kisah

Pacar kafir Yair

"Putra Bibi (panggilan Netanyahu) telah menemukan gadis kafir. Ayahnya bangga serta merestui asimilasi dan perusakan orang Yahudi."

22 April 2015 23:58

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu kembali menjadi gunjingan. Bukan lantaran menghabiskan begitu banyak shekel buat membeli es krim kegemarannya, tapi kali ini selentingan muncul akibat perilaku putra sulungnya, Yair.

Yair, 23 tahun, berpacaran dengan gadis non-Yahudi asal Norwegia. Namanya Sandra Leikanger. Umurnya lebih tua dua tahun ketimbang Yair. Keduanya kawan satu kampus di the Interdisciplinary Center, Herzliya, kota pantai di sebelah utara Ibu Kota Tel Aviv.

Surat kabar Dagen terbitan Norwegia pertama kali mengembuskan jalinan asmara keduanya. Bahkan Netanyahu disebut begitu bangga putra sulungnya itu memiliki kekasih non-Yahudi. Sikap itu dia sampaikan dalam pertemuan dengan Perdana Menteri Norwegia Ema Solberg Januari tahun lalu di sela pertemuan Forum Ekonomi Dunia di Kota Davos, Swiss. Posisi ini berlawanan dengan kengototan Netanyahu menuntut Palestina mengakui Israel sebagai negara Yahudi.

Anggota Knesset (parlemen Israel) dari Partai Shas berhaluan ultranasionalis Nissin Zeev menyebut kasus Yair Netanyahu itu sebagai masalah besar. "Sebagai perdana menteri Israel dan orang Yahudi, dia bertanggung jawab secara nasional lewat nilai-nilai dia terapkan dalam keluarganya," katanya.

Arye Deri, rekan separtai Zeev, menegaskan Tuhan melarang orang Yahudi menikah dengan orang kafir atau selain Yahudi. "Jika Tuhan melarang karena memang benar, kemudian kesengsaraan bakal menghampiri kita, kesengsaraan akan mendatangi kita," ujar Deri kepada stasiun radio Kol Barama.

Lehava, kelompok antiasimilasi, dalam pernyataan tertulis mereka menolak hubungan Yair dan Leikanger. "Putra Bibi (panggilan Netanyahu) telah menemukan gadis kafir. Ayahnya bangga dan merestui asimilasi dan perusakan orang Yahudi."

Direktur Lehava Bentzi Gopshtain mengingatkan Netanyahu melalui Facebook. “Cucu-cucu Anda seperti Anda ketahui, nantinya bukan orang Yahudi,” tuturnya.

Kritikan juga muncul dari dalam keluarga besar Netanyahu. Paman Yair dari ibunya, Dr. Hagai Ben-Artzi, menganggap Yair telah meludahi kubur kakek dan neneknya. Ben-Artzi dan Sara Netanyahu sudah bertahun-tahun tidak berkomunikasi karena alasan tidak diketahui. "Ini hal mengerikan bakal mengancam dan sudah menjadi ancaman sepanjang sejarah Yahudi," kata Ben-Artzi.

Namun Netanyahu tentu tidak kuasa menolak hubungan Yair dan Leikanger. Dia juga pernah menikahi Fleur Cates, gadis non-Yahudi asal Inggris, sebagai istri keduanya. Dari istri ketiganya, Sara, Netanyahu dikaruniai dua putra: Yair dan Avner.

Orang tua tentu ingin anak-anak mereka mencari teman seranjang seiman, tapi kadang cinta mampu memaksa orang memilih pendamping hidup berbeda Tuhan.

Ali Khamenei (kiri) saat Perang Iran-Irak. (Wikipedia)

Saat Iran dan Israel masih bersahabat

Iran memasok minyak dan balasannya Israel menyuplai senjata.

Basrah pada 1913, dipotret oleh pengusaha Swedia bernama Arne C Waern. (Wikimedia Commons)

Kanal Basrah, riwayatmu dulu

Di awal abad ke-20, tepian kanal-kanal di Basrah - menjadi pintu keluar menuju Teluk Persia - dihuni orang-orang Yahudi, Nasrani, dan muslim dengan damai.

Sheikha Latifa, daughter of Dubai Emir Sheikh Muhammad bin Rashid al-Maktoum, with her Finnish friend, Tiina Jauhiainen. (@detainedindubai for Albalad.co)

Nestapa Syekha Latifah

Bahkan sepanjang hidupnya, Syekha Latifah baru sekali keluar Dubai, yakni saat kabur tahun ini.

Menteri Luar Negeri Qatar Syekh Muhamnad bin Abdurrahman ats-Tsani. (Saudi Gazette)

Duit sebukit tebusan pangeran

Uang tebusan untuk pembebasan rombongan pemburu asal Qatar itu sebesar US$ 1 miliar ditambah US$ 150 juta.





comments powered by Disqus

Rubrik kisah Terbaru

Saat Iran dan Israel masih bersahabat

Iran memasok minyak dan balasannya Israel menyuplai senjata.

01 Agustus 2018
Nestapa Syekha Latifah
25 Juli 2018
Sapa Muqtada
21 Mei 2018

TERSOHOR