kisah

Tembak siapa saja kalian lihat

"Bila kalian menembak seseorang di Gaza itu keren. Bukan persoalan besar," kata seorang komandan Israel.

18 Mei 2015 21:01

Perang 50 hari di Jalur Gaza musim panas lalu sudah berlalu hampir setahun, namun duka dan air mata mudah tumpah bila mengingat kenangan pahit itu. Lebih dari 2.200 warga Palestina tewas dan 18 ribu rumah hancur atau rusak berat. Di pihak Israel hanya 66 prajurit terbunuh dan tujuh lainnya orang sipil.

Sedikit demi sedikit tudingan Israel telah bertindak kelewat biadab mulai terbukti. Dalam laporan setebal 136 halaman, organisasi Breaking the Silence berhasil merekam kesaksian lebih dari 60 serdadu negara Zionis diterjunkan di palagan Gaza tahun lalu.

'Aturan berlaku bagi tentara di medan tempur adalah tembak ke arah mana saja ketika memasuki Gaza," kata seorang prajurit infanteri. "Asumsinya adalah ketika kami masuk ke Gaza siapa saja berani meperlihatkan kepala mereka adalah teroris."

Sersan di mana unitnya bertugas di utara Gaza juga menyampaikan hal serupa. "Mestinya tidak boleh ada warga sipil di sana. Jika kalian melihat seseorang tembak saja," ujarnya. "Apakah dia mengancam atau tidak, bukan masalah. Bila kalian menembak seseorang di Gaza itu keren. Bukan persoalan besar."

Dalam satu insiden, dua perempuan Palestina tengah berbicara lewat telepon seluler dianggap teroris oleh pesawat nirawak Israel. Mereka pun tewas seketika dihantam rudal. Setelah diperiksa kedua korban itu tidak bersenjata.

Sejumlah kesaksian mengungkapkan serdadu-serdadu negara Zionis ini bertindak tidak sepatutnya, bahkan kejam. Beberapa di antara mereka juga berperilaku rasis.

Seorang sersan ditempatkan di Dair al-Balah menceritakan bagaimana unitnya diperintahkan menembak serampangan pada pukul tujuh pagi. Padahal situasi di sana tenang dan tidak ada ancaman. "Ini untuk membangun penduduk, memberitahu militer Israel sudah di sini, dan sebagai serangan penangkal," tutur dia mengutip ucapan komandannya.

Beberapa prajurit mengakui mereka kehilangan moralitas mereka setelah berpekan-pekan di medan perang. Seorang sersan bilang dia menembaki seorang pesepeda dengan senapan mesin setelah gagal menyasar sejumlah mobil dan taksi lewat tembakan tank.

Breaking the Silence menyimpulkan ada upaya sistematis diperintahkan kepada semua prajurit dari pangkat tertinggi hingga level terendah buat mengambil tindakan mengurangi risiko bagi pasukan meski harus mengorbankan warga sipil Palestina.

Perang memang kejam. Ia bisa membutakan akal dan pikiran, hati serta nurani.

Foto raksasa mendiang Imam Khomeini tergantung di tembok sebuah bangunan dekat rumahnya di kawasan elite Jamaran di utara Ibu Kota Teheran, Iran, 31 Mei 2016. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Fulus Kabah goyang Mullah

Pada 2012, Amerika menghapus MEK dari daftar organisasi teroris lantaran ingin menggunakan kelompok ini untuk membikin Iran tidak stabil.

Rahaf Muhamnad al-Qunun, 18 tahun, gadis asal Arab Saudi kabur dari keluarganya dan ingin meminta suaka ke Australia. (Twitter)

Harap Rahaf

"Hidup di Arab Saudi seperti tinggal dalam penjara. Saya tidak bisa membikin keputusan sendiri," ujar Rahaf. "Bahkan soal rambut pun saya tidak boleh memutuskan sendiri."

Nura, bukan nama sebenarnya, menjadi cacat akibat serangan udara pasukan koalisi Arab Saudi di Yaman pada 2015. (Save the Children)

Sentuhan Zionis dalam Perang Yaman

Israel secara rahasia menjual senjata dan amunisi kepada Arab Saudi, termasuk bom fosfor merupakan senjata terlarang.

Pangeran Ahmad bin Abdul Aziz dari Arab Saudi. (huseofsaud.com)

Berpadu buat kudeta putera mahkota

Pangeran Ahmad bin Abdul Aziz pulang dengan misi menggulingkan Pangeran Muhammad bin Salman. Dia mendapat jaminan keamanan dari Amerika dan Inggris.





comments powered by Disqus

Rubrik kisah Terbaru

Fulus Kabah goyang Mullah

Pada 2012, Amerika menghapus MEK dari daftar organisasi teroris lantaran ingin menggunakan kelompok ini untuk membikin Iran tidak stabil.

16 Januari 2019
Harap Rahaf
07 Januari 2019

TERSOHOR