kisah

Berbulan madu di Raqqah

Ketika jihadis ISIS menikah, mereka memperoleh bonus US$ 500.

27 Mei 2015 10:05

Bagi kebanyakan orang, termasuk yang anti-ISIS (Negara Islam Irak dan Suriah), Raqqah mirip kota neraka. Sebab pelaksanaan hukum pancung, rajam, dan amputasi dipandang sebagai kebiadaban. Tapi bagi para jihadis dan para penyokong, ibu kota ISIS itu mirip New York. Toko-toko swalayan kebanjiran stok kebutuhan saban hari, kedai-kedai Internet bertebaran.

Raqqah juga layak menjadi tempat buat mereguk manisnya bulan madu. Ketika menikah dengan gadis Tunisia, Abu Bilal al-Homsi, pejuang ISIS dari Kota Homs, menikmati enaknya menjadi pengantin selama beberapa hari di Raqqah. Pengantin baru ini melakoni makan malam romantis di sejumlah restoran, berjalan-jalan di tepi sungai Eufrat sambil menjilati es krim.

Semua itu bisa dilakukan lantaran Abu Bilal mendapat uang bonus menikah US$ 1.500 dari ISIS. "Segalanya tersedia bagi siapa saja ingin menikah," katanya mengomentari situasi di Raqqah, kota dicaplok ISIS sejak 18 bulan lalu.

Memang bagi sebagian besar orang ISIS itu kejam. Di pos-pos pemeriksaan, sekelompok lelaki bersenjata mengawasi para pelintas dan pengendara, kalau-kalau ada yang berpenampilan dianggap tidak islami, bahkan termasuk memakai gel rambut. Di rumah-rumah beberapa komandan ISIS, gadis-gadis Yazidi diculik dari Irak dijadikan budak seks.

Namun bagi para pendukung, ISIS ingin membangun khilafah islamiyah, tanpa batas negara dan kewarganegaraan. Semua orang dari seluruh dunia bersatu dalam sebuah negara Islam. Pemimpin ISIS Abu Bakar al-baghdadi telah mengumumkan berdirinya khilafah ini Ramadan tahun lalu di Kota Mosul, Irak. Dia juga mengangkat dirinya sebagai khalifah.

Karena itu, ISIS telah membikin sebuah sistem agar kehidupan para penduduk khilafah, lelaki dan perempuan asal dunia Arab, Eropa, Asia Tengah, dan Amerika Serikat, bisa berjalan. "Jadi bukan sekadar bertempur," ujar Abu Bilal saat diwawancarai kantor berita Associated Press lewat Skype. "Ada lembaga, warga sipil, dan wilayah luas. ISIS mesti membantu imigran menikah."

Elite-elite baru dalam ISIS bermunculan di Raqqah. Rumah-rumah dan apartemen mewah tadinya milik para pejabat Suriah telah diambil alih kelas-kelas penguasa baru di ISIS.

"Kota itu stabil. Semua layanan diperlukan masyarakat tersedia, tidak seperti di wilayah-wilayah terpencil dikuasai ISIS," tutur Abu Ibrahim ar-Raqqawi, anggota koalisi media anti-ISIS. "Raqqah seperti New York."

Membantu para jihadis menikah adalah prioritas utama. Selain gaji bulanan, para pejuang ISIS mendapat US$ 500 ketika menikah untuk memulai hidup berumah tangga. Abu Bilal, 28 tahun, mendapat bonus lebih besar karena istrinya dokter dan menguasai empat bahasa.

Sebelum perang saudara meletup di Suriah empat tahun lalu, Abu Bilal adalah ahli teknologi informasi. Dia kemudian bersimpati dengan cita-cita ISIS mendirikan khilafah islamiyah.

Dia mulai mendukung ISIS awal 2013. Baru pada pertengahan 2014, dia menjadi jihadis kelompok militan itu. Ketika pengepungan terhadap Homs selama dua tahun berakhir di Mei tahun itu, Abu Bilal resmi menjadi anggota ISIS.

Karena aktif di media sosial, dia bertemu istrinya. Perempuan ini mengagumi pemikiran-pemikiran Abu Bilal.

Setelah berkomunikasi lewat Internet, Abu Bilal mengetahui kakak iparnya telah bergabung dengan ISIS dan ditempatkan di Dair az-Zour, timur Suriah. Dia lantas meminta kesediaan abang dari calon istrinya itu buat menjadi wali nikah.

Perempuan Tunisia ini lantas ke Turki melalui Aljazair. Dari sana dia ke Raqqah bareng kumpulan perempuan lain ingin bergabung dengan ISIS. Mereka lantas ditempatkan di wisma khusus kaum hawa, di mana pasukan polisi syariah perempuan juga tinggal.

Sehabis mendapat izin dari komandannya, Abu Bilal menempuh jarak 250 kilometer dari Homs ke Raqqah.

Pernikahan antara jihadis Suriah dengan perempuan asing hal langka. Biasanya pejuang asing mengawini wanita asing.

Setelah berbulan madu di Raqqah, pengantin baru ini kembali ke Homs. Berbekal bonus dari ISIS, Abu Bilal mempersiapkan rumah buat istri dan empat anak kucing peliharaannya. Pasangan baru ini tengah menunggu kelahiran anak pertama mereka. Dia bakal mendapat tunjangan US$ 400 saban kali mempunyai anak.

Karena sudah menikah, ISIS memberi tunjangan bulanan masing-masing US$ 50 untuk Abu Bilal dan istrinya. Tunjangan seragam militer, pakaian, perlengkapan pembersih, dan makanan saban bulan US$ 65.

Tidak lama sehabis wawancara, Abu Bilal kembali bertempur dan ikut dalam merebut kota kuno Palmyra pekan lalu.

Para jihadis ISIS, seperti Abu Bilal, bisa tenang berjihad karena ISIS mencukupi kebutuhan keluarga di rumah.

Jihadis ISIS berpawai di Kota Raqqah, Suriah, menggunakan kendaraan Toyota. (ABC News)

Markas ISIS dipindah dari Raqqah ke Dair az-Zur

Pemindahan itu berlangsung dua bulan lalu.

Evakuasi korban tewas dan luka akibat serangan teror di klub malam Reina, Istanbul, Turki, 1 Januari 2017. (Twitter/@emergensa24)

Rekrutmen Nusrah dan ISIS di Turki

ISIS merekrut orang-orang kurang secara ideologi dan jaringan, sedangkan calon jihadis Jabhat Nusrah mesti lulus indoktrinasi dan direkomendasikan anggota lainnya.

Pemimpin gereja ortodhoks Siriak di Bartella, Irak, berpose bareng pasukan elite Irak membebaskan kota itu dari caplokan ISIS. (ADFA)

Dentang lonceng gereja di tepi Mosul

"Ketika jihadis ISIS itu mulai menurunkan dan menghancurkan salib serta injil, kami sadar kami sudah tidak aman lagi," ujar Nagham.

Seorang jihadis ISIS merobohkan salib di sebuah gereja di Kota Mosul, Irak, pada 2014. (The Assyrian International News Agency)

Nestapa pemuja Yesus

Di tarikan napas terakhir, gadis Kristen berusia 12 tahun meminta ibunya memaafkan jihadis ISIS pembakar rumah mereka.





comments powered by Disqus

Rubrik kisah Terbaru

Lika-liku pembunuhan Jamal Khashoggi

"Kami mengetahui kapan Jamal (wartawan Saudi Jamal Khashoggi) dibunuh, di ruangan mana dia dibunuh, dan di mana mayatnya dibawa untuk dimutilasi,"

12 Oktober 2018
Nihil Jamal di Istanbul
05 Oktober 2018
Bungkam ulama guncang Al-Haram
26 September 2018

TERSOHOR