kisah

Langka kubur di Yerusalem

Israel telah memulai proyek kuburan bawah tanah pertama di Yerusalem buat mengatasi krisis lahan makam.

01 Juni 2015 23:19

Bagi sekitar 552 ribu orang Yahudi tinggal di Yerusalem, sukar bagi mereka mencari tempat peristirahatan terakhir. Belum lagi kalau mesti bersaing dengan enam juta Yahudi menetap di Israel dan delapan juta lainnya di seluruh dunia.

Yerussalem tengah mengalami krisis lahan makam bagi orang-orang Yahudi. Karena itu, pemerintah Israel tengah melaksanakan proyek kuburan bawah tanah. Tahap pertama dilakukan penggalian di bawah kompleks makam terbesar di Yerusalem. Nantinya bakal tersedia 22 ribu ruang kubur terdiri dari tiga tingkat.

Proyek senilai US$ 50 juta atau setara Rp 659,8 miliar ini telah dimulai beberapa bulan lalu. Sebagian anggaran berasal dari lahan kubur sudah terjual, kebanyakan dibeli oleh orang-orang Yahudi di luar negeri. Ongkos untuk pesawat, ruang kubur, ritual, dan batu nisan antara  US$ 5 ribu hingga US$ 10 ribu. Kemungkinan besar kuburan bawah tanah ini bakal menjadi tren lantaran lahan terbatas.

Sejatinya, kuburan bawah tanah pernah tersohor di kalangan kaum Yahudi dua ribu tahun silam. Alkitab menceritakan seorang Yahudi bernama Yesus pernah menghuni makam bawah tanah meski tidak lama.

Dua kompleks kuburan umum di Yerusalem - Syekh Badar di samping gedung Mahkamah Agung dan satu lagi di sebelah Rumah Sakit Shaare Zedek - kecil dan tidak lagi menerima penghuni baru. Kompleks makam swasta Sanhedria hampir penuh dan harganya mahal, US$ 20 ribu untuk satu liang lahat.

Gunung Hertzel merupakan kompleks pemakaman nasional Israel, tapi ini cuma untuk para tokoh dan pemimpin Israel, tentara dan orang-orang gugur dalam medan perang.

Masih ada kuburan Gunung Zaitun, berlokasi di Kota Tua Yerusalem Timur. Telah berusia tiga ribu tahun dan selalu menjadi kuburan impian bagi tiap orang Yahudi. Apalagi pemandangan di sana sungguh indah. Keyakinan Yahudi bilang saat Juru Selamat datang, kebangkitan para penghuni kubur dimulai dari sana.

Namun lokasi ini bermasalah karena berebut dengan rakyat Palestina ingin menjadikan Yerusalem Timur sebagai ibu kota negara mereka. Lantaran sering dilanda bentrokan, aparat keamanan Israel getol menjaga ketat tempat ini.

Selain itu ada Har Hamenuchot, kompleks kuburan terbesar di Yerusalem dan diresmikan pada 1951. Ini salah satu tempat terkenal bakal dilewati  dalam perjalanan melalui jalan tol dari Ibu Kota Tel Aviv ke Yerusalem.

Kuburan ini menjadi tersohor setelah menjadi tempat penguburan empat orang Yahudi terbunuh dalam serangan teror di sebuah supermarket kosher. Insiden ini terjadi Januari lalu di Ibu Kota Paris, Prancis.

"Kami perlu tanah untuk hidup bukan untuk orang mati," kata Hananya Shachar, Direktur the Jerusalem Jewish Community Burial Society. Dia pertama kali mengimpikan kompleks kuburan bawah tanah seperempat abad lalu setelah menyadari ketersediaan lahan untuk makam kalah bersaing dengan permintaan.

Jika membikin lahan kuburan bawah tanah, maka kemungkinan lahan tersedia tanpa batas. Sebagai contoh, saat ini terdapat lebih dari enam juta penghuni makam bawah tanah di Paris.

Shachar menekankan bukan karena orang-orang Yahudi dari seluruh dunia ingin dikubur di Yerusalem, tapi tanah di kota ini amat bagus buat penggalian sehingga cocok dijadikan sebagai pusat penguburan bawah tanah bagi kaum Yahudi. Sedangkan Tel Aviv dan sebagian besar wilayah pantai lainnya tidak mungkin. Baru belasan meter digali sudah muncul air.

Di sebuah kompleks kuburan baru-baru ini, Shachar menunjukkan betapa sesaknya lokasi itu. "Semua kompleks makam di Yerusalem sudah tidak mencukupi lagi," ujarnya.

Para rabbi khusus hukum penguburan membolehkan kuburan bawah tanah untuk orang Yahudi asal ritual dan tradisi pemakaman sesuai agama Yahudi. Juga dengan syarat ruang-ruang kubur itu menyentuh tanah.

Kompleks kuburan bawah tanah itu tidak akan gelap dan menyeramkan. Bakal ada penerangan, hiasan pahatan batu, berangin, dengan udara kering dan sejuk.

Shachar menjelaskan kebanyakan ruang kubur bawah tanah gratis buat orang Yahudi Israel karena mereka ditanggung oleh asuransi. Mereka cuma perlu membayar untuk batu nisan, upacara penguburan, dan biaya rabbi. Jika seseorang ingin kuburnya berdampingan dengan pasangan hidupnya mesti dipesan lebih dulu dan dibayar.

"Ini benar-benar mengagumkan, tidak ada yang seperti ini, setidaknya di dunia penguburan Yahudi," tutur David Jacobson, pengusaha makam asal Kota New York, Amerika Serikat, saat menyaksikan proyek penggalian kuburan bawah tanah di Yerusalem.

"Masa depan di bawah tanah," kata Yair Maayan, manajer proyek makam bawah tanah. "Ini adalah soal bagaimana menggunakan lahan lebih baik dan cerdas."

Dia memperkirakan bisa menyediakan 22 ribu ruang kubur bawah tanah dalam tujuh tahun. Setelah itu, "Kami akan menggali lebih dalam dan lebih dalam lagi di seluruh kawasan perbukitan."

Prasasti soal Kerajaan Himyar di Bir Hima, Arab Saudi. (You Tube)

Kerajaan Yahudi di tanah suci

Arab Saudi dulunya masuk wilayah Himyar, kerajaan Yahudi.

Mariam Halabi di sebuah klinik di Kota Istanbul, Turki, bersama Moti Kahana, pengusaha membantu dia sekeluarga keluar dari Aleppo, Suriah. (Moti Kahana  buat Albalad.co)

Yahudi buncit dari Aleppo

"Saya tidak hanya menolong orang Yahudi. Saya sudah menyumbang US$ 100 ribu hingga US$ 2 juta buat rakyat Suriah," kata Moti Kahana.

Karl Marx, pencipta paham komunis, juga orang Yahudi. (Wikimedia)

Seencer otak Yahudi

Sejak abad pertama, seluruh anak lelaki Yahudi wajib disekolahkan paling lambat umur enam tahun.

Perempuan Haredim di Yerusalem. (Al-Arabiya)

Cinta gadis Yahudi saleha

Orang tua sang gadis menolak Moshe karena dia belajar di sekolah umum dan tidak mengenakan yarmulke.





comments powered by Disqus

Rubrik kisah Terbaru

Saat Iran dan Israel masih bersahabat

Iran memasok minyak dan balasannya Israel menyuplai senjata.

01 Agustus 2018
Nestapa Syekha Latifah
25 Juli 2018
Sapa Muqtada
21 Mei 2018

TERSOHOR