kisah

Menengok kekayaan Pangeran Al-Walid

Dia melek hingga pukul empat atau lima subuh dan kemudian tidur cuma empat atau lima jam saban hari.

02 Januari 2015 06:24

Nama lengkap pangeran asal Arab Saudi ini ialah Al-Walid bin Talal bin Abdul Aziz as-Saud. Majalah Forbes Middle East edisi April 2014 menobatkan lelaki kelahiran Ibu Kota Riyadh, 7 Maret 1955, ini sebagai orang terkaya di Timur Tengah dengan harta senilai US$ 20,4 miliar atau setara Rp 249,3 triliun.

Tengok saja betapa tajirnya Pangeran Al-Walid berdasarkan hasil reportase wartawan Forbes selama sepekan di awal Oktober 2009. Tempat tinggalnya, sebuah istana di Riyadh, memiliki 420 kamar berukuran besar. Istana berlapis pualam ini berhiaskan foto-foto tuan rumah berukuran gede. Dilengkapi dua kolam renang tertutup dan satu lapangan tenis. Perlu satu setengah jam buat mengitari seluruh kompleks istana.

Kalau sekadar berlibur di dalam kota, dia memiliki semacam kawasan peternakan sebagai tempat berleha-leha. Letaknya di pinggiran Ibu Kota Riyadh dan menempati lahan seluas 485.623 meter persegi.

Di sana terdapat Grand Canyon mini, kebun binatang berukuran kecil, kandang kuda, lima danau buatan, dan beragam tempat tinggal. Suasananya asri dan rimbun oleh pepohonan. Benar-benar nyaman buat melepas kepenatan. Tempat ini hijau, amat terbalik dengan gurun di sekelilingnya serba coklat.

Kembali ke istana. Di salah satu garasinya berjejer lusinan mobil mentereng berwarna hitam dari berbagai merek, seperti Range Rover, Suburban, dan mobil sport serbaguna Volvo. Pangeran Al-Walid biasa memakai salah satu dari koleksi mobilnya untuk berkeliling kota.

Dalam garasinya juga ada sebuah Rolls Royce Phantom, satu Mercedes Benz SL 600 - merupakan mobil mewah ke-38 koleksinya - berlapis berlian seharga US$ 48 juta, serta beberapa Lambhorgini dan Ferrari. Dia memiliki sebuah Ducati seharga US$ 4,8 juta dan seluruh bodi sepeda motor itu dilapisi berlian dan kristal Swarovski.

Buat berlayar, Pangeran Al-Walid mempunyai kapal pesiar diberi nama Kingdom 5 KR berukuran panjang 85,9 meter. Dia membeli kapal itu dari Donald Trump pada 1991. Kapal tuanya ini pernah muncul dalam film James Bond berjudul Never Say Never Again. Kapal ini dilengkapi sebuah diskotek, bioskop, tempat pendaratan helikopter, kolam renang, kamar tamu, dan banyak lagi. Tahun ini dia baru kedatangan pesanannya berupa kapal pesiar seharga US$ 500 juta. Panjangnya 169,8 meter dan merupakan kapal pesiar terbesar ketiga sejagat.

Koleksi perhiasannya bikin lidah melelet. Pangeran Al-Walid mempunyai kotak kayu masing-masing berisi seperangkat perhiasan cocok untuk dipakai seorang raja, dalam hal ini pas buat dia sebagai keponakan raja.

Paling membuat mata terbelalak adalah sebuah kalung berlian dan zamrud memiliki bandul berupa tiga batu zamrud seukuran telur pipit, sepadu padan dengan sejumlah anting dan cincin. Total semuanya 200 karat dan diperkirakan seharga US$ 40 juta (Rp 490,6 miliar).

Namun istrinya, Puteri Amirah, tidak suka memakai kalung itu. Dia kurang suka pamer. "Terlalu besar bagi istri saya," canda Pangeran Al-Walid. "Lagi pula perlu memakai gaun berdada rendah untuk mengenakan kalung itu."

Pangeran Al-Walid mempunyai alasan kuat membeli perhiasan-perhiasan mewah. "Ini sebuah investasi. Saya membayar US$ 50 juta untuk perhiasan seharga US$ 150 juta," katanya. Dia menaksir seluruh koleksi perhiasannya seharga lebih dari US$ 700 juta.

Buat terbang jauh, dia memiliki pesawat pribadi jenis Boeing 747 seharga US$ 220 juta disulap menjadi super mewah. Areal tempat duduk utama dijadikan ruang keluarga dengan bantalan empuk di sepanjang dinding pesawat. Di balik ruang keluarga ada ruang makan dengan santapan dari dapur Hotel Four Seasons di Riyadh. Jet pribadi ini dilengkapi sebuah singgasana, dua kamar tidur, dan 14 kursi meja makan dengan 14 pramugari dari seluruh dunia.

Al-Walid juga masih memiliki satu pesawat Hawker dan sebuah Airbus A321. Yang mengejutkan, dia menjual Airbus A380 meski pesawat pesanannya itu belum diantar. Namun pihaknya menolak menjelaskan siapa pembelinya dan berapa harga jualnya. "Pesawat itu dijual pada semester kedua tahun lalu (2012)," ujar Direktur Keuangan Kingdom Holding Syadi Sanbar kepada Arabian Business tahun lalu.

Al-Walid membeli A380 dua lantai itu pada 2007 seharga US$ 319 juta. Setelah disulap menjadi jet pribadi super mewah harga jualnya berkisar US$ 500 juta.  Kabarnya jet pribadi A380 dijuluki istana terbang itu memiliki satu ruang konser berkapasitas sepuluh tempat duduk, sebuah ruang rapat, dan satu garasi bisa memuat dua Rolls-Royce dan beberapa kuda.

Puteri Amirah, kini 29 tahun, merupakan istri keempatnya. Keduanya telah menikah sembilan tahun. Dia mengawini Amira setelah bercerai dengan istri sebelumnya. Tidak seperti lelaki Saudi umumnya, Pangeran Al-Walid tidak beristri empat dalam satu waktu.

Amirah adalah perempuan muda mempesona. Dia sangat suka berkuda. Untuk meraih gelar sarjana, suaminya mendatangkan beberapa profesor dari Amerika Serikat untuk mengajarkan Puteri Amirah dan sejumlah perempuan muda lainnya dalam kelas-kelas dalam kompleks istana.

Dari istri pertamanya, sepupu jauh, Pangeran Al-Walid dikaruniai satu putra dan seorang putri. Saat anak perempuannya bernama Rim menikah, Pangeran Al-Walid menggelar pesta megah di aula Hotel Four Seasons, Riyadh. Butuh berminggu-minggu buat mempersiapkan resepsi itu. Sejak lima tahun lalu dia telah menjadi kakek sehabis putra dan putrinya itu masing-masing memiliki anak pertama.

Pangeran Al-Walid sangat disiplin menjalani hidupnya. Dia melek hingga pukul empat atau lima subuh dan kemudian tidur cuma empat atau lima jam saban hari. Jam kantor di Kingdom Holding, kerajaan investasinya, dari pukul enam hingga delapan malam. Dia biasa makan siang di istana atau tempat peristirahatannya di pinggiran Riyadh. Kalau malam akhir pekan, Rabu dan Kamis, dia suka bersantap di tempat pengasingannya di daerah gurun.

Dia sangat kencanduan menulis pesan teks. Telepon selulernya selalu ada di tangan. Dia bahkan biasa menulis pesan saat mengendarai motor atau mengemudikan mobil. Hobi lainnya menonton berita bisnis. Saban makan malam dia sangat suka menonton siaran CNBC.

Dia sangat mendukung kesetaraan perempuan dan lelaki. Hampir 65 persen staf di istananya dan di Kingdom Holding adalah perempuan. Dalam kantor dan istananya mereka tidak berabaya, tapi mengenakan pakaian kerja dan sepatu. Tiap orang mendapat jatah US$ 10 ribu setahun untuk membeli pakaian.

"Beberapa syekh tidak suka kepada saya karena saya mempromosikan perempuan. Saya mempekerjakan banyak perempuan," kata Al-Walid. "Saya mempekerjakan pilot perempuan Saudi pertama. Tapi raja (Abdullah bin Abdul Aziz) bilang nggak apa-apa."

Dari sinilah Pangeran Al-Walid menapaki jejak pertamanya untuk sampai ke puncak kekayaan. Setelah lulus kuliah dari Menlo College di Atherton, California, Amerika Serikat, dia mendapat hadiah US$ 30 ribu, pinjaman US$ 300 ribu, dan diberi sebuah rumah oleh ayahnya. Dia mulai pelan-pelan berinvestasi.

Pada 1991, ketika berusia 36 tahun, dia mengambil keputusan besar dengan menanamkan modal US$ 800 juta di Citicorp. Dia tidak keliru. Hingga 2005 nilai saham miliknya melonjak menjadi US$ 10 miliar.

Kekayaannya terus meroket. Sampai sekarang dia menguasai 95 persen saham Kingdom Holding. Dia memiliki saham terbesar secara pribadi di Citigroup, juga mempunyai saham di News Corp, EuroDisney, Apple, Time Warner, dn empat persen saham di Twitter. Dia memperoleh 47,5 persen saham Four Seasons Hotels and Resorts, serta memiliki semua saham Hotel George V di Paris dan Hotel Savoy di London.

Meski tajir dan merupakan keturunan dari Raja Abdul Aziz as-Saud, pendiri Arab Saudi, Pangeran Al-Walid sulit untuk naik takhta. "Ayahnya, Pangeran Talal, dulu dikenal suka mengkritik keluarga kerajaan dan ibunya bukan orang Saudi (Ibu Al-Walid adalah orang Libanon)," ujar Rochdi Younsi, direktur riset Timur Tengah untuk the Eurasia Group.

Dia menambahkan ulama-ulama Wahabi tidak senang dengan gaya reformisnya. "Dia mungkin simbol kesuksesan bagi sebagian orang Saudi tapi banyak yang memandang gayanya terlalu mencolok."

Pangeran Al-Walid bin Talal, pemilik Kingdom Holding Company sekaligus keponakan dari Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz. (Syed Saleem/Facebook)

Misteri pembebasan Pangeran Al-Walid

Pangeran Al-Walid dikabarkan merelakan hampir seluruh hartanya untuk menebus kebebasannya dan dia akan diberi tunjangan bulanan.

Pangeran Al-Walid bin Talal dan mantan istrinya, Puteri Amira binti Aidan bin Nayif. (Dhaka Tribune/Collected)

Satu bani senegara

Pesta seks, narkotik, dan minuman beralkohol adalah hal lazim dilakukan para pangeran Arab Saudi.

Gadis-gadis Timur Tengah. (Twitter)

Mencari cinta di negara Kabah

Bagi muda-mudi di Arab Saudi, Snapchat menjadi patokan keseriusan dalam menjalin hubungan.

Pangeran Al-Walid bin Talal dari Arab Saudi. (arabnews.com)

Kontroversi Pangeran Al-Walid

Pangeran Al-Walid paling senang menyantuni orang-orang cebol.





comments powered by Disqus

Rubrik kisah Terbaru

Lika-liku pembunuhan Jamal Khashoggi

"Kami mengetahui kapan Jamal (wartawan Saudi Jamal Khashoggi) dibunuh, di ruangan mana dia dibunuh, dan di mana mayatnya dibawa untuk dimutilasi,"

12 Oktober 2018
Nihil Jamal di Istanbul
05 Oktober 2018
Bungkam ulama guncang Al-Haram
26 September 2018

TERSOHOR