kisah

Pengantin belia dari Bait Lahiya

Ahmad Subuh, 15 tahun, menikahi sepupu sekaligus tetangganya, Tala, 14 tahun.

14 Agustus 2015 23:30

Kalau masih sekolah, Ahmad Subuh, 15 tahun, paling banter kelas tiga SMP. Namun kemiskinan membuat remaja asal Bait Lahiya, utara Jalur Gaza, ini tidak melanjutkan pendidikannya.

Dia kini bekerja sebagai pembersih jalan bareng ayahnya. Pendapatannya US$ 5 atau 15 shekel saban hari. Meski begitu, di usianya terbilang muda dengan penghasilan tidak memadai, dia berani mengambil keputusan terbesar dalam hidupnya. Menikah.

Hari istimewa itu terjadi pada September 2013. Ahmad mengawini Tala, 14 tahun, sepupu sekaligus tetangga sebelah rumahnya. Perayaan sudah berlangsung di lingkungan tempat tinggal Ahmad, dekat perbatasan Israel, sehari sebelum akad. Kerabat dan teman-temannya ramai-ramai menggendong dia.

"Saya tidak percaya bocah itu bakal menjadi pengantin sampai saya menanyakan langsung kepada dia," kata Muhammad Salim, juru foto kantor berita Reuters mengabadikan momen langka itu. "Dia menjawab dengan senyum, 'iya benar.'"

Pernikahan dini memang sudah lazim di Gaza. Dari 17 ribu pasangan tercatat, 35 persen di antara para pengantin itu masih berumur di bawah 17 tahun. Dalam beberapa kasus terutama keluarga miskin, ayah sang gadis lebih memilih menjodohkan dan menikahkan putrinya masih belum cukup usia buat mengurangi beban.

Ahmad memang belum pantas berumah tangga. Tengok saja di hari pernikahannya. Sang ibu memakaikan dasi dan menyisirkan rambutnya. "Saya sampai tidak bisa menghilangkan pikiran saya, ibunya sedang mendandani dia buat pergi ke sekolah," ujar Salim.

Berjanji sehidup semati itu akhirnya berlaku di kediaman Tala, masih rusak akibat perang 2008-2009. Ketika mengucapkan akad nikah, wajahnya serius tidak seperti anak-anak seusianya masih bermain gembira.

Dia bahkan tertegun saat menyaksikan Tala dengan wajah tertutup cadar. Sampai-sampai mempelai perempuan mengingatkan, "Ayo senyum, kita bakal difoto." Tapi Tala lupa membuka cadarnya.

Pengantin belia ini hanya menikmati bulan madu dua hari. Bukan di hotel atau tempat wisata pilihan. Yang ada hanya berjalan-jalan ke pantai, tempat rehat kegemaran sebagian besar penduduk Gaza. Keduanya sekarang tinggal di rumah orang tua Ahmad terdiri dari tiga kamar tidur bareng sembilan orang lainnya.

Emir Dubai Syekh Mugammad bin Rasyid al-Maktum bersama istri, Puteri Haya binti Husain, serta dua anak mereka, Al-Jalila dan Zayid. (Twitter)

Duda selingkuhan Puteri Haya

Perselingkuhan antara Puteri Haya dan Russell Flowers sudah berjalan tiga tahun.

Konferensi membahas pembangunan ekonomi Palestina digelar di ibu Kota Manama, Bahrain, pada  25-26 Juni 2019. (BNA)

Mesra Manama

Bagi rakyat Palestina, kemerdekaan harus lebih didulukan sebelum kesejahteraan.

Mantan Presiden Mesir Muhmmad Mursi. (MidEast Posts)

Ultimatum bagi Mursi

Setidaknya, sudah dua kali ultimatum diberikan kepada pimpinan Al-Ikhwan: dibebaskan dengan syarat tidak berpolitik untuk jangka waktu tertentu dan dilepaskan dengan syarat tidak berpolitik tapi boleh berdakwah.

Wartawan Jamal saat akan memasuki kantor Konsulat Arab Saudi di Kota Istanbul, Turki, 2 Oktober 2018. (Screengrab)

Ajal Khashoggi di Konsulat Saudi

Di bagian kesimpulan, Agnes mendesak Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menyerukan sebuah penyelidikan pidana.





comments powered by Disqus

Rubrik kisah Terbaru

Duda selingkuhan Puteri Haya

Perselingkuhan antara Puteri Haya dan Russell Flowers sudah berjalan tiga tahun.

12 Juli 2019
Mesra Manama
05 Juli 2019
Ultimatum bagi Mursi
26 Juni 2019
Ganti Tuhan di Kobani
27 Mei 2019

TERSOHOR