Qaddafi, kekacauan terus meluas di Libya lantaran pemerintah gagal mengontrol pasukan revolusi. Ketiadaan kekuasaan di Sirte membikin milisi Ansar Syariah masuk. Pasukan mereka kebanyakan orang-orang Libya dari Dirna, sejak lama dikenal sebagai pusat fundamentalisme di Libya.

Meski Ansar Syariah dituding membunuh Duta Besar Amerika Serikat Chris Stevens pada 2012 di Kota Benghazi, banyak orang Libya melihat mereka sebagai pasukan berlaku baik. "Saat Ansar Syariah masuk Sirte mereka tidak agresif. Mereka mulai membuka kelas buat mengajarkan ideologi mereka," kata Milad. "Mereka meraih hati rakyat lewat kerja kemanusiaan: menyumbang fulus dan makanan bagi kaum miskin."

Milisi Libya Dawn pun tidak keberatan beraliansi dengan Ansar Syariah walau kelompok ini telah berbaiat kepada ISIS. "Ansar sudah memerintah Sirte dan kami tidak bermasalah dengan mereka," ujar Muhammad Lahal, komandan operasi Brigade 166 Libya Dawn. "Kebanyakan anggota Ansar Syariah dari Sirte. Mereka tidak membantai siapapun. Mereka mendapat sokongan dari para pemimpin suku di sini."

Selama hampir dua tahun, penduduk Sirte bilang bendera Ansar Syariah, sama dengan bendera ISIS, bertebaran di jantung Kota Sirte. Namun kemudian sejumlah kecil jihadis asing mulai berdatangan ke Sirte dan bersumpah setia terhadap Baghdadi. "Mereka berasal dari Mesir, Tunisia, Suriah, Aljazair, dan banyak negara lain," tutur Lahal.

Milad mengungkapkan warga asing lantas mulai menjadi sasaran pembunuhan. "Mereka membunuh seorang dokter dari Mesir dan istrinya. Beberapa hari kemudian mayat putri mereka berusia 17 tahun ditemukan."

ISIS lalu mengumumkan kehadiran mereka lewat parade berkeliling Sirte. Melalui pengeras suara di pelbagai menara masjid, mereka mengumumkan Sirte sekarang bagian dari kekhalifahan Islam. Pawai ini berakhir di markas Ansar Syariah. "Sebagian besar anggota Ansar Syariah menyambut kedatangan mereka dan berbaiat kepada Baghdadi," kata Lahal.

Mereka pun mulai merekrut para loyalis Qaddafi.

Strategi ini persis dilakoni ISIS setelah menguasai Kota Mosul dan kebanyakan wilayah utara Irak. Mereka merangkul orang-orang Partai Baath merupakan pendukung setia Saddam Husain. ISIS menjadikan mereka petinggi untuk membalas orang-orang telah mengakhiri rezim Saddam.

Hal serupa berlaku di Libya. "Para pria bergabung dengan ISIS di Sirte saya kenali wajah mereka sebagai orang-orang bertempur di pihak Qaddafi pada 2011," ujar Lahal.

Salah satu pentolan ISIS di Sirte adalah Husain karamih, kerabat dari Ismail Karamih, pejabat intelijen di masa Qaddafi dan sekarang mendekam dalam penjara di Kota Misrata.

Setelah ISIS menguat di Sirte, mereka mulai menerapkan hukum Islam. Pelajar perempuan dan lelaki dipisahkan. Kedai-kedai syisya ditutup.

Tapi banyak dari pemimpin Libya Dawn membantah kehadiran ISIS di Sirte sebagai ancaman. "Mereka cuma para loyalis Qaddafi ingin mengembalikan kekuasaan," tutur Jamal Zubia, pejabat urusan media asing di Libya Dawn.

Alhasil, ISIS lewat Ansar Syariah kian leluasa berkuasa di Sirte.

Milisi ISIS. (Dabiq/Global Look Press)

Kuasa Erdogan jaya ISIS

Ada kesepakatan antara ISIS dan intelijen Turki untuk membuka perbatasan bagi jihadis-jihadis ISIS cedera untuk dirawat di Turki.

Struktur ISIS diambil dari dokumen bikinan Haji Bakar. (derspiegel.de)

Ramadan dan kebangkitan ISIS

Kebangkitan ISIS bukan sekadar jumlah serangan mereka lakukan kian banyak. Namun serbuan mereka lakoni berakibat fatal dan serangan mereka bervariasi.

Daftar nama warga Indonesua terkait ISIS di kamp Ain Isa. (Rojava Information Center)

Menengok para pemuja ISIS asal Indonesia di Suriah

Terdapat 450 warga Indonesia di kamp Ain isa dan 300 orang lainnya di kamp Al-Haul.

Amir Muhamnad Abdurrahman al-Mauli as-Salbi, pemimpin baru ISIS. (Courtesy)

Berkenalan dengan pemimpin baru ISIS

Muhammad al-Mauli bergelar sarjana syariah lulusan dari Universitas Mosul. Dia memiliki satu putra. Dia bertemu Baghdadi ketika pada 2004 mendekam dalam tahanan Amerika di Kamp Bucca, Irak.





comments powered by Disqus

Rubrik kisah Terbaru

Asmara terlarang Puteri Haya

Puteri Haya menghadiahi pengawal pribadinya dengan beragam hadiah, termasuk pistol seharga Rp 943 juta. Selingkuhannya ini juga dikasih uang tutup mulut sebesar Rp 22,6 miliar.

23 November 2020

TERSOHOR