kisah

Mencakar langit Jeddah

Tiga tahun lagi bakal berdiri gedung terjangkung sejagat di Kota Jeddah setinggi satu kilometer.

22 Mei 2015 17:16

"Kota-kota di dunia tengah mengalami sebuah ledakan gedung pencakar langit," demikian kesimpulan dari lembaga analisa real estat Knight Frank bulan ini.

Pencakar langit - kategori untuk bangunan setinggi minimal 106 meter - terus tumbuh di kota-kota modern. Sejak 2000 Ibu Kota London, Inggris, telah menambah 23 gedung pencakar langit baru, dibanding 17 bangunan sepanjang empat dekade sebelumnya.

Kota New York di Amerika Serikat, kerap disebut sebagai tempat kelahiran gedung pencakar langit, tahun lalu saja sudah dihuni empat menara jangkung baru. Dubai dalam 15 tahun terakhir membangun 190 menara tertinggi.

Burj Khalifah, bangunan setinggi 828 meter dan berlantai 163, masih menyandang predikat gedung terjangkung sejagat. Namun posisinya bakal digusur oleh proyek baru tengah dikerjakan di Kota Jeddah, Arab Saudi.

Pembangunannya sudah dimulai sejak April 2013, Kingdom Tower (Menara Kerajaan) di Jeddah sudah memiliki 14 lantai dan menurut rencana diresmikan pada 2018. Adalah miliarder Saudi Pangeran Al-Walid bin Talal membangun proyek senilai US$ 1,2 miliar ini. Proyek ini terkesan seperti membangun ikon ketimbang rencana bisnis.

Di masa lalu New York membangun ke atas lantaran harga tanah begitu tinggi, terutama di kawasan bisnis Manhattan. Sedangkan Dubai mendirikan Burj Khalifah buat menggaet pelancong sebagai sumber devisa di luar minyak. Paling lambat 2020, gedung tertinggi di dunia ini bakal kebanjiran 20 juta turis saban tahun.

"Menara ini gagasan dari Pangeran Al-Walid bin Talal," kata Munib Hammud, Direktur Utama Jeddah Economic Company (JEC), perusahaan di belakang pembangunan dan pengembangan Menara Kerajaan. "Saya pikir bangunan ini nantinya mengembalikan posisi Jeddah sebagai kota internasional dan akan memiliki ikon, ciri khas."

Kompleks Menara Kerajaan ini menempati lahan seluas 5,3 juta meter persegi. "Kami akan membangun kota baru dan memposisikan Jeddah sebagai kota internasional seperti Beirut dan Dubai," ujarnya.

Namun belajar dari pengalaman, sejumlah gendung pencakar langit menjadi ikon sempat rugi. Empire State Building diresmikan pada 1931 di New York langsung terkena resesi ekonomi hebat melanda Amerika pada 1930-an. Bertahun-tahun gedung ini kosong dan dicemooh dengan nama Empty State Building. Baru 20 tahun kemudian, ketika ekonomi pulih, mereka bisa meraup laba.

Bahkan kasus serupa tahun lalu menimpa the Shard di London. Gedung dibangun dengan uang Qatar ini dilanda krisis. Banyak ruangan di sana tidak ada yang menyewa. The Gerkind, ciri khas London lainnya, dibangun satu dasawarsa sebelumnya perlu sepuluh tahun agar seluruh lantainya terisi.

Di Dubai, saat Burj Khalifah diresmikan pada Januari 2010, harga properti menukik hingga 60 persen. Sebanyak 825 dari 900 apartemen tidak berpenghuni, harga sewa tenggelam sampai 40 persen.

Namun dengan sokongan fulus tidak berseri milik Pangeran Al-Walid, Hammud kelihatan tidak cemas Menara Kerajaan bakal bernasib apes. "Dalam rencana kami tidak ada istilah melambat, kami akan melajut cepat," tutur Hammud. "Ini adalah proyek besar, jadi mereka bakal terus maju tanpa peduli harga minyak. Pada Juni 2015 pasar saham Saudi akan terbuka bagi investor asing, ini akan membawa masuk lebih banyak modal."

Hammud mengungkapkan penjualan apartemen akan dimulai akhir tahun ini dan serah terima dengan pemilik berlangsung pada 2018 atau 2019. JEC sudah kebanjiran aplikasi pembelian dari warga Arab Saudi, Kuwait, Qatar, Oman, Bahrain, dan Uni Emirat Arab. "Apartemen untuk dijual, mungkin beberapa disewakan. itu tergantung pasar," kata Hammud kepada wartawan.

Menara Kerajaan memiliki luas 245 ribu meter persegi akan meliputi perkantoran, Hotel Four Seasons berisi 200 kamar, dan 481 apartemen.

Menurut Jamil Ghaznawi, kepala kantor konsultan properti JLL di Saudi, pasar real estat di Jeddah menunjukkan tanda-tanda pertumbuhan di sebagian besar sektor meski harga sewa apartemen naik. "Sektor hotel dan perkantoran terus tumbuh walau harga sewa naik. Tingkat hunian relatif stabil meski di beberapa kasus menurun," ujarnya.

Sasaran utama Menara Kerajaan kemungkinan pasar perkantoran karena sektor ini berjalan baik di Jeddah. Tingkat hunian ruang kantor tetap stabil di angka enam persen.

Hotel Four Seasons, akan menempati lantai-lantai awal Menara Kerajaan, kemungkinan besar menangguk untung lantaran bisnis di sektor ini berjalan baik. Tingkat hunian kamar hotel dari tahun ke tahun 73 persen.   JLL memperingatkan soal pasar tempat tinggal. Sebab harga jual dan sewa apartemen terus naik.

Hammud belum mau mempersoalkan pelbagai prediksi pasar. Dia menegaskan pembangunan Menara Kerajaan setinggi satu kilometer ini akan berjalan terus. Menara Kerajaan bakal tegak tiga tahun lagi dan menjadi gedung terjangkung sejagat, mengalahkan Burj Khalifah.

Dengan berdirinya Menara Kerajaan, Jeddah dalam bahasa Arab berarti nenek akan bersalin rupa menjadi gadis muda, segar, dan ayu.

Pemilik Kingdom Holding Company Pangeran Al-Walid bin Talal dari Arab Saudi. (Gulf Business)

Pangeran Al-Walid yakin anak Raja Salman tidak terlibat pembunuhan Khashoggi

Pangeran Al-Walid dibebaskan dari tahanan akhir Januari tahun ini setelah bersedia menyerahkan sebagian hartanya.

Pangeran Ahmad bin Abdul Aziz dari Arab Saudi. (huseofsaud.com)

Berpadu buat kudeta putera mahkota

Pangeran Ahmad bin Abdul Aziz pulang dengan misi menggulingkan Pangeran Muhammad bin Salman. Dia mendapat jaminan keamanan dari Amerika dan Inggris.

Wartawan pengkritik Arab Saudi Jamal Khashoggi. (Twitter)

Lika-liku pembunuhan Jamal Khashoggi

"Kami mengetahui kapan Jamal (wartawan Saudi Jamal Khashoggi) dibunuh, di ruangan mana dia dibunuh, dan di mana mayatnya dibawa untuk dimutilasi,"

Pangeran Sultan bin Turki (Hugh Miles)

Jejak gelap pengkritik penguasa negara Kabah

Sejak Pangeran Muhammad bin Salman menjadi putera mahkota pada 21 Juni lalu, Arab Saudi kian getol menangkapi para pembangkang, termasuk ulama.





comments powered by Disqus

Rubrik kisah Terbaru

Berpadu buat kudeta putera mahkota

Pangeran Ahmad bin Abdul Aziz pulang dengan misi menggulingkan Pangeran Muhammad bin Salman. Dia mendapat jaminan keamanan dari Amerika dan Inggris.

31 Oktober 2018
Nihil Jamal di Istanbul
05 Oktober 2018
Bungkam ulama guncang Al-Haram
26 September 2018

TERSOHOR