kisah

Bertaruh nyawa sebar borok ISIS

Jaringan aktivis Raqqah is Being Slaughtered Silently menerima dana dari organisasi nirlaba asal Amerika Serikat.

22 Juni 2015 16:26

Suara lelaki itu cepat dan pelan saat memberi laporan lewat telepon dari Raqqah, ibu kota ISIS (Negara Islam Irak dan Suriah) berlokasi di Suriah.

Dia menceritakan pasukan polisi syariah ISIS tengah beroperasi di alun-alun kota. Mereka menghentikan para pelintas secara acak dan memeriksa telepon seluler mereka. Dua orang ditahan. Para pejuang ISIS juga membikin pos-pos pemeriksaan tambahan di jalan menuju Raqqah.

"Jangan telepon saya lagi kecuali saya menghubungi Anda," katanya dengan gugup sebelum memutus pembicaraan.

Di Gaziantep, kota di Turki berbatasan dengan Suriah, berjarak sekitar 322 kilometer dari Raqqah, layar telepon seluler penerima bertulisan Raqqah Reporter 3 kosong.

Komunikasi lewat telepon semacam itu - amat berbahaya bagi jaringan aktivis rahasia di Raqqah - merupakan kehidupan dari sebuah kelompok bernama Raqqah is Being Slaughtered Silently (RBSS). Organisasi ini dibuat untuk membuka dan menyebarluaskan borok ISIS melalui Facebook dan Twitter.

Terdiri dari sekitar dua lusin aktivis, RBSS adalah sumber berita dan informasi utama soal bagaimana pedihnya hidup dalam cengkeraman kelompok brutal dipimpin Abu Bakar al-Baghdadi itu.

Jaringan aktivis ini mulai berkampanye sejak April tahun lalu, ketika sebagian besar masyarakat dunia lupa akan ancaman ISIS di seantero Suriah: menyembelih musuh, menyalib pengkritik, dan hukuman-hukuman biadab lainnya.

Kata "dengan diam" dalam nama grup itu menunjukkan bagaimana banyak rakyat Suriah menahan kegeraman saat melihat revoolusi untuk menuju demokratisasi telah dibajak kaum jihadis.

RBSS mengklaim telah mengubah pandangan itu.

"Raqqah tidak lagi dibantai secara diam-diam sekarang," ujar Abu Ibrahim ar-Raqqawi, nama samaran, salah satu pendiri RBSS, saat diwawancarai lewat Skype di lokasi dirahasiakan. "Karena kampanye ini, seluruh dunia mengetahui apa sebetulnya terjadi di Raqqah dan siapa sebenarnya ISIS."

Menurut Hasan Hasan, salah satu penulis buku ISIS: Inside the Army of Terror, RBSS menolak propaganda ISIS dengan mencari informasi dari orang-orang menetap di Raqqah. "Para pegiat ini mempertaruhkan nyawa mereka untuk menyebarkan informasi penting dari lapangan," tuturnya.

Inilah salah satu tujuan utama pembentukan RBSS, kata Abu Muhammad, 26 tahun, mantan mahasiswa jurusan hukum dan ikut mendirikan kelompok itu. Dia bekerja dari dalam kantor kecil di Gaziantep.

Organisasi ini sudah memiliki 23 ribu pengikut di Twitter dari berbagai kalangan, termasuk diplomat, wartawan, dan pejabat Pentagon (Departemen Pertahanan Amerika Serikat). Penyuka laman Facebook mereka sudah lebih dari 39 ribu.

Abu Muhammad menjelaskan para pengikut RBSS di Facebook, termasuk warga Suriah tinggal dalam wilayah kekuasaan ISIS. Mereka tidak berani menekan tombol suka karena takut ketahuan dan ditahan.

Mereka inilah target utama RBSS, orang-orang menentang ISIS tapi tidak berani bersuara. Kelompok ini berharap laporan mereka bisa mencegah warga asing ingin bergabung dengan ISIS.

Abu Ibrahim menegaskan kampanye RBSS ini merupakan sumber kekesalan dalam tubuh ISIS. karena itulah, mereka berupaya melenyapkan jaringan aktivis ini.

Menurut seorang anggota ISIS, mereka telah memasang kamera pengintai di Raqqah untuk mengendus orang-orang dicurigai sebagai bagian dari RBSS atau tahu soal kelompok ini.

Sebab itulah kerahasiaan merupakan hal paling utama bagi RBSS. Aktivis-aktivis beroperasi di Suriah saling tidak mengenal dan mengetahui identitas masing-masing. Taim Ramadan, nama samaran, mengungkapkan mereka berkomunikasi menggunakan bahasa sandi, tidak boleh membuka rahasia kepada keluarga, dan selalu berpindah tempat. Anggota RBSS ini sampai bulan lalu melaporkan situasi dari Abu Kamal, kota kecil di perbatasan Suriah-Irak.

Abu Muhammad bareng setengah lusin aktivis lainnya berkantor di Gaziantep bersiaga 24 jam untuk menyebarluaskan informasi melalui media sosial. RBSS menerima dana dari sebuah organisasi non-pemerintah asal Amerika Serikat tapi Abu Muhammad menolak menyebut namanya.

Sejumlah kesalahan pernah diperbuat dan akibatnya sungguh tragis. Salah satu pendiri, Muataz Billah, ditangkap ISIS di sebuah pos pemeriksaan, beberapa hari setelah RBSS dibentuk. Militan ISIS menemukan rekaman video dan foto-foto dalam telepon selulernya. Sebulan kemudian dia tewas.

"Segala kekeliruan berarti kematian. Jika Anda tertangkap, mereka akan membunuh Anda," kata Abu Muhammad. Dia pernah mendekam sepekan dalam penjara ISIS pada 2013 karena memotret jihadis ISIS.

Jihadis ISIS berpawai di Kota Raqqah, Suriah, menggunakan kendaraan Toyota. (ABC News)

Markas ISIS dipindah dari Raqqah ke Dair az-Zur

Pemindahan itu berlangsung dua bulan lalu.

Evakuasi korban tewas dan luka akibat serangan teror di klub malam Reina, Istanbul, Turki, 1 Januari 2017. (Twitter/@emergensa24)

Rekrutmen Nusrah dan ISIS di Turki

ISIS merekrut orang-orang kurang secara ideologi dan jaringan, sedangkan calon jihadis Jabhat Nusrah mesti lulus indoktrinasi dan direkomendasikan anggota lainnya.

Pemimpin gereja ortodhoks Siriak di Bartella, Irak, berpose bareng pasukan elite Irak membebaskan kota itu dari caplokan ISIS. (ADFA)

Dentang lonceng gereja di tepi Mosul

"Ketika jihadis ISIS itu mulai menurunkan dan menghancurkan salib serta injil, kami sadar kami sudah tidak aman lagi," ujar Nagham.

Seorang jihadis ISIS merobohkan salib di sebuah gereja di Kota Mosul, Irak, pada 2014. (The Assyrian International News Agency)

Nestapa pemuja Yesus

Di tarikan napas terakhir, gadis Kristen berusia 12 tahun meminta ibunya memaafkan jihadis ISIS pembakar rumah mereka.





comments powered by Disqus

Rubrik kisah Terbaru

Lika-liku pembunuhan Jamal Khashoggi

"Kami mengetahui kapan Jamal (wartawan Saudi Jamal Khashoggi) dibunuh, di ruangan mana dia dibunuh, dan di mana mayatnya dibawa untuk dimutilasi,"

12 Oktober 2018
Nihil Jamal di Istanbul
05 Oktober 2018
Bungkam ulama guncang Al-Haram
26 September 2018

TERSOHOR