kisah

Berebut situs pembaptisan Yesus

UNESCO bulan ini mengakui tempat pembaptisan Yesus asli berada di sisi timur Sungai Yordania.

15 Juli 2015 11:26

Beginilah pemandangan di Sungai Yordania saat Albalad.co berkunjung akhir April lalu. Di tengahnya terdapat pita pembatas antara wilayah kedaulatan Israel di sisi barat dan Yordania di tepi timur sungai.

Di sisi Israel terdapat puluhan orang, termasuk 20 jemaat berpakaian serba putih sedang berendam dalam sungai. Di bagian Yordania cuma ada empat pelancong asing: masing-masing satu dari Indonesia dan Peru, dua asal Ceko. Tapi hanya dua perempuan Ceko merendam kaki mereka ke dalam air sungai berwarna coklat.

Keruhnya Sungai Yordania menggambarkan pula polemik atas sungai dianggap suci oleh kaum Nasrani itu. Orang Kristen meyakini di sungai itulah Yesus dibaptis. Namun Israel dan Yordania sama-sama mengklaim tempat pembaptisan Yesus sebenarnya berada di wilayah mereka.

Tapi UNESCO, badan Perserikatan Bangsa-Bangsa urusan sosial budaya, bulan ini mengakui tempat pembaptisan Yesus asli berada di wilayah Yordania. UNESCO menetapkan tempat pembaptisan Yesus ini sebagai warisan sejarah dunia. "Lokasi itu diyakini sebagai tempat pembaptisan Yesus berdasarkan kepercayaan sebagian besar gereja," kata UNESCO.

Sejumlah aliran kristen, termasuk Katolik Roma, Yunani Ortodoks, dan Lutheran, telah menulis surat dukungan atas tempat pembaptisan Yesus di Yordania. Tiga paus juga telah melewat ke sana sejak 2000, termasuk mendiang Paus Yohanes Paulus II.

Keputusan itu disambut gembira Yordania di mana jumlah turis ke sana melorot drastis sejak pecah Revolusi Arab empat tahun lalu dan kemunculan ISIS (Negara Islam Irak dan Suriah). "Saya sangat senang dengan pengakuan UNESCO itu," kata Menteri Pariwisata Yordania Nayif al-Fayiz kepada Albalad.co melalui WhatsApp kemarin.

Israel memilih bungkam. Para pejabat Palestina menilai mestinya UNESCO juga mengakui bagian barat Sungai Yordania.

Namun keputusan UNESCO ini membikin para ahli mengangkat alis. "Itu tidak ada hubungannya dengan bukti arkeologi," ujar Jodi Magness, ahli arkeologi di Universitas North Carolina, Amerika Serikat.

Para ahli mempelajari aplikasi Yordania di UNESCO mengakui pula memang tidak ada bukti arkeologi mendukung klaim negara itu. Namun kepercayaan kebanyakan aliran Nasrani atas lokasi pembaptisan Yesus di wilayah Yordania atau dikenal dengan nama Al-Maghtas dalam bahasa Arab, menjadi pertimbangan utama.

Sedangkan di pihak Israel lokasi pembaptisan Yesus itu bernama Qasr al-Yahud. Negara Bintang Daud ini menguasai wilayah Tepi Barat, termasuk Sungai Yordania setelah menang Perang Enam Hari 1967.

Seorang pejabat dari Kementerian Pariwisata Palestina menilai UNESCO mestinya menetapkan kedua sisi Sungai Yordania itu sebagai tempat pembaptisan Yesus. "Tidak mudah bagi kami membela tempat pembaptian Yesus itu karena kami tidak mempunyai kontrol lagi," tuturnya.

Wartawan pengkritik Arab Saudi Jamal Khashoggi. (Twitter)

Lika-liku pembunuhan Jamal Khashoggi

"Kami mengetahui kapan Jamal (wartawan Saudi Jamal Khashoggi) dibunuh, di ruangan mana dia dibunuh, dan di mana mayatnya dibawa untuk dimutilasi,"

Pangeran Sultan bin Turki (Hugh Miles)

Jejak gelap pengkritik penguasa negara Kabah

Sejak Pangeran Muhammad bin Salman menjadi putera mahkota pada 21 Juni lalu, Arab Saudi kian getol menangkapi para pembangkang, termasuk ulama.

Jamal Khashoggi, pengkritik pemerintah Arab Saudi. (Twitter)

Nihil Jamal di Istanbul

Arab Saudi membantah telah menahan Jamal Khashoggi.

Syekh Dr. Saleh bin Muhammad at-Talib, imam Masjid Al-Haram di Kota Makkah, Arab Saudi. (Twitter)

Bungkam ulama guncang Al-Haram

"MUI mendesak agar pemerintah Saudi membebaskan semua ulama ditangkap tanpa proses hukum adil," kata Ketua Bidang Hubungan Luar Negeri MUI Muhyiddin Junaidi.





comments powered by Disqus

Rubrik kisah Terbaru

Lika-liku pembunuhan Jamal Khashoggi

"Kami mengetahui kapan Jamal (wartawan Saudi Jamal Khashoggi) dibunuh, di ruangan mana dia dibunuh, dan di mana mayatnya dibawa untuk dimutilasi,"

12 Oktober 2018
Nihil Jamal di Istanbul
05 Oktober 2018
Bungkam ulama guncang Al-Haram
26 September 2018

TERSOHOR