kisah

Kilap sang pangeran

"Dia telah menjadi orang tahu segalanya. Tapi dia baru 29 tahun, apa yang dia tahu?"

08 Juni 2015 23:55

Sampai empat bulan lalu, Pangeran Muhammad bin Salman, 29 tahun, seperti anggota keluarga kerajaan Arab Saudi lainnya, iseng-iseng bermain saham dan berbisnis properti.

Dia tumbuh dibayangi oleh tiga kakak tirinya termasuk pangeran paripurna - astronot Arab pertama, ilmuwan politik lulusan Universitas Oxford pernah menjalani riset di Universitas Georgetown, dan pemilik perusahaan investasi terbesar, serta satunya lagi wakil menteri perminyakan.

Tapi itu semua berlaku sebelum ayah mereka, Raja Salman bin Abdul Aziz, 79 tahun, naik takhta. Kini Pangeran Muhammad, putra tertua dari istri ketiga dan paling muda, adalah idola baru.

Dia dengan cepat mengumpulkan lebih banyak kekuasaan ketimbang yang pernah dipegang pangeran manapun. Dia telah menggunakan pengaruhnya kian bertambah luas untuk memimpin dalam kebijakan baru Arab Saudi lebih tegas di kawasan, termasuk campur tangan militer di Yaman.

Dalam empat bulan sejak penobatannya, Raja Salman menempatkan Pangeran Muhammad berwenang dalam urusan monopoli minyak negara, perusahaan investasi pemerintah, kebijakan ekonomi dan kementerian pertahanan. Dia pemimpin Arab Saudi paling kelihatan selama dua bulan serangan udara di Yaman dan ayahnya telah mengangkat dia sebagai wakil putera mahkota, melewati lusinan pangeran berumur lebih tua untuk menjadikan dia di urutan kedua menuju singgasana.

Menghebohkan kerajaan, Raja Salman mencopot adik tirinya, Pangeran Muqrin bin Abdul Aziz, 69 tahun, dari jabatan putera mahkota dan digantikan oleh Pangeran Muhammad bin Nayif, 55 tahun, menteri dalam negeri tersohor. Pangeran Muhammad bin Nayif, keponakan Raja Salman, tidak mempunyai pewaris lelaki, dan Pangeran Muhammad bin Salman sekarang berada di antrean selanjutnya.

Perubahan besar-besaran itu telah mempercayakan pangeran muda memegang kekuasaan, saat Arab Saudi terjebak dalam serangkaian konflik terus meningkat, bertujuan mempertahankan visinya di tatanan regional dan menghadapi Iran sebagai pesaing mereka. Negara Dua Kota Suci ini membiayai para penguasa di Mesir dan Yordania serta menyokong monarki Sunni di Bahrain melawan revolusi kaum mayoritas Syiah.

Saudi juga mempersenjatai para pemberontak Suriah untuk memerangi presiden dukungan Iran, bergabung dengan Amerika Serikat dalam koalisi anti-ISIS (Negara Islam Irak dan Suriah), serta memimpin gempuran udara terhadap milisi Syiah Al-Hutiyun di Yaman. Semua operasi militer itu berlangsung di tengah melorotnya harga minyak telah menggerus cadangan devisa Saudi hingga US$ 50 miliar dalam setengah tahun, menjadi kurang dari US$ 700 miliar.

"Raja jelas telah menempatkan putranya di sebuah kurva benar-benar tinggi," kata Ford M. Fraker, Presiden Dewan Kebijakan Timur Tengah sekaligus mantan Duta Besar Amerika Serikat untuk Arab Saudi. "Raja tentu saja meyakini dia mampu menghadapi tantangan itu."

Namun beberapa diplomat Barat, minta identitas mereka dirahasiakan, mengaku cemas soal peningkatan pengaruh Pangeran Muhammad bin Salman. Bahkan seorang di antara mereka menjuluki dia sebagai "ruam" dan "menuruti kata hati".

Sedikitnya dua pangeran lain berada di jalur utama kekuasaan menjelaskan beberapa anggota senior klan meragukan kemampuan Pangeran Muhammad bin Salman. Keduanya mempersoalkan kerugian dan keuntungan dari ikut perang di Yaman.

Sejumlah diplomat pernah bertemu Pangeran Muhammad bin Salman dan Pangeran Muhammad bin Nayif bilang pangeran senior kelihatan seperti paman terhadap sepupunya lebih muda itu. Beberapa diplomat mengatakan putera mahkota terlihat bekerja keras untuk membimbing dan melatih Pangeran Muhammad bin Salman. Tapi diplomat lain percaya Pangeran Muhammad bin Salman telah memainkan peran lebih besar dalam serangan udara di Yaman.

Setelah bertemu kedua pengeran itu di konferensi negara-negara Arab Teluk di Camp David bulan lalu, Presiden Ameerika Barack Hussein Obama memuji Pangeran Muhammad bin Salman sebagai orang benar-benar berpengetahuan dan cerdas. "Saya pikir kebijaksanaannya jauh melebihi usianya," kata Obama dalam wawancara khusus dengan stasiun televisi Al-Arabiya.

Namun para ahli menjelaskan menyatukan begitu banyak tanggung jawb kepada seorang pangeran muda telah melanggar sistem pembagian kekuasaan antar keluarga telah dibikin pendiri Arab Saudi modern Raja Abdul Aziz delapan dasawarsa lalu. Sistem ini telah mengakhiri perseteruan dalam keluarga kerajaan dan membantu menyatukan keluarga lainnya.

Para putera mahkota mengepalai protokoler istana dan anggota staf eksekutif sendiri. Sebagian besar kementerian - paling penting mengontrol militer, Garda Nasional, dan keamanan negara - dijabat para pangeran. Kementerian perminyakan dan keuangan tetap netral, dipegang oleh kaum teknokrat di luar keluarga kerajaan.

Tapi Raja Salman membalikkan semua itu. Dia menempatkan Pangeran Muhammad bin Salman sebagai kepala protokoler istana pertama dan mengambil kewenangan putera mahkota. Dia mengeluarkan perusahaan minyak negara dari Kementerian Perminyakan dan ditempatkan di bawah kendali Pangeran Muhammad, juga mengepalai Dewan Kebijakan Ekonomi baru dibentuk dan Kementerian Pertahanan (Raja Salman juga pernah menjabat menteri pertahanan).

Pangeran Muhammad bin Salman diperkirakan bakal mengambil alih Garda Nasional dari sepupunya Pangeran Mutaib bin Abdullah, menurut seorang pembantu dekat Pangeran Mutaib dan sejumlah diplomat Barat. Perubahan itu bakal menyatukan kedua kekuatan di bawah Kementerian Pertahanan tapi secara mendasar mengubah keseimbangan kekuatan dalam keluarga kerajaan.

Tiga kakak tiri Pangeran Muhammad - putra dari istri pertama ayah mereka, Sultana binti Turki as-Sudairi, meninggal pada 2011 - semuanya memiliki reputasi mengesankan dan pernah diyakini bakal menduduki jabatan penting dalam pemerintahan.

Pangeran Sultan bin Salman, 58 tahun, mantan kolonel di Angkatan Udara Arab Saudi, adalah bekas astronot pernah terbang dengan pesawat Discovery pada 1985 dan sekarang mengepalai komisi wisata dan kepurbakalaan. Pangeran Abdul Aziz bin Salman, 55 tahun, wakil menteri perminyakan dan pernah memimpin modernisasi industri minyak Saudi. Pangeran Faisal bin Salman, 44 tahun, doktor ilmu politik dari Universitas Oxford, pernah menjeadi peneliti di Universitas Georgetown, mendirikan Jadwa, salah satu perusahaan investasi terbesar di Arab Saudi, dan kini menjabat gubernur Madinah.

Sebaliknya, Pangeran Muhammad bin Salman cuma sarjana hukum lulusan Universitas Raja Saud di Riyadh. Dia tidak pernah kuliah di luar Arab Saudi. Meski begitu, Pangeran Muhammad adalah anak dari istri ketiga dan muda Raja Salman, Fahda binti Falah bin Sultan. Dia berusaha keras mempromosikan putranya itu sebagai pengganti ayahnya, menurut para diplomat Barat mengenal keluarga itu, beberapa anggota keluarga, dan orang-orang pernah bekerja untuk keluarga ini.

"Pangeran Muhammad adalah anak sulungnya," ujar seorang kolega kerajaan pernah bekerja begitu lama dengan keluarga Raja Salman. "Bagi Fahda, dia merupakan kejayaannya di akhir hayatnya."

Menurut seorang anggota keluarga, Pangeran Muhammad sudah dipersiapkan sejak dini untuk memimpin Arab Saudi. Berbeda dari pangeran lain di generasinya, Pangeran Muhammad tidak pernah merokok, menenggak minuman beralkohol, atau keluar rumah hingga larut malam. "Dia selalu peduli dengan citranya."

Dia kerap berada di samping ayahnya. Pangeran Muhammad akhirnya menyandang jabatan resmi sebagai penasihat raja ketika dia menjabat gubernur Riyadh dan menteri pertahanan.

"Bersama Pangeran Salman tiap menit, bisakah Anda bayangkan apa yang telah Anda pelajari?" tutur Dr Salwa al-Hazza, dokter keluarga kerajaan dan sekarang anggota Majelis Syura, dewan penasihat ditunjuk oleh raja. "Apakah Anda perlu seseorang berpendidikan di Amerika atau orang pernah menjadi bayangan ayahnya?"

Para diplomat memiliki pengalaman panjang di Arab Saudi mengakui mereka tidak terlalu mengenal Pangeran Muhammad. Dia jarang mau diwawancarai meski oleh media pendukung Saudi.

Sebuah biografi resmi menyebut dia senang bekerja sendiri dan mendapat pengalaman dari sejumlah bisnis dan investasi dia lakoni. Para pengusaha di Riyadh bilang dia aktif dalam perdagangan saham dan real estat.

Sejumlah temannya mengungkapkan Pangeran Muhammad suka bermain ski air atau olahraga air lainnya di Laut Merah atau sedang dalam perjalanan. Dia penyuka iPhone dan produk Apple lainnya. Seorang kawan dekatnya bilang dia sangat mengidolakan Jepang. Ketika menikah pertama kali, dia membawa istrinya berbulan madu dua bulan ke Jepang dan Maladewa. Sekarang dia sudah mempunyai istri kedua.

Dia mendirikan Yayasan Pangeran Muhammad bin Salman untuk memajukan generasi muda Saudi. Yayasan ini sudah menggelar sejumlah konferensi menggunakan Twitter dan YouTube. Mereka juga memproduksi kartun mirip manga untuk mempopulerkan kebudayaan Arab.

Banyak warga Saudi di jalan-jalan di Riyadh memuji Pangeran Muhammad sebagai wakil dari hampir 70 persen penduduk Arab Saudi berumur di bawah 30 tahun. Namun ada juga yang mengkhawatirkan begitu melesatnya karier sang pangeran.

"Ini adalah sebuah keluarga besar bersaing buat menjadi penguasa dan memiliki seorang pemuda mengontrol pemerintahan akan menciptakan banyak persoalan," kata seorang lelaki paruh baya di pintu keluar sebuah kafe. Dia cuma mau menyebut namanya sebagai Abu Salah. "Kami juga mencemaskan masa depan negara ini."

Abu Fahad, pebisnis tengah menyeruput secangkir kopi di sebuah hotel mewah bilang, "Dia telah menjadi orang tahu segalanya. Tapi dia baru 29 tahun, apa yang dia tahu?"

Kapal pesiar Topaz menjadi milik Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman setelah ditukar dengan lukisan wajah Yesus berjudul Salvator Mundi. (Daily Mail)

Wajah Yesus gengsi dua pangeran

Pangeran Muhammad bin Salman menukar Salvator Mundi dengan kapal pesiar Topaz milik Pangeran Muhammad bin Zayid.

Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz mencium tangan abang tirinya, Pangeran Talal bin Abdul Aziz saat datang menjenguk di Rumah Sakit Raja Faisal, Riyadh, November 2017. (Sabq)

Mogok makan Pangeran Talal

Raja Salman menjenguk dia di rumah sakit akhir November tahun lalu.

Perdana Menteri Libanon Saad Hariri mengumumkan pengunduran dirinya di Arab Saudi pada 4 November 2017. (Arab News)

Hariri bukan boneka Saudi

"Di Libanon, pergantian kepemimpinan politik terjadi lewat pemilihan umum, bukan dengan bersumpah setia," ujar Menteri Dalam Negeri Libanon Nuhad Machnuk.

Lukisan wajah Yesus berjudul Salvator Mundi (Sang Penyelamat Dunia) karya Leonardo Da Vinci. (Arabian Business)

Pangeran Kabah kesengsem wajah Yesus

Salvator Mundi terjual seharga US$ 450,3 juta, mengalahkan rekor sebelumnya, lukisan bikinan Pablo Picasso, the Women of Algiers, laku senilai US$ 179,4 juta.





comments powered by Disqus

Rubrik kisah Terbaru

Sapa Muqtada

Ali Akbar Velayati, penasihat utama Pemimpin Agung Iran Ali Khamenei, Februari lalu bilang Teheran akan mencegah Sadr dan aliansi politiknya memerintah Irak.

21 Mei 2018

TERSOHOR