kisah

Kontroversi Pangeran Al-Walid

Pangeran Al-Walid paling senang menyantuni orang-orang cebol.

06 Juli 2015 10:41

Pangeran Al-Walid bin Talal sangat ingin Anda mengetahui satu hal: jumlah pasti kekayaannya.

Karena itu pada 2009 dia mengundang seorang reporter majalah Forbes selama sepekan untuk berkeliling melihat hartanya. Mulai dari mengunjungi istananya berisi 420 kamar di Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi, hingga menemani dia dan istrinya dalam penerbangan ke Ibu Kota Kairo, Mesir, menggunakan jet pribadinya Boeing 747. Semua itu dia lakoni untuk memastikan Forbes tidak keliru menyusun daftar orang paling tajir di Bumi.

Namun rencana itu tidak berjalan mulus. Pangeran Al-Walid dua tahun lalu menuntut Forbes karena menganggap rendah kekayaannya. Majalah ini bilang harta lelaki 60 tahun ini berjumlah US$ 20 miliar atau kini setara Rp 267,4 triliun, sehingga dia berada di peringkat ke-26 dalam daftar orang terkaya sejagat.

Dia mengklaim nilai kekayaannya jauh lebih besar dibanding itu. Anggota keluarga Kerajaan Arab Saudi dan mengklaim diri sebagai Warren Buffett-nya Arab ini merupakan orang paling tajir di Timur Tengah. Dia memiliki banyak saham di pelbagai perusahaan kakap dunia, seperti Apple, Twitter, Citigroup, Canary Wharf, Time Warner, Hotel George V (Paris), dan Hotel Savoy (London).

Rabu pekan lalu Pangeran Al-Walid membikin pengumuman menghebohkan dunia. Dia berjanji menyumbangkan seluruh hartanya buat kegiatan amal melalui Yayasan Al-Walid. Dia mengaku terinspirasi oleh Yayasan Bill dan Melinda Gates.

Dalam jumpa pers di Riyadh dia ditemani dua anaknya: Pangeran Khalid dan Puteri Rim. Pangeran Al-Walid juga menggunakan kesempatan itu untuk menjelaskan total kekayaannya US$ 32 miliar (Rp 427,3 triliun). Angka itu pun masih aneh lantaran Forbes dalam edisi tahun ini memperkirakan hartanya US$ 22,6 miliar (Rp 302 triliun) dan menjadikan dia orang terkaya ke-34 di dunia.

Al-Walid, keponakan Raja Salman dan cucu dari pendiri Arab Saudi Abdul Aziz, tidak seperti pangeran-pangeran bernama besar lainnya. Dia kerap tampil di publik dengan berkacamata berwarna dan bersetelan jas, bukan gamis.

Sang pangeran - terobsesi soal hitungan kalori dan biasanya tidak lebih dari 1.100 sehari - berpandangan maju mengenai perempuan, musik, dan bioskop. Dia telah menyerukan kepada dunia Arab, termasuk Saudi, buat melaksanakan perubahan.

Dia pernah menikahi gadis glamor dan tidak berjilbab, Amira, beberapa tahun setelah dia mewawancarai Pangeran Al-Walid untuk tugas sekolahnya saat dia berusia 18 tahun. Dalam masyarakat di mana kaum hawa dijauhkan dari sorotan, dia tampil bareng istrinya itu, termasuk menghadiri pernikahan Pangeran William pada 2011.

Dia memaksa surat-surat kabar di Arab Saudi mempublikasikan foto istrinya itu. Pangeran Al-Walid menceraikan Amira dua tahun lalu, namun mereka masih berteman.

Dia senang berkoar kantor dan rumahnya mempekerjakan lebih banyak perempuan ketimbang lelaki dan mereka tidak wajib bercadar saat bekerja. Tidak semua orang meyakini perhatian Pangeran Al-Walid terhadap perempuan bertujuan memberdayakan mereka. Sejumlah pengkritik menyebut langkah itu demi memperoleh lebih besar pengaruh, terutama di pihak Barat.

Tapi ada batasan uang bisa membeli segalanya, bahkan sekelas Pangeran Al-Walid. Pada era 2000-an namanya tersohor karena memodali Hanadi Zakaria al-Hindi, gadis asal Makkah, untuk menjadi pilot perempuan pertama di Arab Saudi.

Hanadi mendapat sertifikat penerbang tahun lalu sehingga dia boleh menerbangkan jet pribadi kepunyaan Pangeran Al-Walid. Namun bisa dipastikan dia belum diizinkan menyetir mobil di Arab Saudi. Negeri Kabah ini menjadi satu-satunya negara di dunia mengharamkan kaum hawa mengendarai mobil. Pangeran Al-Walid dan Amira menyokong kampanye untuk mengubah larangan itu.

Al-Walid dilahirkan di Jeddah, kota di tepi Laut Merah, Maret 1955. Ayahnya adalah Pangeran Talal, anggota senior keluarga kerajaan disingkirkan. Dia dianggap kambing hitam atas pemikiran pembentukan kerajaan konstitusional.

Talal baru-baru ini mengecam keputusan Raja Salman karena meletakkan begitu banyak kewenangan di anaknya. Ibunya Al-Walid bernama Muna al-Saleh, putri dari perdana menteri pertama Libanon Riad al-Saleh.

Pangeran Al-Walid mengaku bisa menjadi miliarder karena kerja kerasnya sendiri. Dia mengklaim ayahnya cuma memberikan hibah US$ 30 ribu, pinjaman US$ 300 ribu, dan sebuah rumah. Masih sebuah misteri bagaimana dia bisa mengumpulkan duit begitu banyak dalam waktu singkat.

Investasi pertamanya di bidang konstruksi. Pada 1991 dia menggelontorkan US$ 590 juta buat menyelamatkan Citigroup. Sejak saat itu dia dikenal sebagai sinterklas, menolong perusahaan-perusahaan besar mau bangkrut.

Hartanya kian berlimpah hingga memiliki sebuah kapal pesiar supermewah dibeli dari Donald Trump dan pernah dipakai dalam syuting film James Bond. Dia sempat memesan Airbus A380 untuk dijadikan jet pribadi namun akhirnya dijual. Tanahnya beribu-ribu hektar. Dia juga mempunyai saham mayoritas di jaringan hotel Four Seasons dan Movenpick. Grup Rotana miliknya merupakan perusahaan hiburan terbesar di Timur Tengah.

Buku kontaknya berisi nomor-nomor telepon para pemimpin dan selebritas tersohor. Buku hariannya berisi catatan pertemuan dengan para penguasa. Dia menulis pesan singkat kepada Carla Bruni ketika Nicolas Sarkozy kalah dalam pemilihan presiden Prancis tiga tahun lalu. Dia aktif di Twitter dan memiliki 3,35 juta pengikut.

Klan Murdoch adalah rekan penting bisnisnya. Pangeran Al-Walid memiliki saham di News Corp dan Rupert Murdoch mempunyai saham di Rotana. Namun tahun ini muncul kabar Al-Walid mengurangi jumlah sahamnya di News Corp dari 6,6 persen menjadi satu persen saja.

Selama skandal penyadapan telepon, Al-Walid mendukung keluarga Murdoch namun dia menelepon Rebekah Brooks dan menyuruh dia berhenti. Dia mundur sehari setelah sang pangeran campur tangan. "James (Murdoch) bukan hanya rekan bisnis saya di News Corp," kata Pangeran Al-Walid kepada majalah Vanity Fair dua tahun lalu. "Dia juga teman saya di Rotana. Dia sangat beretika, profesional, dan sopan."

"Dia tokoh sangat menarik dalam keluarga Kerajaan Saudi baik secara politik dan sosial," ujar Jane Kinninmont, peneliti senior di Chatham House, lembaga nirlaba berfokus pada pemikiran masalah internasional dan berkantor pusat di Ibu Kota London, Inggris.

Dia membantah spekulasi beberapa pihak di Arab Saudi menyebut Pangeran Al-Walid sangat ambisius dalam berpolitik. "Kemungkinan dia tidak seperti itu karena dia begitu liberal. Namun memiliki harta begitu berlimpah, dia mungkin tertarik pada reputasinya."

Al-Walid, senang menonton tayangan CNBC dan menyumpang ke pelbagai universitas bergengsi - termasuk Harvard, Cambridge, dan Edinburg - tidak kebal terhadap kontroversi. Mungkin paling menarik dia amat suka menyantuni orang-orang cebol, memberi mereka rumah dan fulus.

Kontroversi besar lainnya adalah rencana dia menghadiahkan seratus Bentley kepada seratus pilot Saudi terlibat dalam serangan udara ke milisi Al-Hutiyun di Yaman.

Namun tidak semua niatnya beramal diterima. Michel Bloomberg, wali kota New York saat itu, menolak cek US$ 10 juta dari Pangeran Al-Walid setelah serangan 11 September 2001.

Dean Musawi, pegiat hak asasi manusia tinggal di Irak, bilang Pangeran Al-Walid begitu dihormati di Timur Tengah, bahkan di kalangan kaum Syiah. Tapi dia tidak yakin dengan komitmennya menyumbangkan seluruh hartanya buat amal. "Semua itu cuma untuk menyebarluaskan citra baiknya ke seluruh dunia, tapi saya tidak yakin ke mana uang itu bakal dialokasikan."

Seorang anak penderita kolera di Yaman tengah dirawat. (Al-Jazeera)

Dedaunan pengganjal perut anak-anak Yaman

Perang antara milisi Al-Hutiyun menghadapi pasukan koalisi Arab Saudi telah menciptakan tragedi kemanusiaan terbesar sepanjang sejarah.

UNHCR Eminent Advocate Dato Tahir menggendong Hanan, anak pengungsi Suriah tinggal bersama orang tuanya di sebuah kamp di Distrik Zajla, Lembah Bekaa, Libanon. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Derma Zionis buat pemberontak Suriah

Jumlah senjata dan dana diberikan Israel kepada para pemberontak Suriah kecil ketimbang bantuan diberikan negara-negara lain, termasuk Qatar, Arab Saudi, Turki, dan Amerika Serikat.

Seorang anak penderita kolera di Yaman tengah dirawat. (Al-Jazeera)

Kehormatan Ramadhana martabat Yaman

Mufti Agung Yaman Syekh Syamsuddin telah menyerukan kepada rakyat Yaman untuk berjihad mengusir invasi pasukan koalisi dipimpin Arab Saudi itu.

Syekh Mansur bin Zayid an-Nahyan, pemilik Manchester City. (Luxatic)

Fulus Syekh Mansur sukses City

Selama satu dekade terakhir, Syekh Mansur sudah menghabiskan sekitar US$ 1,5 miliar untuk mengakhiri dominasi tim sekota, Manchester United.





comments powered by Disqus

Rubrik kisah Terbaru

Dedaunan pengganjal perut anak-anak Yaman

Perang antara milisi Al-Hutiyun menghadapi pasukan koalisi Arab Saudi telah menciptakan tragedi kemanusiaan terbesar sepanjang sejarah.

21 September 2018

TERSOHOR