kisah

Rabbi-rabbi berkocek tebal

Mereka meraup jutaan dolar dari para pengusaha tajir menjadi klien.

24 April 2015 23:08

Netivot di selatan Israel biasanya sepi. Namun pada sebuah Jumat malam di Juli 2012 keramaian memancar di sana. Ratusan orang tumplek di sebuah rumah di pinggiran kota berlokasi di tengah Gurun Negev itu. Mereka berpesta buat menghormati idola mereka.

Sang pujaan adalah rabbi mampu menebak isi hati, biasa disapa Rabbi Sinar X.

Di antara ratusan pengikutnya hadir malam itu terdapat undangan khusus. Mereka dengan rupa berseri duduk mengelilingi meja panjang di kediaman Rabbi Sinar X. Di antaranya satu hakim tersohor, dua anggota Knesset (parlemen Israel), dua konglomerat (Menahem Gurevitch dan Nochi Dankner), kepala rabbi angkatan darat, dan seorang pejabat kepolisian nasional. Perdana Menteri Benjamin Netanyahu berhalangan hadir menyampaikan ucapan selamat melalui rekaman video.

Selama beberapa dekade terakhir, Rabbi Sinar X dan lusinan rabbi lainnya berhasil menduduki posisi berpengaruh di negara Zionis itu. Mereka mampu menarik pengikut-pengikut kakap, terutama para taipan siap menyumbang jutaan shekel saban habis meminta doa dan mendikusikan usaha mereka dengan rabbi-rabbi semacam itu.

Rabbi-rabbi gila harta ini lantas menjadi tajir. Mereka pun menjadi pengusaha dan menanamkan modal di bisnis properti di dalam dan luar Israel. "Setiap satu shekel membawa kedamaian abadi," kata Rabbi Hayim Amram Ifargan kepada para tamu istimewa itu. Dia saudara tiri Rabbi Sinar X.

Majalah Forbes edisi Israel pada Juni 2012 buat pertama kali melansir daftar 13 rabbi paling tajir di negara Yahudi itu. Dengan kekayaan sekitar US$ 335 juta, Rabbi Pinchas Abuhatzeira, 36 tahun, dari Beersheba berada di posisi puncak. Sedangkan Rabbi Sinar X berharta US$ 23 juta menempati peringkat keenam.

Sejumlah rabbi mengecam praktek rabbi-rabbi suka memperkaya diri itu. "Benar-benar mengecewakan ketika agama menjadi rendah seperti ini," ujar Rabbi Donniel Hartman, Presiden Institut Shalom Hartman, lembaga pendidikan Yahudi ortodoks modern. "Kekuatan abadi tidak akan diperoleh lewat memperkaya diri. Itu agama kecil."

Penghasilan kebanyakan rabbi di Israel tidak sampai jutaan shekel. Mereka bekerja sebagai pegawai pemerintah dibayar buat memimpin upacara keagamaan, seperti pernikahan dan penguburan. Mereka juga bertugas menjamin aturan halal dilaksanakan di restoran dan hotel-hotel.

Sedangkan rabbi-rabbi mabuk fulus membuka praktek berjam-jam di rumah mereka untuk kaum tajir. Mereka menerima uang tunai dalam jumlah besar atas secarik doa buat klien. Rabi-rabbi kelas kakap ini telah membangun lembaga amal dan yeshiva kecil untuk mengeruk keuntungan.

Menurut Menachem Friedman, ahli Yudaisme ortodoks dari Universitas Bar-Ilan, Tel Aviv, rabbi-rabbi haus duit ini sudah ada sejak abad ke-19. Mereka menetapkan harga untuk saban kali konsultasi spiritual. "Jika pasar berbahaya dan bergolak, para jutawan hilang percaya diri. Mereka perlu rabbi-rabbi semacam ini buat mengembalikan keyakinan mereka."

Dinasti rabbi terkaya di negara Yahudi itu berasal dari keluarga Abuhatzeira, dikenal dengan sebutan Baba Sali. Imigran asal Maroko ini menetap di Israel sejak 1963 dan berhasil menggaet ribuan pengikut Yahudi keturunan Maroko serta Timur Tengah. Meski telah wafat pada 1984, fotonya masih tergantung di dinding rumah dan perusahaan-perusahaan Israel.

Kekayaannya diwariskan kepada cucunya, Rabbi Elazar Abuhatzeira. Dia membangun vila tiga lantai dilengkapi aula mewah, kamar-kamar nyaman buat donor penting, dan terowongan bawah tanah menuju sinagoge serta kantornya di seberang jalan. Ini menurut rencana pembangunan rumah diperoleh wartawan Yossi Bar-Moha dari Dewan Kota Beersheba.

Seorang pengusaha menusuk dia hingga tewas pada 2011. Dia kecewa bisnisnya tidak maju-maju meski sudah banyak menyumbang kepada Rabbi Elazar. Putranya, Rabbi Pinchas Abuhatzeira, menggantikan kedudukannya sebagai rabbi terkaya di negara Bintang Daud itu.

Ironisnya, rabbi-rabbi tajir ini curang. Mereka tidak mau melaporkan kekayaan mereka dan berkelit dari membayar pajak. "Rabbi-rabbi seperti ini penipu dan tukang curang. Mereka sebenarnya tidak memiliki pengetahuan agama. Sayangnya, orang-orang mempercayai mereka," ujar Bar-Moha.

Seorang pejabat tidak disebut namanya mengungkapkan pihaknya pada 2010 melobi sekitar 20 rabbi papan atas. Mereka diminta melaporkan pendapatan. Beberapa di antara mereka terkait penggelapan pajak. Namun tidak ada yang dihukum, malah sejumlah rabbi dilaporkan telah berdamai dengan badan pajak.

Pesta berakhir. Para pengikut Rabbi Sinar X mendaki bukit buat berdoa di depan piramida batu. Di dalam sana terdapat makam ayah pujaan mereka itu. Sang rabbi keluar dari kompleks kuburan dikelilingi juru foto dan para pengawalnya. Sejumlah pengikut berteriak minta didoakan supaya sehat dan anak mereka mendapat jodoh bagus.

Ketika Associated Press menanyakan rahasia suksesnya, Rabbi Sinar X berhenti. Lelaki 46 tahun dengan janggut tebal dan panjang serta mengenakan topi hitam ini menatapa ke arah penanya beberapa saat. Lalu dia mengalihkan pandangan ke atas seraya mengangkat bahu.

Para pengawalnya segera membawa dia masuk ke dalam Mercedes Benz hitam dan langsung melesat.

Rabbi Avraham Sinai bersama putranya, Amos Sinai, pada Mei 2016 berdiri memandang ke arah Libanon dari wilayah perbatasan di Israel. (Channel 2)

Rabbi pengkhianat Partai Tuhan

Selama sepuluh tahun, Ibrahim Yasin bergabung dengan Hizbullah sekaligus menjadi informan Israel. Sejak 1997, dia dan keluarganya pindah ke Israel.

Gideon Fan, orang Cina berdarah Yahudi, tengah berdoa di Tembok Ratapan di Kota Yerusalem Timur. (Courtesy)

Yahudi bermata sipit

Untuk pertama kalinya militer Israel menerima tujuh orang Yahudi berdarah Cina menjadi tentara.

Logo Mossad. (mysticpolitics.com)

Melawat ke markas Mossad

Mossad hanya memiliki hampir 1.200 pegawai, termasuk sekretaris dan sopir.

Pendiri sekaligus pemimpin senior Hamas di Jalur Gaza Mahmud Zahar tengah memegang senapan AK-47 milik mendiang putranya, Husam, di rumahnya, Kota Gaza, Rabu, 24 Oktober 2012. (faisal assegaf/albalad.co)

Kenangan Perang Gaza

Waktu perang meledak tahun lalu, kediaman Zahar rata dengan tanah akibat gempuran udara Israel.





comments powered by Disqus

Rubrik kisah Terbaru

Sentuhan Zionis dalam Perang Yaman

Israel secara rahasia menjual senjata dan amunisi kepada Arab Saudi, termasuk bom fosfor merupakan senjata terlarang.

21 November 2018
Nihil Jamal di Istanbul
05 Oktober 2018

TERSOHOR